
Part 24
Hari ini, Novia akan berkunjung ke tempat tugasnya yang baru. Dia meminta Irwan mengantar Camillah ke sekolah agar karena dia ingin berangkat lebih pagi.
Selesai mandi Novia lalu memakai baju yang rapi, Novia berdiri di depan cermin " bajuku sudah mulai sempit, sepertinya aku harus membeli dress khusus ibu hamil " gumamnya.
Kemudian Novia masuk ke dapur memastikan kompor, pintu dan jendela aman. Lalu dia masuk lagi ke kamar mengambil berkas dalam lemari.
Di pandanginya berkas itu dan tersenyum "Bismillah " gumamnya, kemudian dia melangkah keluar lalu menutup pintu dan menguncinya.
Sebelum berjalan menuju gerbang, Novia melirik kearah rumah mertuanya. " Hmm Alhamdulillah " ucapnya lega sambil terus melangkah.
Entah kenapa, dia begitu enggan bertemu mertuanya bahkan hanya sekedar bertemu pandang, rasanya tak ingin mendengar ocehan - ocehan sinis yang keluar dari bibir bu Mini.
Novia sengaja berjalan sedikit menjauh dari rumah agar tak di lihat oleh mertuanya.
Tak lama Novia berdiri akhirnya sebuah mobil angkutan umum mendekat, dia pun melambaikan tangan dan mobil itu berhenti Novia bergegas naik dan mobil pun kembali jalan.
Hanya butuh waktu lima menit Novia sudah tiba di tempat tujuan, dia turun dan membayar ongkos angkutan itu.
Setelah mobil itu berlalu, perlahan Novia melangkah masuk ke halaman sekolah pandangannya menyapu seluruh bangunan di sekitarnya.
Tampak siswa sudah ramai berdatangan, ada yang di antar orang tua, ada pula yang datang sendiri.
Novia terus melangkah kearah bangunan, di lihatnya tampak seorang wanita paruh baya yang sibuk mengatur beberapa orang siswa.
Novia kemudian berjalan mendekat, menyadari kehadiran Novia wanita itu pun menoleh dan tersenyum.
" Eh Novia ya " ucapnya sambil mengulurkan tangan.
Tanpa ragu Novia menyambut uluran tangan itu untuk bersalaman.
" Iya " balas Novia seraya membalas senyuman wanita itu.
Novia tertegun, rupanya wanita ini mengenalnya.
" Saya Ratna kenal baik dengan orang tuamu " ucapnya.
Novia hanya mengangguk.
" Ada keperluan apa biar saya bantu " bu Ratna menawarkan bantuan.
" Eh saya mau bertemu kepala sekolah " jawabnya.
"Oh mari saya antar ke ruang guru, kebetulan kepala sekolah belum datang kamu bisa menunggu di ruang guru ".
Mereka lalu berjalan beriringan menuju ruang guru, tiba di pintu bu Ratna pun berkata lagi " silahkan masuk, maaf saya tidak bisa menemani karena hari ini jadwal piketku " ucapnya.
" Iya terima kasih bu " balas Novia.
" Sebentar lagi kepala sekolah dan guru yang lain datang saya tinggal dulu ya " pamitnya dan berlalu meninggalkan Novia.
Sesuai perkiraan bu Ratna, tak lama satu per satu guru mulai berdatangan.
" Assalamu'alaikum " terdengar seseorang mengucap salam.
" Wa'alaikumussalam " jawab Novia lalu menoleh ke sumber suara.
__ADS_1
Novia terkejut " heii Diana kamu tugas di sini ? " ucap Novia dan langsung bangkit.
" Eh Novia, iya baru seminggu yang lalu aku pindah kesini " jawabnya dan merangkul Novia.
Diana lalu menarik tangan Novia " sini Vi, duduk di sini " ucapnya
Novia hanya bisa menuruti dan mengikuti dari belakang.
Mereka lalu duduk dan mulai berbincang hangat karena lama baru berjumpa.
" Aku mau bertemu kepala sekolah, apa beliau ada ?" tanya Novia.
" Belum datang Vi, mungkin sebentar lagi kamu ada urusan apa sama kepala sekolah ?"
" Aku mau melapor, dan menyerahkan surat tugas ku " jawab Novia sambil menyodorkan sebuah map pada Diana.
Diana pun menyambut map itu kemudian membuka dan membaca isinya lalu menatap ke a rah Novia. " Kamu mutasi ke sini Vi ? " tanya Diana menyelidik.
" Ya seperti yang kamu baca isi di dalam surat tugas itu " jawab Novia.
" Bagus Vi, kamu pasti nyaman di sini, orang - orangnya juga baik " ucap Diana lagi.
Di sela perbincangan mereka, orang yang di tunggu Novia akhirnya datang.
" Vi, itu kepala sekolah sudah datang aku tinggal dulu ya ke kelas ".
" Iya " jawab Novia.
Diana pun bergegas pergi, sebelum masuk ke kelasnya Diana menghampiri kepala sekolah yang sedang berbincang dengan salah seorang guru.
Entah apa yang mereka bicarakan tampak Diana menunjuk ke arah ruang guru dan di ikuti arah pandangan kepala sekolah.
Novia gugup, " eh wa'alaikumussalam " jawabnya dan tersenyum ke arah sumber suara.
Seorang Pria yang berpakaian rapi, maskulin, dan berwibawa masuk menghampiri Novia.
" Kata bu Diana, ibu mencari saya " ucapnya.
" Eh bapak kepala sekolahnya ?" tanya Novia.
" Iya, mari masuk ke ruangan saya " ucapnya lalu melangkah masuk ke ruangannya.
Novia pun mengikuti langkah kepala sekolah dari belakang.
" Silahkan duduk "
" Iya terima kasih pak " jawab Novia berusaha menghilangkan rasa gugupnya.
Setelah duduk, Novia menyodorkan map berisi surat tugas itu di atas meja.
" Maaf bisa perkenalkan nama dulu,dan tujuannya apa " sindir kepala sekolah.
" Eh maaf pak, saya Novia Andini mau melapor pada bapak bahwa saya di mutasikan ke sini " jawab Novia gugup sambil meremas tangannya.
Kepala sekolah terkekeh " hehe rileks saja bu jangan gugup begitu, saya Rizal Cahyadi kepala sekolah di sini ".
" Iya pak " jawab Novia.
__ADS_1
Pak Rizal membuka map itu lalu membaca isinya kemudian dia menutupnya lagi.
" Selamat datang bu Novia, selamat bertugas di tempat yang baru semoga betah dan nyaman di sini "
" Iya terima kasih pak, mohon bimbingannya ".
" Eh kebetulan kelas dua belum ada guru kelasnya, selama ini hanya guru honor yang mengisi kekosongan jadi saya harap bu Novia bersedia menjadi guru kelasnya."
" Baik pak dengan senang hati " jawab Novia penuh semangat.
" Baiklah untuk hari ini ibu boleh pulang lebih cepat untuk mempersiapkan kebutuhannya, besok ibu mulai masuk dan aktif seperti biasa".
" Iya terima kasih pak, kalau begitu saya pamit dulu " ucap Novia.
" Iya silahkan bu " jawab pak Rizal.
Novia pun keluar dari ruangan pak Rizal dan langsung berjalan keluar, begitu banyak rasa syukur Novia telah di beri kelancaran dan kemudahan segala urusannya.
Sambil menunggu angkutan umum, Novia melirik jam di pergelangan tangannya " jam sepuluh, sebentar lagi Camillah pulang sebaiknya aku langsung menjemputnya ".
Tak lama kemudian, angkutan umum yang di tunggu Novia mendekat, akhirnya Novia naik dan langsung menuju sekolah Camillah.
Tiba di sana anak - anak baru saja bubar, Camillah melihat ibunya di antara orang tua siswa yang menunggu anak mereka.
Dia pun berlari menghampiri ibunya, " mamaa " sapanya.
Novia merentangkan tangannya dan sedikit menunduk lalu memeluk anaknya.
" Anak gadis mama, ayo kita pulang " ucapnya.
" Iya mah, kita jalan kaki ya " sahut Camillah.
" Iya, rumah kita kan dekat " balas Novia.
Novia pun menggandeng tangan anaknya, mereka berjalan beriringan sambil bercerita banyak hal pengalaman Camillah di sekolah.
Sebelum memasuki gerbang rumah, lagi - lagi Novia melirik ke arah rumah mertuanya, untungnya pintu tertutup.
Novia bergegas melangkah ke arah rumahnya lalu membuka pintu dan mengajak Camillah masuk.
" Sayang ganti dulu baju seragamnya " titah Novia.
" Iya mah " jawab Camillah lalu membuka satu per satu pakaian seragamnya dan mengganti dengan baju yang telah di siapkan ibunya.
" Mama mau masak dulu ya, Milla jangan keluar main di situ " ucap Novia pada anaknya sambil menutup rapat pintunya.
Camillah menuruti perkataan ibunya, sambil menunggu ibu nya memasak dia asyik bermain dengan boneka kesayangannya.
Satu jam kemudian, Novia sudah selesai memasak dia lalu memgajak anaknya makan siang.
" Milla sayang, ayo makan dulu nak " ucapnya.
" Iya mah " Camillah lalu beranjak dan menghampiri ibunya yang sudah membawa sepiring nasi dan lauknya.
" Mau di suap atau makan sendiri " Novia memberi pilihan pada Camillah.
" Makan sendiri, Milla kan sudah besar mah dan mau punya dedek bayi " jawabnya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Camillah Novia terkekeh geli sungguh terdengar lucu di telinganya.
Selesai makan siang Novia mengajak Camillah tidur siang, dan mereka pun tertidur lelap di siang itu.