Fitnah Berbuah Karma

Fitnah Berbuah Karma
Lulus


__ADS_3

Part 17


Irwan tergesa-gesa turun dari mobil, siang itu dia bergegas pulang ke rumah ingin segera bertemu istrinya.


"Vi..Viii" tanpa mengucapkan salam Irwan tergopoh-gopoh masuk ke rumah mencari keberadaan istrinya.


Mendengar suara suaminya memanggil Novia buru-buru keluar karena tidak seperti biasanya Irwan seperti itu.


"Eh ada apa ? kenapa teriak-teriak" Novia menghampiri suaminya.


Tanpa menjawab Irwan langsung memeluk istrinya "kamu lulus sayang, lihat ini " dia menyodorkan surat kabar pada istrinya dan langsung disambar oleh Novia.


Dengan teliti Novia membaca satu per satu nama yang tertera di kolom pengumuman, dan ketika dia menemukan namanya seketika Novia menjerit histeris dan melompat kegirangan.


Mendengar suara berisik anak dan menantunya pak Wahyu dan bu Ratih pun keluar dari kamar.


"Ada apa ini kenapa berisik sekali ?" bu Ratih menghampiri Novia di ikuti pak Wahyu yang mengekori istrinya.


"Ii..ii..inii mah" Novia menyodorkan surat kabar ke tangan ibunya.


Sementara bu Ratih masih kebingungan tiba-tiba pak Wahyu merebut surat kabar itu kemudian membaca Head Line lalu ke kolom pengumuman dan menemukan nama Novia tertera di situ.


Tangan Pak Wahyu gemetar dia melangkah perlahan menghampiri putrinya lalu memeluk Novia "kamu akan hidup bahagia" bisiknya ditelinga Novia sambil terus mengusap punggung Novia.


Bu Ratih yang melihat adegan itu akhirnya paham apa yang terjadi dan tak sanggup membendung air matanya, tak ada satu pun kata yang mampu dia ucapkan.


Suasana seketika menjadi haru biru, ditambah lagi Camillah yang terus memeluk kaki Novia dan mendongakkan wajahnya membuat Novia tersadar kehadiran anaknya lalu menggendongnya.


Setelah mendengar pengumuman yang menggembirakan itu mereka melanjutnya perbincangan di ruang keluarga.


Novia memilih ke dapur dilihatnya ada beberapa buah pisang yang sudah masak akhirnya berinisiatif menggorengnya disajikan dengan teh hangat.


"Vi, setelah ini mungkin akan diumumkan lagi penempatan tempat tugas" ucap pak Wahyu.


"Iya pah sepertinya begitu, semoga tempat tugasnya bisa dijangkau dengan roda dua" jawab Novia.


Lama berbincang tak terasa hari sudah sore, Camillah yang sedari tadi tertidur di sofa akhirnya terbangun.


Irwan menggendong Camillah di ajaknya bermain sambil menunggu Novia membereskan piring dan gelas bekas teh lalu mencucinya.


Dirasa semuanya sudah beres, Novia keluar mengajak Camillah mandi.


"Millah sayang sudah sore ayo mandi" titahnya

__ADS_1


Camillah berlari kearah ibunya dan Novia pun memandikan putrinya, setelah selesai Novia memakaikan pakaian Camillah dia memanggil suaminya untuk menemani Camillah lalu Novia bergegas mandi.


Novia keluar dari kamar dan menghampiri suami dan anaknya.


"Ayo Wan mandi, sekarang giliranmu" ucapnya lalu duduk disamping Camillah yang sibuk dengan mainannya. Irwan beranjak lalu berjalan masuk ke kamar dan mandi.


Malam harinya setelah makan malam, Novia sibuk merapikan berkas-berkasnya lalu dipilah-pilah dirasa berkas yang penting dimasukkan ke dalam tas khusus dokumen.


"Vi, Millah sudah ngantuk itu" ucap Irwan sambil melirik Camillah yang sudah mengucak matanya.


Novia menoleh kearah anaknya "oh astaga maafkan mama sayang terlalu sibuk" lalu menghampiri anaknya.


"Ayo nak, ganti baju dan gosok gigi dulu ya baru kita bobo" ajaknya dan langsung menggendong Camillah.


Novia lalu membaringkan Camillah dan dia juga ikut berbaring, karena terlalu capek Novia pun ikut terlelap sedangkan Irwan sudah lebih dulu tertidur saat Novia dikamar mandi.


Keesokan paginya, Novia kembali dengan aktifitasnya seperti biasa menyiapkan sarapan dan mengantar suaminya ke depan.


Sebelum Irwan naik ke mobil "Vi, aku mampir ke rumah mama sebentar mau mengabari mereka tentang kelulusanmu" ucapnya.


"Iya" balas Novia lalu dia mencium tangan suaminya dan Irwan pun naik ke mobil menghidupkan mesin dan mobil perlahan melaju.


Novia masuk ke dalam, karena Camillah belum bangun akhirnya Novia memutuskan mengambil pakaian kotor dan mencucinya.


"Assalamualaikum" ucap Irwan lalu masuk.


"Wa'alaikumussalam" jawab bu Mini sambil berjalan ke luar.


"Mana papa" tanyanya.


"Papamu dikamar, sudah dua hari ini sakit bronkhitisnya kambuh lagi" jawab bu Mini.


Irwan pun langsung masuk ke dalam, didapatinya Pak Ahmad, Irwan tak ingin mengganggu istirahat ayahnya lalu melangkah keluar menemui ibunya.


"Sudah ke Dokter ?" tanya Irwan.


"Belum, kamu kan tahu kami belum punya uang" jawab bu Mini.


"Lalu setoranku yang masuk setiap harinya kemana ?" tanya Irwan lagi.


Bu Mini menghela napas panjang " habis untuk bayar cicilan lising, surat mobil itu kan digadai" jawab bu Mini lagi sambil tertunduk lesu.


Irwan tak tahu lagi harus berkata apa dia terdiam sejenak lalu kembali berkata "Novia lulus testing pegawai".

__ADS_1


Tak ada respon apapun dari bu Mini, dan Irwan sedikit kecewa dengan reaksi ibunya.


"Hmm aku berangkat dulu" Irwan memilih berpamitan dan dibalas anggukan ibunya. Irwan pun berlalu menuju mobilnya dan meninggalkan rumah orang tuanya.


Sepanjang perjalanan, Irwan terus berpikir dengan jalan hidup orang tuanya jujur dia iri melihat keharmonisan orang tua Novia, sangat berbeda jauh dengan kehidupan orang tuanya yang selalu dipenuhi konflik.


Malam ini Irwan pulang terlambat, sengaja dia berkunjung ke rumah nenek dan kakeknya sekedar ingin menghibur diri.


Novia mulai gelisah karena suaminya belum pulang, bayangan masa lalu itu kembali berputar di memorinya.


" Irwan kemana ? Sekarang sidah jam sepuluh, jangan - jangan dia main api lagi di belakangku " gumamnya.


" Astaghfirullah " ucapnya menyadari apa yang dia ucapkan tentang suaminya.


Tak lama suara deru mesin mobil masuk, Novia tersadar dari lamunannya dan bergegas beranjak keluar membuka pintu.


Irwan turun dari mobil dan berjalan lesu, Novia yang melihat kondisi suaminya semakin curiga tapi dia memilih menahan diri untuk tidak bertanya lebih dulu dan menunggu pengakuan suaminya.


"Assalamualaikum" ucap Irwan sambil terus melangkah menuju kamar melewati Novia yang berdiri di pintu.


"Wa'alaikumussalam" jawab Novia lalu menyusul suaminya masuk.


"Mau makan dulu atau mandi dulu" ucap Novia yang berusaha menenangkan diri.


"Mau mandi, tadi aku sudah makan malam di rumah ina tua (panggilan pada neneknya)".


"Oh kamu dari sana ? tumben " balas Novia yang mulai penasaran.


"Iya mau curhat" ucapnya lagi.


"Memangnya ada masalah apa ? " jiwa kepo Novia mulai kambuh.


"Tadi pagi waktu mampir ke rumah mama untuk mengabari kelulusanmu, begitu aku sampai disana malah disambut dengan keadaan papa yang sakit dan respon mama yang dingin" ucapnya sambil menatap Novia.


"Trus sudah periksa ke Dokter ? " tanya Novia lagi


"Belum, katanya tidak punya biaya" kali ini Irwan menjawab dengan suara tertahan.


"Kamu kan setiap hari menyetor ke sana "..


"Nah itu yang bikin pusing, uangnya dipakai untuk cicilan lising karena mobil ini sudah digadai" jawab Irwan.


Novia pun jadi ikut bingung mendengar penjelasa n suaminya dan terdiam tak bisa berkata-kata lagi.

__ADS_1


"Ya sudah, kita istirahat dulu besok baru dipikirkan solusinya bagaimana" ucap Novia berusaha menghibur suaminya karena Irwan pasti merasa sedih dengan keadaan orang tuanya.


__ADS_2