
Ceklek
"Eh kau sudah sadar El?"
Gloria masuk dalam kamar El dengan membawa mangkuk di tangannya.
"Syukurlah kamu tidak demam" Guman Gloria yang menempelkan tangannya pada kening El.
"Makanlah" ucap Gloria yang menyodorkan mangkuk bubur pada El.
"Terima kasih" balas El singkat.
"Aku keluar dulu"
Gloria segera beranjak pergi meninggalkan El sendirian dalam kamar itu.
"Aku harus memulainya dari mana? Aku takut membuat dia kecewa" Guman El.
Sejujurnya sedari tadi El ingin sekali berbicara pada Gloria tapi lidahnya seperti Kelu saat setiap menatap Gloria. El menunduk melihat mangkuk bubur yang di berikan oleh Gloria.
"Lebih baik aku makan setelah itu aku harus membicarakannya dengan Gloria. Aku harus segera kembali" kata El dalam hati.
__ADS_1
El mulai menyedot sedikit demi sedikit bubur itu. Sesekali dia akan meringis saat merasakan sisa sisa kenangan masa lalunya masuk dalam kepalanya hingga membuatnya kesakitan.
"Hiks hiks"
Isak tangis seorang wanita memenuhi ruangan itu terdengar sendu dan pilu secara bersamaan.
"Ada apa? kenapa menangis seperti ini?" tanya seorang pria yang memeluk wanita itu.
"Louis...... aku bermimpi Luis jatuh dari tebing dan.....dan berdarah hiks hiks ini ba.... bagaimana?"
"Itu hanya bunga tidur Luisa" kata Pria itu yang menyenangkan sang wanita yang bernama Luisa.
Sedangkan Pria yang memeluknya adalah Javier Gustaro Asisten dari pengusaha ternama yang bernama Luis Manuel Alejandro.
"Percayalah dia akan baik-baik saja di luar sana" kata Javier yang melepaskan pelukan Luisa.
"Sekarang cucilah wajahmu kita akan segera pulang" tambah Javier yang mengelus pipi Luisa menghapus sisa-sisa air mata gadis itu.
Luisa hanya bisa memurut turun dari ranjang alku menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. beberapa saat kemudian terlihat Luisa yang keluar dari kamar mandi.
Javier dan Luisa segera berjalan beriringan keluar dari ruangan itu hingga sampai di lobi mereka tiba-tiba dihadapkan dengan seseorang yang sangat Luisa hindari.
__ADS_1
"Selamat malam keponakan Paman tersayang" sapa seorang pria paruh baya yang memiliki umur sekitar 50 tahun.
"Untuk apa Paman datang kemari?" Tanya Luisa dengan nada datar dan dingin.
Mata Luisa menatap tajam pasangan ayah dan anak di depannya itu.
"Hohoho rupanya kamu sudah tidak sabar sepupu" kata pria muda yang langsung merangkul bahu Luisa.
Pak
"jauhkan tangan kotor mu itu dari kulitku. aku tak sudi bila harus bersentuhan dengan makhluk yang paling menjijikan seperti ini" kata Luisa yang menepis tangan pria muda itu.
terlihat pria muda itu mengepalkan kedua tangannya dengan erat. menatap tajam wanita di depannya yang merupakan sepupu kandungnya.
"lebih baik katakan sekarang! untuk apa Paman datang ke perusahaan ini!" Kata Luisa yang penuh penekanan menatap tajam kedua orang di depannya.
"Paman hanya datang mengunjungimu sekaligus menawarkan Kamu sesuatu yang bisa membuatmu tidak harus memikirkan itu dan ini" kata pria paruh baya itu.
Pria paruh baya itu bernama Fabian Alejandro yang merupakan paman Luisa yang sangat tergila-gila dan terobsesi dengan harta milik Alejandro. Hingga berencana merebut kekuasaan dan seluruh kekayaan warisan Alejandra.
sedangkan di samping pria paruh baya itu ada pria muda yang memiliki nama Regis Gentian Alejandra yang merupakan anak dari Fabian sekaligus sepupu Luisa. Sama seperti ayahnya, Regis juga menginginkan harta dan perusahaan Alejandro jatuh ke tangannya.
__ADS_1
"Apalagi yang paman tawarkan aku tidak akan pernah menyetujuinya" ucap Luisa dengan sinis berlalu pergi.