Fitnah Berbuah Karma

Fitnah Berbuah Karma
Kisah lama sang mertua 2


__ADS_3

Part 28


" Lepaskan !" wanita itu berusaha melepaskan diri namun sia-sia, tenaga Irwan jauh lebih kuat tentunya.


" Aku peringatkan pada anda, jangan pernah datang dan mengusik keluargaku," sorot mata Irwan yang begitu tajam seperti ingin mengiris apapun yang ada di depannya.


" Papamu yang memintaku datang !" suara wanita itu juga tak kalah lantang dari Irwan.


" Aku tak menerima alasan apapun darimu, aku ulangi jangan pernah datang kesini !!" Irwan semakin geram mendengar jawaban wanita itu yang seperti tak merasa bersalah.


" Lepaskan tanganmu ! Aku bukan buronan " sambil terus berontak mencoba melepaskan diri, tapi Irwan justru semakin mencengkeram kuat bahunya.


" Apa kamu tuli hah ! Lepass kataku."


" Kamu pikir bisa lepas begitu saja ? aku harus yakin dulu kamu tidak akan mengusik keluargaku ."


Sementara Novia yang berdiri di depan gerbang menyaksikan dari jauh, tak tahu apa yang mereka bicarakan dan pandangannya tak pernah lepas terus tertuju kearah Irwan dan wanita itu.


" Apa yang mereka bicarakan, kenapa Irwan terlihat sangat marah ?" gumamnya.


Hingga ketika Irwan mengangkat tangannya ingin menampar, Novia segera berlari kesana.


" Cukuup Wan hentikkaan !! Jangan kasar sama wanita."


Irwan menoleh kearah Novia, tangannya menggantung di udara sementara wanita itu mundur selangkah dan merapikan bajunya.


" Jangan ikut campur Vi, ini masalah keluargaku " wajah Irwan terlihat kesal menahan marah.


"Tapi dia wanita Wan, tenaganya lemah."


" Pergi dari sini Vi !!, jangan membuatku kalap " suara Irwan mulai meninggi wajahnya memerah. Novia berbalik dan melangkah meninggalkan tempat itu tak mau jadi pelampiasan kemarahan suaminya.


" Terserah ! Lakukan saja sesuka kalian." gerutunya sambil terus berjalan memasuki gerbang.


Tampak Camillah yang duduk sendirian dengan wajah bingung menunggu ibunya.


Novia lalu berjalan mendekati Camillah, " mah katanya mau jenguk kakek ?"


" Oh iya mama lupa, kakek sekarang sedang istirahat belum bisa di ganggu besok saja ya."


" Iya " jawabnya singkat.


" Sudah sore, ayo kita mandi " Novia menarik tangan Camillah masuk ke dalam. Setelah mandi Camillah sudah tampak rapi dengan pakaian yang bersih sama halnya dengan Novia.


Ketika Novia menemani Camillah bermain, terdengar suara jeritan dari rumah mertuanya.


" Sudaahh Wan, habis barang - barang mamaa !!


" Aku benci keluarga inii !!" teriak Irwan sambil melepar barang yang ada di dekatnya.


" Ada apa lagi ini."

__ADS_1


Novia segera berdiri dan mengintip dari balik tirai, tangan dan kakinya gemetar sampai bergidik ngeri melihat Irwan yang mengobrak - abrik isi rumah bahkan kaca jendela pun tak luput dari amukannya hingga pecah.


Dengan kaki yang masih gemetar Novia menghampiri Camillah yang menatap kearahnya seakan meminta jawaban dengan suara yang mereka dengar.


Dia menarik Camillah ke dalam pelukannya lalu mencium puncak kepala anaknya.


" Itu suara apa mah ? Kenapa nenek menjerit " Camillah meminta penjelasan dari ibunya.


" Stts bukan apa - apa, itu suara TV nenek sedang nonton film perang " jawabnya asal, Camillah lalu mengangguk dan Novia pun menghela napas lega.


Beberapa saat kemudian kembali hening, tak ada lagi terdengar suara apapun.


" Kenapa tiba- tiba sepi jangan - jangan ? Ah semoga tidak terjadi apa - apa" Novia berusaha mengusir pikiran jahat di kepalanya, lalu dia melepas pelukannya dan membelai wajah mungil Camillah.


" Ayo nak kita siap - siap shalat maghrib " sambil beranjak berjalan masuk ke kamar di ikuti Camillah.


Setelah selesai dengan semua aktifitasnya Novia mengajak Camillah tidur, tubuhnya juga sangat lelah dia ingin beristirahat.


Tak lama, Camillah sudah terlelap di samping Novia dia pun mulai menutup mata tapi tiba - tiba pintu di ketuk.


Novia melirik jam di atas meja " Jam setengah sepuluh, siapa yang bertamu begini ? Gumamnya lalu turun dari tempat tidur. Dia melangkah keluar dan menyalakan lampu kemudian berjalan mendekati pintu.


" Siapa ?" ingin tahu siapa yang bertamu selarut ini.


" Vi buka pintu, ini tante Lili ( adik perempuan bu Mini ).


Novia segera membuka pintu dan Lili langsung menerobos masuk, kepalanya celingak celinguk seperti mencari sesuatu.


" Dia belum pulang tante, ada apa ?"


" Sttts pelankan suaramu, nanti mertuamu dengar." Novia hanya tersenyum melihat tingkah tante Lili.


Tanpa di persilahkan Lili langsung duduk dan menarik tangan Novia mendekat dan duduk di sebelahnya.


" Vi tante mau tanya, tadi kamu melihat seseorang datang ke rumah mertuamu ?"


" Iya tadi ada seorang wanita yang datang, tapi langsung di usir dan sempat bertengkar dengan Irwan."


" Lalu apa yang terjadi setelahnya ?" tanya tante Lili penuh semangat.


" Irwan ngamuk tante, semua perabotan di banting dan kaca jendela juga jadi korban."


Sejenak keduanya diam dalam pikiran masing - masing lalu Novia kembali bertanya.


" Siapa sebenarnya wanita itu apa tante mengenalnya ?" dia mencoba mengorek informasi dari tante Lili.


" Vi, wanita itu adalah selingkuhan mertuamu " jawab tante Lili lalu mengepalkan tangannya.


" Dia itu seorang guru di salah satu sekolah swasta, mereka sudah lama menjalin hubungan " sambungnya lagi.


" Astaghfirullah " Novia menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena terkejut.

__ADS_1


" Pantas saja Irwan tadi begitu murka, ternyata itu selingkuhan papa." gumamnya dalam hati.


" Plaakk, kamu yaa sempat - sempatnya melamun. Tante Lili menepuk punggungnya.


" Ah tante bikin kaget, aku cuma tidak habis pikir kenapa wanita itu berani ya datang kesini ?"


" Orang seperti itu sudah hilang rasa malunya."


" Vi, sekarang kamu tahu kan seperti apa ayah mertuamu itu makanya ibu mertuamu sering marah dan emosi."


Novia langsung teringat semua perlakuan ibu mertuanya selama ini.


" Vi, tante harap kamu bisa memaklumi sikap mertuamu mungkin pernah menyinggung perasaanmu " nada suara tante Lili terdengar sendu.


" Iya tante, aku memaklumi selama itu tidak menyangkut orang tua dan keluargaku."


" Oh iya satu lagi, tante mohon mertuamu jangan sampai tahu tante kesini dia bisa marah besar tante takut kamu yang jadi sasarannya."


" Iya tante, dijamin pasti aman" jawab Novia sambil tersenyum ke arah Lili.


" Baiklah tante pulang dulu, ini sudah larut kamu harus istirahat."


Kemudian tante Lili beranjak dan melangkah keluar di ikuti Novia yang menutup pintu setelah tante Lili menjauh.


Setelah menutup pintu, Novia mematikan lampu dan masuk ke kamar lalu beristirahat karena besok dia harus bangun pagi.


Keesokkan paginya Novia terbangun, dia menoleh ke samping tempat biasanya Irwan tidur tapi kosong artinya suaminya tidak pulang semalam.


" Kemana dia, apa seperti ini setiap kali orang tuanya bertengkar ? Sungguh mereka benar - benar mereka tak bisa jadi panutan " gumamnya lalu beranjak bangun untuk shalat subuh.


Selesai shalat, seperti biasa Novia menyiapkan sarapan dan bekal Camillah ke sekolah lalu mandi, kemudian dia membangunkan Camillah.


" Ayo sarapan dulu nak, baru berangkat sekolah."


" Iya, siapa yang mengantarku ke sekolah ?"


" Mama yang antar Camillah, setelah itu mama berangkat kerja "


" Kalau mama belum sempat menjemput, minta tolong sama ibu guru yang mengantar Camillah pulang ya " Novia memberi pesan pada Camillah khawatir terlambat menjemputnya nanti.


" Ayo kita berangkat sekarang " lalu membawa tas Camillah dan membuka pintu.


Saat membuka pintu Novia terkejut, Irwan yang muncul di depan pintu dia mundur dua langkah sambil memegang dadanya.


" Biar aku yang mengantar Camillah, kamu langsung berangkat saja kerja " kemudian mengambil tas Camillah di tangan Novia.


" Semalam tidur dimana, kamu tidak kerja hari ini ?" sambil menatap dan memberi pertanyaan beruntun untuk suaminya.


" Dari rumah Ina tua nginap disana, malas hari ini aku mau istirahat."


" Ya sudah, ayo kamu antar Camillah dan aku berangkat kerja." Mereka lalu berjalan beriringan berpisah di gerbang dan berangkat ke tujuan masing - masing.

__ADS_1


__ADS_2