
Pagi-pagi buta bahkan matahari belum terbit Gloria telah bangun dari tidurnya. Gadis itu semalaman tidak tertidur ininya karena mengingat kematian kakek dan ibunya yang yang begitu tragis dan rencana pembunuhan yang di rencanakan oleh ayah kandungnya sendiri.
Di sinilah Gloria di ruangan bawah tanah bersama Gading dan Antony. Antony menatap dalam gadis kecil di depannya yang merupakan cucu dari ketuanya terdahulu. Dari segi fisik maupun sikap terlihat jika Gloria lebih tangguh di banding dengan ibunya yaitu mendiang Vanessa.
Sekali lihat pun Antony bisa melihat aura kepemimpinan dari dalam Gloria. Sudah bertahun-tahun mereka mencari gadis kecil itu. Namun, baru ditemukan sekitar 1 bulan yang lalu ternyata Gadis itu hidup di dalam hutan.
"Nona Muda sebenarnya ada rahasia lain yang belum saya beritahu. Mungkin juga sudah saatnya Nona muda muncul di hadapan dan memimpin mereka semua." Terang Antony.
"Apa itu?" Gloria bertanya dengan nada datar dan dingin.
"Kakek mu mempunyai kelompok yang bernama Scorpio. Scorpio adalah kelompok pembunuh bayaran yang paling di takuti tapi sudah lama off karna tidak adanya yang menjalankannya." Kata Antony dengan panjang kali lebar.
"Kenapa tidak di jalankan oleh Kalian berdua?" Gloria menatap kedua pria beda usia di depannya itu. Biasanya setau dirinya suatu kelompok bisa bergerak walau tanpa ketuanya asal ada orang kepercayaan atau wakilnya.
"Kelompok Scorpio tidak akan menerima perintah dari siapapun selain keturunan dari Tuan besar Gerald." Jawab Antony yang menjawab kebingungan Gloria.
"Mereka tidak mau?"
"Benar Nona. Saya harap Nona muda mau mengambil alih kelompok itu agar bisa beroperasi lagi." Terang Antony yang menatap penuh harap Gloria.
__ADS_1
Bagi Antony hanya Gloria harapan satu-satunya untuk menjalankan kembali Scorpio. Jika Gloria menolak maka kelompok itu selamanya akan seperti itu mati.
Sedangkan Gloria yang mendengar tawaran dari Antony tidak langsung mengiyakan permintaan itu. Gloria terdiam dengan pikiran yang melayang-layang ke angkasa.
"Nona muda jika boleh memberi saran akan lebih baik Nona menerima tawaran itu. Dengan menjadi ketua Scorpio Nona muda akan lebih muda membalas dendam." Kata Gading tiba-tiba.
"Gading..!" Antony menatap tajam Gading yang berani berbicara di saat sang Nina muda diam.
"Jangan mempengaruhi Nona muda. Semua ini butuh resiko yang besar." Gertak Antony yang menatap tajam Gading.
"Maafkan saya Nona muda, Tuan." Gading yang melihat tatapan tajam Antony langsung meminta maaf.
"Apa yang di katakan oleh Kak Gading benar. Ada baiknya aku menerima tawaran dari Paman Antony dengan begitu aku mempunyai kekuasaan dan orang belakang yang kuat. Untuk melakukan balas dendam maka aku juga harus mempunyai sekutu yang setara dengan tua bangka itu." Kata Gloria dalam hati yang tidak Sudi menyebut Juliando sebagai Daddy.
"Tapi jika aku menerimanya itu berarti aku menambah musuh baru dan pekerjaan mereka....."
Gloria pusing antara setuju dan tidak di satu sisi jika dia menyetujui tawaran dari Antony itu akan menguntungkannya dalam hal membalaskan dendamnya. Akan tetapi di satu sisi akan banyak musuh yang berdatangan karena dia menjadi ketua dari kelompok itu.
"Apa mereka bisa menerima ku? Apa aku bisa mengubah pekerjaan mereka? Maksudku seperti bekerja hanya untuk memusnahkan orang-orang yang korupsi atau jahat misalanya?"
__ADS_1
Setelah terdiam cukup lama Gloria mengeluarkan pertanyaan yang berurutan kepada Antony. Antony yang mendengar pertanyaan dari Gloria hanya bisa tersenyum tipis.
"Mengenai itu Nona bisa merundingkannya dengan anggota Scorpio nanti." Balas Antony.
Mendengar itu Gloria hanya bisa mengangguk anggukkan kepala.
"Baiklah. Aku setuju untuk menjadi ketua Scorpio selain itu, bukankah itu peninggalan Kakek berarti aku harus menjalankannya juga." Kata Gloria terdengar tegas dan yakin.
Antony dan Gading yang mendengar jawaban Gloria langsung tersenyum lebar. Akhirnya sekian lama kelompok itu akan kembali beroperasi walau dalam hati Antony sudah merasakan pergerakan besar-besaran pada kelompok itu nanti.
Antony tahu Gloria akan mengubah peraturan yang di tetapkan oleh Gerald menjadi peraturan baru. Namun, Antony tidak akan mencegah itu biarlah Gloria melakukan apapun yang di inginkan ya asal bukan merugikan kelompok itu dan tentunya dirinya sendiri.
"Syukurlah jika anda mau menjalankan kembali kelompok itu. Untuk menjadi ketua anda harus berlatih lebih keras lagi agar bisa menjadi yang terkuat dari yang terkuat." Terang Antony yang langsung berwajah datar dan dingin.
"Aku sudah siap akan hal itu." Balas Gloria yang terdengar tegas dan mantap ya pa keraguan.
"Sekarang naik di arena lawan mu sekarang adalah Gading!"
"A......APA...?"
__ADS_1