
"Apalagi yang paman tawarkan aku tidak akan pernah menyetujuinya" ucap Luisa dengan sinis berlalu pergi.
Fabian yang melihat kekeras kepalaan sang keponakan langsung menarik lengan gadis muda itu hingga langsung bertatapan muka dengannya.
"Selagi Paman meminta baik-baik Jangan membuat masalah Luisa. serahkan perusahaan ini dan harta yang lainnya maka nyawamu akan aman" kata Fabian yang penuh penekanan.
"Lakukan apapun yang Paman inginkan Yang jelas perusahaan ini tidak akan pernah jatuh ke tangan paman. walau nyawa aku terpisah dari badan aku sekalipun!"
"Kurang ajar!" teriak Fabian yang murka langsung mengangkat tangannya bermaksud untuk menampar Luisa.
Grep
"Jangan pernah coba-coba untuk menyakitinya Pak Tua karena yang akan menjadi lawanmu adalah aku." ucap Javier yang meremas kencang pergelangan tangan Fabian.
"Kau........ lepaskan tanganku sialan" teriak Fabian saat merasakan pergelangan tangannya yang sakit karena dicengkram dengan kuat oleh Javier.
Javier yang mendengar teriakan kesakitan dari Fabian hanya memungkinkan senyum miring. tanpa aba-aba Javier langsung melepaskan tangannya saat Fabian menarik tangannya dengan sangat kencang.
Alhasil karena terlalu kencang dan Javier yang telah melepas tangannya membuat Fabian terdorong ke belakang jatuh dengan tidak elitnya.
"Kau......beraninya kau mendorong Ayahku" teriak Regis yang menatap tajam Javier.
__ADS_1
Regis yang marah pun berjalan mendekat ke arah Javier dengan tujuan memberinya pelajaran. akan tetapi, sebelum tinju itu mendarat Javier sudah memberi tendangan super cepat pada dada Regis membuat Regis mundur ke belakang beberapa langkah.
"Apa telingamu tuli? kamu tidak dengar jika Pak Tua yang kau panggil Ayah ini yang meminta untuk di lepaskan. apa Kamu buta? jelas-jelas aku tidak mendorongnya dia saja yang kekencangan menarik tangannya. sudah tua tapi masih banyak juga gayanya' -ucap Javier dengan menatap sini s pria paruh baya itu.
mendengar diejek membuat Fabian bertambah marah lalu berdiri tegak perjalanan menuju Javier dengan tujuan membalas dendam.
"?Dengar Pak Tua jangan membuat aku marah karena jika aku marah maka kalian akan tahu akibatnya sendiri" kata Javier dengan dingin dan datar.
mendengar itu Fabian dan Regis saling melirik lalu beralih menatap Luisa. baik Fabian maupun Regis tidak ada yang berani mengusik ketenangan dari seorang Javier Gustaro yang merupakan seorang asisten akan tetapi bila marah terlihat mengerikan.
"Luisa Jangan keras kepala serahkan semua warisan Alejandra maka kamu akan kami bebaskan" kata Fabian yang menatap tajam sang keponakan.
"Sudah berapa kali aku bilang? Aku tidak akan pernah menyerahkan sedikitpun apa yang menjadi milik kami kepada paman" balas Luisa yang masih Keke mempertahankan apa yang seharusnya miliknya.
"Jika itu kemauanmu maka jangan salahkan jika aku merenggut tidak berhargamu itu" ucap Fabian penuh ancaman.
"Aku tidak peduli" balas Luisa yang berbalik meninggalkan Fabian dan Regis yang hanya bisa berdiri mematung dengan mengepalkan kedua tangan mereka menahan amarah.
"Apa yang harus kita lakukan ayah?" punya Regis kepada Fabian ayahnya.
"Apalagi? kita juga terpaksa harus menyingkirkan dia dari muka bumi" kata Fabian dengan enteng.
__ADS_1
"Tidak bisa ayah!" sentak Regis yang menatap tajam ayahnya.
"Apanya yang tidak bisa?" Bentak kepagian kepada putranya.
"Ayah tidak boleh membunuhnya. aku mencintai Luisa Ayah jadi ayah tidak bisa membunuh Luisa. jika ayah melakukannya maka aku akan marah besar terhadap ayah." ungkap Regis yang menatap tajam Ayahnya.
"Apa yang kamu katakan sialan! kalian sepupuan saudara kandung"
"Aku tidak peduli akan hal itu. yang aku mau Luisa harus menjadi milikku" kata Regis yang langsung pergi meninggalkan ayahnya.
"Regis kamu mau kemana REGIS....!" teriak Fabian yang tidak di hiraukan oleh Regis.
"Ck, aku tidak peduli kamu mencintainya atau tidak yang jelas aku harus bisa mendapatkan semua ini. Jika dia tidak mau menyerahkannya secara baik-baik maka akan aku bunuh dia" kata Fabian dalam hati yang menatap punggung Regis.
"Lebih baik aku menyuruh orang untuk mengawasi wanita itu Jika dia masih bersikeras tidak ingin menyerahkannya maka di saat itu pula orang-orang ku akan bergerak"
"Hallo"
"Aku ingin kamu mengawasi pergerakan Sarah Luisa Alejandro ikuti kemana pun wanita itu pergi"
"Aku ingin menyingkirkannya"
__ADS_1
"Tunggu aba-aba dariku"
"Tidak ada yang boleh menghalangi jalan ku untuk mendapatkan semua ini walau harus membunuh dan menyakiti putraku" kata Fabian yang beranjak pergi