
Part 14.
Sesuai rencana aqiqahpun dilaksanakan,semua keluarga hadir termasuk ke empat kakak Novia mereka begitu antusias menyambut anggota baru dalam keluarga mereka Eshal Camilla.
Sementara itu Irwan tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya, sebab hanya bu Mini sendiri yang datang menghadiri acara itu jujur Irwan malu dengan sikap keluarganya.
Dia berjalan menghampiri ibunya lalu berbisik "Mah, mana yang lain kenapa tidak datang ?" tanya Irwan.
Dan disahuti bu Mini "papa lagi sibuk, adik-adikmu juga punya acara sendiri."
"Cckkkk, alasan" balas Irwan dengan wajah kesal.
Irwan berlalu meninggalkan ibunya, baginya alasan itu terlalu klasik didengar.
Acara pun selesai dan berjalan dengan lancar, lalu bu Mini berpamitan pulang tapi Irwan tak berniat mengantar ibunya pulang masih tersisa rasa kesal dihatinya.
Sore harinya, saudara-saudara Novia juga berpamitan pulang dan rumah pun kembali lengang seperti biasa.
Novia sibuk membereskan ruangan dan merapikan kado dari tamu undangan yang datang belum berniat untuk membukanya karena terlalu lelah,dirasa semuanya sudah rapi dan kembali seperti semula mereka pun membersihkan diri dan beristirahat.
Hari berlalu, waktu cuti Novia sudah habis dan usia Camilla sekarang enam bulan tentu sudah waktunya diberi MP ASI.
Tentu kesibukkannya semakin bertambah, sebelum berangkat kuliah Novia harus menyiapkan makanan dan segala kebutuhan Camilla ketika ditinggal dan diasuh langsung oleh bu Ratih dan pak Wahyu.
Novia tak mau orang tuanya kelelahan karena itu dia harus menyiapkan segala sesuatunya.
Dan sesuai target Novia, semua mata kuliahnya sudah selesai karena Novia hanya mengambil Diploma dua, sekarang usia Camilla dua setengah tahun untuk anak usia tersebut tentu sangat aktif dan orang tua Novia sudah mulai kewalahan.
"Mah, Camilla sekarang semakin aktif pasti mama dan papa kewalahan bagaimana kalau Camilla dititip dulu sama mertuaku" ucap Novia.
"Asalkan mertuamu tidak keberatan mama dan papa setuju-setuju saja" balas bu Ratih.
Novia tak tega melihat orang tuanya dan akhirnya memutuskan menitipkan Camilla pada mertuanya ketika ditinggal ke kampus menyelesaikan urusan perkuliahannya.
Hari ini Novia sengaja berangkat lebih pagi karena harus menitipkan Camilla dulu ke neneknya.
Setibanya di rumah pak Ahmad, Novia turun dan menggendong Camilla, sedangkan Irwan menenteng tas yang berisi semua kebutuhan Camilla mulai dari makanan, baju ganti, dan botol susu.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam" balas bu Mini yang memang pagi itu sedang duduk diteras.
"Mah boleh kami titip dulu Camilla, hari ini Novia mau mengurus persyaratan wisuda" ucap Irwan.
__ADS_1
"Boleh dong kan Camilla cucu mama" sambil mengulurkan tangan mengambil Camillah dari gendongan ibunya.
Untungnya Camilla tipe anak yang gampang berinteraksi jadi bu Mini lebih mudah membujuknya.
"Ini tas di dalamnya semua kebutuhan Camilla" Irwan menyodorkan tas.
"Ayo Vi kita berangkat nanti terlambat" sambil berlalu melangkah menuju mobil.
"Kami berangkat dulu mah, Mila sayangg jangan rewel ya ditinggal mama pergi sebentar" Novia membelai rambut dan mencium pipi Camilla.
"Mamaa tut" (mama ikut) Camilla menjulurkan tangannya kearah Novia..tanpa menjawab Novia bergegas berjalan meninggalkan Anak dan mertuanya naik ke mobil dan melambaikan tangan lalu mobil melaju pergi.
Setelah selesai dengan urusannya Novia buru-buru pulang tak sabar ingin bertemu anaknya. Mereka pun pulang lalu menjemput Camilla.
"Bagaimana Camilla mah apa dia rewel waktu ditinggal" tanya Irwan.
"Tidak, tapi anakmu sangat aktif, banyak tingkahnya yang bikin mama gemas" balas bu Mini sambil menoel pipi gembul Camilla.
Sedangkan Camilla begitu melihat Novia langsung berjalan mendekat kearah ibunya.
"Mamaa, mamaa" Novia langsung menyambut buah hatinya lalu menggendong dan menciumnya.
"Uh anak mama rindu yaa, baru ditinggal sebentar"ucapnya.
"Iya sebentar yaa" Novia masuk ke dalam rumah dan membuat susu untuk anaknya.
Setelah Camilla selesai minum susunya, Irwan membereskan perlengkapan Camilla dan mereka pamit pulang.
"Mah kami pamit pulang dulu, Camilla salim sama nenek nak" titah Irwan pada anaknya.
"Tataa nene (dada nenek) Camilla melambaikan tangannya.
Tak lama mereka pun tiba dirumah, bu Ratih yang mendengar suara mobil bergegas keluar menyambut cucunya.
"Cucu ina ( nsnek ) sudah pulang" ucap bu Ratih.
Camilla yang berada digendongan Novia langsung meluncur turun dan berlari mendengar suara neneknya. Hubungan nenek dan cucu ini sangat dekat sebab sejak bayi bu Ratihlah yang mengasuh Camilla.
Sama halnya dengan Pak Wahyu, hanya saja karena pak Wahyu memiliki riwayat penyakit jantung jadi lebih mudah lelah jika bermain bersama Camilla.
"Assalamualaikum mah"
"Waalaikumussalam" balas bu Ratih.
__ADS_1
"Papa mana" tanya Novia karena tak melihat ayahnya.
"Di kamar, papa tadi sesak lagi" ucap bu Ratih.
Novia langsung bergegas masuk ke kamar ibunya, dilihatnya Pak Wahyu sedang tertidur dia khawatir dengan kesehatan ayahnya yang akhir-akhir ini sering kambuh.
Bu Ratih menyusul Novia ke kamar, mendengar suara langkah ibunya Novia berbalik.
"Mah, kenapa akhir-akhir ini papa sering kambuh ? jangan-jangan kelelahan karena menjaga Camilla mah" ucap Novia.
"Papa itu beberapa hari ini lagi mengurus kebun yang dibelakang itu, katanya mau menanam cabai"balas bu Ratih tak ingin Novia merasa bersalah.
Karena memang faktanya akhir-akhir ini pak Wahyu disibukkan dengan mengurus kebunnya.
"Ya sudah, biar papa istirahat dulu, mama juga jangan sampai kecapean juga ya" ucap Novia.
"Sini nak sama mama, ina ( nenek ) mau istirahat" lalu mengambil Camilla digendongan ibunya.
Novia masuk ke kamarnya disusul Irwan yang juga baru masuk ke dalam rumah.
"Wan, sakit jantung papa tadi kambuh" nada suara Novia terdengar khawatir.
"Mungkin papa sudah berhenti ke Dokter, harusnya kan rutin setiap sepuluh hari sekali jadwalnya" ucap Irwan.
"Iya ya jangan-jangan papa sudah berhenti berobat" balas Novia lagi.
"Semoga urusanku cepat selesai, biar aku bisa fokus menemani papa kontrol kesehatan ke rumah sakit" ucap Novia.
"Ya sudah, itu anaknya main apa Vi ?" Irwan menunjuk kearah Camilla yang asyik menumpahkan isi minyak kayu putih ke lantai.
"Astaghfirullah, jerit Novia dan langsung berlari kearah anaknya.
Irwan hanya terkekeh, "ya Allah sayaang minyak kayu putih semua tumpah" oceh Novia pada anaknya
Sedangkan si pelaku Camilla hanya tersenyum girang melihat mimik wajah ibunya.
"Vi, lain kali jangan sampai lepas kontrol sama Camilla, anakmu ini terlalu aktif takutnya nanti melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya" kali ini nada suara Irwan lebih serius.
"Iya" jawab Novia
"Wan tolong di gendong dulu Camilla, aku mau bereskan kekacauan ini" pinta Novia.
Lalu Novia membersihkan lantai dan barang yang di bongkar Camilla, setelahnya Novia memandikan Camilla dan beristirahat.
__ADS_1
Malamnya Novia kembali mengecek keadaan papanya, dan perasaannya sedikit lega karena Pak Wahyu sudah membaik.