
“DIAMLAH JUANA…! DUDUK DIAM MAKAN MAKANAN KALIAN…!” bentak Juliando kepada Juana sang istri karena merasa mengganggu dirinya semakin tertekan.
Juana yang mendengar bentakan dari sang suami tak punya pilihan lain selain menuruti apa yang di inginkan oleh Juliando.
“Ini baru awal ibu tiriku tercinta, aku itdak hanya aan menyiksa kalian lewat fisik tpi mental kalian juga akan aku rusak Target utama adalah anakmu itu,” kata Gloria di dalam hati yang ternyata sudah menyiapkan semuanya.
Mereka mulai makan degan tenang tanpa adanya suara pertengkaran lagi. Walau begitu terlihat beberapa kali Fenia mencoba untuk menarik perhatian Luis walau berakhir sia-sia.
“Nenek sihir ini jika bukan di meja makan sudah aku gundulin dia,” gerutu Gading dalam hati yang menahan kekesalan karena ulah dari Fenia.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka semua sudah menyelesaikan makanan mereka. Terlihat jika Gloria, Luis, Gading, dan Javier beranjak berdiri lalu meninggalkan meja makan itu.
“Juana Fenia ikut aku ke kamar,” kata Juliando yang bersifat seperti perintah yang tak dapat dibantah.
“Baik,”
Juana dan Fenia tidak punya pilihan lain selain mengikuti apa yang di inginkan oleh Juliando. Kedua wanita itu langsung berdiri dari duduknya lalu berdiri berjalan mengikuti arah langkah kaki milik Juliando yang meminta mereka untuk mengikutinya ke kamar.
Sampai ke kamar terlihat Juliando yang menyuruh mereka masuk ke dalam kamar. Juana dan Fenia tanpa tanya langsung bergegas masuk ke dalam kamar itu. Juliando yang melihat jika keduanya sudah masuik dengan gerakan cepat segera menutup pintu sampai rapat.
__ADS_1
“Ada apa sih Dad? Kenapa sampai menyuruh kita harus kesini?” Juana bertanya dengan cepat karena sudah tidak tahan dengan rasa penasaran yang sangat besar.
“Sttt diamlah jangan berisik. Akan aku jelaskan kalian dengarkan dengan baik dan jangan mengeluarkan suara yang kera karena kamar ini bukan kamar kedap suara,” kata Juliando yang memberikan mereka tanda peringatan.
“Baik kami akan diam, sekarang katakan apa yang akan Dad katakan? Apa ini sangatlah penting?” Juana menatap sang suami dengan rasa penasaran yang tinggi.
“Dengar mulai saat ini kalian harus berusaha mendekati Gloria. Terutama kamu Fenia jangan terus mencari masalah dengan Gloria jika mau kita masih ada di tempat ini. Kita sekarang tidak memiliki apa-apa semuanya hanya bisa bergantung pada gadis itu. Jika kita sampai di usir maka kalian tahu sendiri kan apa yang akan kita alami?” Juliando menatap mereka dengan tajam.
“Tapi Dad Gloria dulu yang sering mencari masalah dengan Fenia,” rengek Fenia yang menyalahkan Gloria.
“Itu benar, memang anak itu yang selalu melukai Fenia. Kenapa kamu malah membelanya Julian?” sentak Juana yang membelah Fenia putrinya.
Juliando tahu jika selama ini Juana dan Fenia yang sering mencari masalah dengan Gl;oria tapi gadis itu tidak membalasnya secara langsung. Gloria memang tidak membalas adu mulut dari Juana dan Fenia akan tetapi balasan dari Gloria sangatlah fatal.
Gloria tidak membalas secara langsung akan tetapi gadis itu menggunakan balas dendam dengan tindakan. Contoh-nya adalah beberapa minggu yang lalu dimana video syur dan skandal Fenia yang tersebar dio internet membuat karir wanita itu hancur tanpa sisa. Jika mereka mengusiknya lagi maka tidak tahu apa akibat yang akan di dapatkan.
Sedangkan untuk juana dan Fenia kedua wanita itu hanya bisa diam dengan tangan ayng mengepal sempurna karena tak bisa melakukan apapun. bagaimana caranya anak yang mereka buang beberapa puluh tahun lalu datang dan membalas mereka secepat ini.
“Asal kau tahu Fenia Video kamu yang tersebar di internet itu karena ulahnya. Jadi sekarang kalian pikir bagaimana jadinya jika kita mengusiknya lagi. Aku yakin semua kisah masa kelam kita ada di tangan Gloria semua kartu As kita di pegang ioleh anak itu,” geram Juliando dengan kesal.
__ADS_1
Deg
Fenia yangmendengar kenyataan itu langsung tertegun dengan rasa tak percaya karena itu tidak mungkin. Namun saat melihat wajah serius sang ayah tiri Fenia tahu jika sang ayah tidak akan berbohong. Tingkat kebencian wanita itu pada Gloria semakin meningkat karena ternyata karirnya hancur juga karena ulah dari wanita yang sangat dia benci itu.
“Jadi semua ini karena ulag dari anak si4l4n itu?” teriak Fenia marah ayng langsung di tatap tajam Juliando.
Juana yang melihat jika sang suami menatap tajam Fenia langsung menarik wanita muda itu jatuh dan duduk di sampingnya kembali.
“Jangan membuat masalah lagi sebelum semuanya semakin berantakan,” ujar Juliando yang sangat takut bila di usir dari rumah yang dia tinggali saat ini dengan garatis.
“Tidak bisa seperti itu Dad..! Semua karirku yang ebrada di punncaknya malah hancur dalam hitungan jam hanya karena tindakan wanita itu..!” protes Fenia.
“Dasar bodoh, lalu kamu harus apa ha…? Mau membunuhnya apa kamu bisa membunuhnya dengan tangan kalian sendiri? Mau menyewa preman atau pun seseorang kita tidak akan mampu. Kalian tidak sadar jika kita saat ini tak memiliki apapun selain pakaian di badan? Apa kalian mau menggali kuburan kita sendiri?” bentak Juliando yang merasa marah dan kesal akan kebodohan istri dan anaknya itu.
“Tapi Dad bukankah apa yang di lakukan oleh anak itu ah maksudku Gloria sudah keterlaluan? Harusnya kita menasehatinya atau kamu yang sebagai ayahnya berhak menghukumnya di saat dia bersalah? Walaupun juga Dad punya hak untuk mengaturnya,” kata Juana yang memasukan hasutan kepada Juliando.
“Apa kamu pikir aku bodoh, Juana. Satu ali lagi kita bergerak am kita akan langsung dui tendang dari rumah ini..!”
“Tapi Julian…,”
__ADS_1
“Lagian bukankah kamu yang mendorong ibu Gloria jatuh dari lantai 2? Harusnya yang dia bunuh itu adalah kamu bukan aku..!” teriak Juliando