Fitnah Berbuah Karma

Fitnah Berbuah Karma
Topeng


__ADS_3

Part 23


Setelah beberapa hari menenangkan diri di rumah orang tuanya, Novia kembali ke rumahnya. Rasanya berat jika harus pulang ke rumah itu, tapi apa daya dia harus mengikuti kemana pun suaminya pergi sebagai bentuk baktinya.


Seperti halnya pagi ini, baru saja Novia keluar hendak menjemur pakaian tiba - tiba bu Mini muncul muncul dari balik pintu.


" Dari mana kalian beberapa hari ini rumah kosong ?" pertanyaan dengan nada sinis dari bu Mini.


" Kangen sama ina ( nenek ) dan tatanya ( kakek ) Milla, makanya tiga hari nginap di sana" sahut Novia sambil mengibas pakaian lalu menjemurnya.


Tanpa memberi jawaban bu Mini berlalu meninggalkan menantunya.


Novia menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas masuk ke rumah, dia tak ingin berlama - lama di situ sebisa mungkin dia menghindar demi menjaga kewarasannya.


Beberapa hari berlalu, Perjuangan pak Wahyu membuahkan hasil, Novia akhirnya mendapat rekomendasi pindah tempat tugas.


Mendengar itu hati Novia sedikit lega. Untuk mengabari itu pak Wahyu sengaja mengunjungi rumah anaknya.


Tok..tok


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumussalam " mendengar suara ayahnya Novia bergegas membuka pintu.


" Papa, masuk " ucapnya lalu meraih tangan ayahnya dan menciumnya.


Pak Wahyu melangkah masuk di ikuti Novia di belakang kemudian mereka duduk.


Hening sejenak...


" Milla kemana ?" pak Wahyu menanyakan cucunya.


"Tidur pah, tadi kecapean pulang sekolah " jawab Novia.


Pak hanya mengangguk mendengar jawaban Novia lalu menyerahkan sebuah map yang berisi berkas mutasi.


" Ini berkasnya, Alhamdulillah pengurusannya berjalan lancar sesuai harapan ".


Novia meraih map dan membukanya kemudian membaca isi surat Mutasi itu dengan tersenyum.


" Alhamdulillah, terima kasih pah " ucapnya lalu memeluk tubuh ayahnya.


" Iya, laksanakan tugasmu dengan sebaik - baiknya karena itu amanah " balas pak Wahyu sambil mengelus punggung anaknya.


Novia melepaskan pelukannya " papa mau minum apa ?" tanya Novia.


" Tidak usah repot - repot papa cuma sebentar, kasian mama sendirian di rumah ."


" Ya sudah papa pamit dulu, salam sama Milla " jawab pak Wahyu sambil beranjak dan melangkah keluar di ikuti Novia.


Novia mengantar ayahnya sampai ke teras dan pak Wahyu berjalan ke arah mobilnya, Novia terus menatap punggung ayahnya sampai menghilang masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah Novia.


Tanpa Novia sadari, ada sepasang mata yang mengawasinya dari balik jendela siapa lagi kalau bukan bu Mini.


" Mau apa pak Wahyu kesini, apa yang di bawanya tadi ?" gumamnya kemudian menutup kembali tirai jendela.


Novia masuk ke dalam membaca kembali isi berkas itu, " Alhamdulillah sekolah ini jaraknya dekat dari sini " gumamnya lalu menyimpan berkas itu ke dalam lemari kemudian berbaring di samping Camillah dan dia pun ikut terlelap.


" Mama bangun " Camillah menepuk bahu ibunya, Novia mengerjap dan menatap Camillah di depannya.


" Maaf mama ketiduran sayang, sudah sore ya " jawabnya lalu bangun.


"Kita mandi dulu ya sebentar lagi papa pulang " ucapnya sembari mengambil handuk untuk anaknya.


Novia melangkah menuju kamar mandi dan di ikuti Camillah, selesai memandikan Camillah dia pun membersihkan rumah lalu mandi bersiap menyambut suaminya pulang.


Tak lama suara deru mobil masuk ke halaman, Camillah yang sedang bermain di ruang tamu langsung bangkit. " Papa pulang mah " ucapnya.

__ADS_1


" Iya, kita tunggu di sini ya " jawabnya.


Irwan mematikan mesin lalu turun dan berjalan masuk ke rumah orang tuanya.


" Assalamu'alaikum " ucapnya sambil terus melangkah masuk ke dalam.


" Wa'alaikumussalam " jawab bu Mini.


" Mah setoranku hari ini " Irwan menyerahkan beberapa lembar uang kepada ibunya.


Bu Mini meraih uang itu kemudian menatap ke arah Irwan " Wan, tadi siang mertuamu kesini dan membawa sesuatu " ucapnya.


" Apa itu ?" tanya Irwan.


" Mana mama tahu ?! Tanya istrimu " balasnya sinis.


"Oh, nanti aku tanya Novia " sahut Irwan santai lalu berbalik dan berjalan keluar.


Irwan melangkah menuju rumahnya, dia penasaran dengan ucapan mamanya barusan.


" Assalamu'alaikum " ucapnya sambil melangkah masuk.


" Wa'alaikumussalam " sahut Novia dan Camillah serentak.


Lalu Camillah berlari ke arah Irwan.


" Papa pulang " ucapnya sambil bergelayut manja.


Novia menghampiri suaminya dan meraih tangan Irwan dan menciumnya.


" Makan atau mau mandi dulu ".


" Mandi dulu, gerah seharian " jawab Irwan.


Novia bangkit dan berjalan masuk menyiapkan handuk dan pakain bersih untuk suaminya, kemudian kembali menemani Camillah bermain.


" Vi, tadi papa kesini ya ?" tanya Irwan.


Bukannya menjawab, Novia mengernyit heran kenapa suaminya bisa tahu.


"Iya, kamu tahu dari mana papa kesini ?" tanya Novia.


" Barusan aku menyetor kata mama, mertuamu tadi kesini " jawabnya mengulangi ucapan ibunya.


" Oh iya, papa tadi kesini membawa berkas mutasi " jawab Novia.


Dalam hati Novia berkata rupanya ibu mertuanya tadi melihat ayahnya datang, dan memberi tahu Irwan.


" Sudah ada hasilnya mutasi kemana ?" tanya Irwan.


Novia menyebutkan nama sekolahnya " dekat kok lima menit sampai " jawabnya sambil tersenyum.


" Syukur lah kalau begitu, waktu dan biaya jadi berkurang " jawab Irwan sambil menerawang mengingat setiap kali Novia ke tempat tugasnya yang jauh, juga butuh biaya yang banyak untuk transportasi.


" Iya bisa menghemat waktu dan biaya jadi bisa menabung kan untuk biaya persalinan dan aqiqah nanti " jawab Novia sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat mulai membesar.


" Hmm " jawab Irwan.


Tak terasa waktu terus berlalu mereka asyik berbincang hingga terdengar adzan maghrib.


" Sudah adzan, ayo nak kota shalat " ucap Novia lalu bangkit dan melangkah masuk di ikuti Camillah.


Satu hal yang sampai hari ini kadang membuat hati Novia sedih, Irwan tak pernah sekalipun tergerak hatinya untuk beribadah. Hanya pada saat tinggal bersama orang tuanya dulu Irwan sesekali ikut shalat berjama'ah.


Itulah alasan Novia menanamkan aqidah sejak dini kepada Camillah.


Selesai melaksanakan shalat, Novia tetap meluangkan waktu mengajari Camillah mengaji sembari menunggu waktu isya, kebiasaan ini rutin Novia lakukan.

__ADS_1


Karena tak mendengar suara suaminya, Novia melirik ke arah suaminya tampak Irwan tertidur di kursi. Dia menarik napas " hmm kebiasaan buruk " gumamnya dalam hati dan kembali fokus mengajari anaknya.


Adzan isya sudah berkumandang, Novia menghentikan kegiatannya dan mengajak Camillah shalat isya, setelah itu menyiapkan malam.


Novia menghampiri Irwan yang tertidur di kursi dan membangunkannya untuk makan malam.


" Wan, bangun makan dulu baru di lanjutkan lagi tidurnya " ucapnya sambil mengguncang tubuh suaminya.


Irwan bangun dan mengumpulkan kesadarannya, " jam berapa sekarang ?" tanya Irwan.


" Jam setengah delapan malam, makan dulu baru di lanjutkan lagi tidurnya Camillah sudah menunggu " jawab Novia.


Irwan mengucak matanya lalu bangkit dan berjalan ke dapur.


Selesai makan Novia membereskan semua piring lalu langsung mencucinya, sebab rencanya dia besok akan mengunjungi sekolah tempat tugasnya yang baru.


" Vi, aku keluar sebentar mau ke pos ronda ngobrol sama teman - teman disana ".


" Hmm asal jangan lupa waktu " jawab Novia tanpa menoleh ke arah suaminya.


Setelah semua kegiatannya selesai, Novia mengajak Camillah tidur.


" Sayang, ayo kita tidur besok harus bangun pagi " ucapanya.


Dan di jawab anggukan Camillah, mereka pun tidur hingga Novia tak tahu jam berapa Irwan pulang.


Keesokan paginya, Novia terbangun dan menyadari suaminya tak ada di tempat tidur, lalu dia beranjak berjalan keluar dan melihat rupanya Irwan tertidur di ruang tamu.


Seperti biasa dia langsung shalat subuh kemudian menyiapkan sarapan dan bekal Camillah.


Novia masuk ke kamar dan membangunkan Camillah.


" Sayang bangun sudah pagi, shalat subuh dulu " sambil mengusap - usap pipi Camillah.


Camillah menggeliat dan membuka matanya, " ayo sayang mama gendong " ucapnya lagi karena Camillah masih enggan bangun.


Di gendongnya Camillah ke kamar mandi untuk mencuci muka lalu menyuruh Camillah berwudhu.


Setelah Camillah selesai shalat, Novia memandikannya lalu memakaikan seragam sekolah.


Kemudian Novia menghampiri Irwan dan membangunkannya.


" Wan, bangun sudah pagi " ucapnya.


Irwan pun terbangun, Novia bergegas menyiapkan handuk dan pakaian bersih untuk suaminya.


" Ayo, semuanya sarapan dulu " titah Novia


" Wan, tolong antar Camillah ke sekolah ya aku mau mandi dan bersiap -siap mengunjungi sekolah tempat tugasku yang baru " ucap Novia


" Iya, Millah di antar papa yaa " sahut Irwan sambil melirik ke arah anaknya dan di jawab anggukkan Camillah.


Irwan keluar berjalan ke arah mobil di ikuti Camillah, tampak bu Mini dan pak Ahmad sedang duduk di teras rumahnya.


Melihat Camillah akan berangkat ke sekolah, bu Mini lalu menyapa cucunya " aiih cucuku sudah rapi mau ke sekolah " ucapnya sembari berdiri dan melangkah menghampiri Camillah.


" Salim dulu sama nenek " titah Irwan.


Bu Mini lalu mengulurkan tangannya kemudian di sambut Camillah.


" Milla ke sekolah dulu ya nek " ucapnya dan naik ke dalam mobil.


Lalu Irwan menutup pintu dan berputar ke arah pintu sebelah kemudian naik, menyalakan mesin.


" Kami berangkat dulu " pamitnya dan di balas anggukkan bu Mini.


Mobil perlahan bergerak meninggalkan bu Mini yang terus menatap kemudian berbalik melangkah kembali menghampiri suaminya.

__ADS_1


__ADS_2