Fitnah Berbuah Karma

Fitnah Berbuah Karma
Tanda Tanya


__ADS_3

Part 6.


Setelah mengobrol panjang lebar dengan bu Mini, pasangan itupun berpamitan pulang.


"Mah, kami pulang dulu nanti dikabari ke mama kalau mau ke dokter" ucap Irwan.


"Iya, semoga kandungannya sehat yaa" sambil mengelus perut Novia.


"Iya mah, makasih doanya" jawab Novia.


Sepanjang perjalanan pulang tampak wajah Novia terus tersenyum, dia tak sabar ingin segera tiba di rumah dan mengabari orang tuanya tentang kelulusannya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai, Irwan memarkir mobilnya digarasi dan mereka pun turun.


Novia membuka pintu rumah lalu mengucapkan salam.


"Assamualaikum"


"Wa'alaikumussalam" bu Ratih menjawab salam.


Novia menghampiri kedua orang tuanya yang sedang menonton TV lalu duduk disamping ibunya.


"Bagaimana hasil kelulusannya nak" tanya bu Ratih.


"Alhamdulillah Novia lulus mah pah" jawab Novia


"Alhamdulillah" jawab kedua orang tuanya.


Kali ini pak Wahyu yang bicara " banyak-banyaklah bersyukur atas nikmat Allah atas kemudahan dan kelancaran kehidupan kalian."


"Iya pah" jawab Novia dan Irwan.


"Sekarang kalian istirahatlah dulu, apa sudah shalat dzuhur ?" tanya bu Ratih.


" Iya sudah mah, tadi dirumah mama"jawab Irwan.


" Kami mampir sebentar untuk mengabari kehamilan Novia dan kelulusannya" jawab Irawan lagi.


Mereka pun beristirahat karena kelelahan, jarak dari kampus ke rumah mereka lumayan jauh menempuh satu setengah jam perjalanan.


Waktu terus berlalu, usia kandungan Novia sudah 20 minggu tapi dia masih nyaman melakukan aktifitas sehari-hari sebagai mahasiswi dengan banyaknya tugas kuliah.


Kadang dia merasa lelah, tapi tetap bertekad menyelesaikan kuliahnya tepat waktu mengingat biayanya besar, karena pada akhirnya orang tuanya yang membayar uang semester.


Sementara itu Irwan juga tetap dengan aktifitasnya yang biasa menjadi sopir, tapi akhir-akhir ini selalu pulang terlambat alasannya penumpang sepi jadi harus menambah waktu sampai malam.


Seperti halnya malam ini, Irwan belum juga pulang Novia sudah gelisah menunggu khawatir sesuatu terjadi dengan suaminya.


Sampai akhirnya Novia mendengar suara mobil suaminya masuk.


Tok..tok suara pintu diketuk.

__ADS_1


Novia bergegas membuka pintu.


"Assalamualaikum" ucap Irwan.


"Wa'alaikumussalam" jawab Novia.


Irwan langsung masuk ke dalam kamar disusul Novia, lalu mandi dan mengganti pakaiannya.


Novia memungut pakaian kotor suaminya dilantai dan memasukan ke dalam keranjang pakaian kotor.


"Makan dulu lalu shalat isya" ucap Novia.


"Sudah tadi di rumah mama" jawab Irwan yamg langsung berbaring dan tidur.


Entah memgapa perasaan Novia sedikit terusik dengan sikap suaminya yang tidak seperti biasanya.


Novia pun ikut berbaring disamping suaminya tanpa berkata-kata lagi lalu mencoba memejamkan matanya meski pikirannya melayang entah kemana.


Berhari-hari Irwan selalu pulang larut, tetapi Novia tak berani bertanya sampai suatu malam..


" Novia papa mau tanya, kenapa suamimu selalu pulang malam apa memang seperti itu jadi sopir angkutan umum ?" tanya pak Wahyu yang mulai melihat ada perubahan pada perilaku menantunya.


Novia terdiam, pikirannya berputar mencari jawaban.


"Hmm anu pah, sekarang kan penumpang sepi jadi Irwan harus keliling lagi mencari penumpang sampai malam biar setorannya cukup" jawab Novia sambil meremas tangannya.


"Lah, bukannya itu mobil orang tuanya kenapa harus dipaksakan soal setoran" jawab pak Wahyu seperti meragukan jawaban anaknya.


Naluri seorang ibu mulai terusik. Bu Ratih menatap dalam-dalam putrinya sedangkan Novia yang ditatap ibunya hanya bisa tertunduk.


"Vi, jaga baik-baik kandunganmu dan fokus kuliah kamu jangan banyak pikiran" tanpa menunggu jawaban Novia, bu Ratih beranjak meninggalkan anak dan suaminya.


Novia mematung dan merasa terharu mendengar ucapan ibunya.


Sudut hatinya teriris, tapi mencoba untuk tetap berpikir positif pada suaminya." pah aku masuk dulu sudah ngantuk" Novia berpamitan pada ayahnya.


Pak Wahyu hanya mengangguk.


Di kamar Novia memadamkan lampu duduk dalam kegelapan menunggu suaminya pulang.


Tik tok...tik tok..


Bunyi jarum jam..Novia melirik weker di nakas waktu sudah menunjukkan jam 01.00 dini hari Novia makin gelisah matanya tak bisa terpejam.


Tak lama suara mobil masuk, tanpa menunggu lama Novia langsung keluar membuka pintu dan melihat pemandangan yang membuatnya kaget.


Irwan turun dari mobil dengan berjalan sempoyongan, tanpa aba-aba Novia bergegas menghampiri suaminya dan memapahnya masuk.


Novia mencium bau alkohol dari mulut suaminya, takut ketahuan orang tuanya Novia mendorong tubuh suaminya masuk ke dalam kamar.


"Kamu dari manaa, kenapa bisa seperti ini" tanya Novia.

__ADS_1


"Aaa berisik bawel kamuu" jawab Irwan yang kesadarannya mulai hilang.


Dada Novia terasa sesak, tiba-tiba air matanya meluncur bebas tak bisa dicegah, tubuhnya terasa lemas kerana syok melihat keadaan suaminya.


Novia tak bisa terpejam sampai pagi menjelang, dia berpikir keras jangan sampai kejadian semalam ketahuan orang tuanya.


Karena hari sudah pagi, Novia bergegas untuk shalat subuh lalu membantu ibunya menyiapkan sarapan.


Didapur "Vi, jam berapa suamimu pulang semalam ?" selidik bu Ratih.


"jam satu mah mampir ke rumah orang tuanya dan lama ngobrol" jawab Novia.


"ini pilihanku, maka kewajibanku menjaga rahasia rumah tanggaku."


Paakk...bu Ratih menepuk tangan Novia dan membuyarkan lamunan Novia.


" panggil papa dan suamimu sarapan " titah bu Ratih.


" Eeh iya mah " jawab Novia terkaget dari lamunannya.


"Pah ditunggu mama, sarapannya sudah siap" ucap Novia.


Lalu masuk kekamar membangunkan suaminya." Wan bangun sudah pagi,ditunggu sarapan" ucap Novia sambil membangunkan suaminya.


Irwan tetap diam masih tertidur pulas efek semalam mabuk jadi susah bangun. Karena suaminya tak juga bangun Novia memilih sarapan duluan bersama orang tuanya.


" Mana suamimu Vi " tanya pak Wahyu.


" Dia sarapannya nanti pah katanya masih capek " jawab Novia mencoba berbohong.


" Ya sudah kita sarapan duluan " jawab bu Ratih.


" Bagaimana kuliahmu nak semuanya lancar " tanya Pak Wahyu.


" Iya pah lancar, tapi hari ini Novia ijin dulu kekampus lagi kurang enak badan" jawab Novia.


" Kenapa Vi, apa yang sakit kasih tahu mama" bu Ratih terlihat panik.


"Jangan khawatir mah, Novia cuma kelelahan beberapa hari ini tugas banyak" jawab Novia menenangkan ibunya.


" Vi, kalau ada apa-apa bilang ke mama jangan dipendam sendiri " ucap bi Ratih sambil mengelus kepala anaknya.


" Iyaa mah, nanti Novia pasti cerita ke mama kalau ada masalah " jawab Novia lagi.


Selesai sarapan Novia masuk ke kamarnya berniat membangunkan lagi suaminya.


" Wan bangun sudah siang ini " sambil menepuk-nepuk punggung suaminya. Irwan menggeliat tubuhnya terasa remuk karena mabuk berat semalam. Dia berbalik dan menatap istrinya.


Novia hanya tertunduk, ada rasa kecewa dalam hatinya yang baru mengetahui kelakuan suaminya.


Tanpa sepatah kata, Irwan bangun lalu berjalan masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri, entah apa yang ada dalam pikirannya hanya dia dan Tuhan-NYA yang tahu.

__ADS_1


__ADS_2