Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Saldo habis?


__ADS_3

“Ayo kita berangkat…!”


Gading yang sedari tadi duduk menunggu Gloria langsung bangun saat mendengar suara sang bos. Gloria berjalan dengan anggung dan Gading yang senantiasa berjalan di belakangnya.


Tanpa keduanya ketahui tak jauh dari mereka berdiri Fenia yang menatap Gloria penuh iri, benci, juga dendam semuanya bercampur aduk. Fenia iri kenapa Gloria bisa memiliki semuanya tanpa harus usaha keras.


Fenia mengepalkan tangannya kuat-kuat menatap benci Gloria yang menjauh darinya hingga menghilang di depan sana.


"Kenapa dia dengan mudah mendapatkan semuanya? Dulu aku selalu menjadi kesayangan daddy, sekarang semenjak kehadirannya sikap daddy jadi berubah denganku. Dulu aku pusat perhatian, tapi semenjak kehadirannya karirku hancur dan berada di tanduk kehancuran. Dia merenggut semuanya dariku. Aku tidak akan tinggal diam, lihat saja Gloria. Aku akan membalas kamu sepantas-pantasnya, mungkin mommy dan daddy takut padamu namun tidak denganku." Ucap Fenia dengan mengepalkan tangannya menahan api amarah dan kebencian yang besar terhadap Gloria.


Di sisi lain Juliando rasanya ingin mengamuk saat semua bank yang di simpannya sebuah barang kini barang itu menghilang entah kemana. Juliando ingin mela[or ke polisi namun, ia takut jika yang mengambil barang-barang itu adalah Gloria. Jika itu sampai terjadi maka yang ada dirinya dalam bahaya. Tentunya Juliando tidak ingin masuk penjara cuma karena perkara itu.


Juliando berjalan keluar dari bank dengan lesu bagaimana tidak lesu selain aset-asetnya yang menghilang uang dari kartu ATMnya sebagai simpanannya juga entah kemana menyeruak hingga tak hanya sampai setengahnya. Sedangkan Black card yang lainnya justru saldonya benar-benar hangus.


Jika Juliando sedang pusing karna masalah tabungan maka berbeda dengan Juana yang dengan santainya berjalan mengelilingi mall untuk shoping. Setelah beberapa saat Juana terlihat memegang beberapa pakaian namun kembali di simpannya.


Terlihat Juana yang berjalan memasuki sebuah tokoh perhiasan langganannya. Dengan anggun dan dagu yang di angkat penuh percaya diri yang kuat Juana berjalan melewati orang-orang yang berada di tokoh perhiasan itu.


Tak tanggung-tanggung Juana berjalan menuju tempat perhiasan berlian. Ternyata yang ada di tokoh itu adalah para kumpulan ibu-ibu sosialita yang langsung mengenali Juana sebagai istri dari Juliando pengusaha tersukses nomor 2 di negara jerman.


Terlihat beberapa wanita berbisik-bisik tak lupa menatap Juana dengan sinis. Semua orang sudah tahu kebenaran tentang Juana yang hanya merupakan seorang istri kdua dari Juliando. Video mesum Juliando bersama Juana beberapa tahun lalu sudah tersebar luas tentunya semua orang juga melihatnya dan menontonnya jadi siapa yang tidak tahu tentang kebenaran itu.

__ADS_1


Apalagi mengetahui jika Fenia model papan atas itu adalah anak haram dari Juana yang tidak di ketahui apa dia anak Juliando atau anak pria lain yang pernah menyentuh Juana sebelum Juliando. Mengetahui itu rasanya orang-orang yang berada di tokoh itu ingin mengusir Juana namun mereka takut jika perusahaan suami mereka di bangkrutin oleh suami Juana.


Pandangan sinis yang tadi di tujukan oleh beberapa orang itu langsung berganti degan senyum lebar saat Juana mendekat ke arah mereka.


"Eh jeng Juana... Mau beli perhiasan ya..?" Tanya salah satu dari mereka dengan memasang senyum paling lebar tak lupa berjalan mendekati Juana di ikuti beberapa orang di belakangnya.


"Iya jeng Reni, kebetulan perhiasan saya di rumah sudah model lama semua. Jadi beli yang baru donk." Balas Juana dengan nada angkuh dan sombong tentunya.


Mereka yang mendengar ucapan Juana hanya bisa menyunggingkan senyum sinis. Namun, Juana tidak sadar akan hal itu.


"Jeng Juana biasa saja, perhiasan lama memang perlu di ganti dengan yang baru agar terlihat lebih cantik lagi." Ucap salah satu dari mereka yang berada di samping wanita yang bernama Reni.


"Sini jeng, aku punya rekomendasi yang sangat cocok untuk jeng Juana." Ucap Reni yang menarik Juana membawanya di depan jejeran perhiasan berlian.


Mata Juana membulat sempurna melihat jejeran perhiasan yang bermatakan belian di depannya itu. Rasanya Juana ingin memborong semuanya karna sangat terlihat cantik dan mewah.


"Cantik bukan jeng?" Kata Reni dengan menatap jejeran perhiasan itu.


"Yah, ini sangat cantik." Balas Juana yang menunjuk penjaga untuk mengeluarkan perhiasan yang dinginkannya.


"Cepat keluarkan yang Ini ini ini ini ini dan itu..!" Perintah Juana dengan angkuh menunjuk 6 perhiasan yang di antaranya ada cincin, kalung, dan gelang.

__ADS_1


Pelayan yang menjaga perhiasan itu langsung mengeluarkan perhiasan yang di tunjuk oleh Juana brusan.


"Ini Nona..." Pelayan itu menjejerkan 6 perhiasan itu di depan Juana.


Juana yang melihat langsung tanpa adanya kaca penghalang perhiasan itu langsung jatuh cinta. Tanpa ba-bi-bu Juana langsung mencoba satu persatu perhiasan itu hingga dirinya langsung memerintahkannya para pelayan untuk membunkusnya.


"Bungkus semua ini..! Aku ambil semuanya" Kata Juana dengan angkuh karna bisa membeli perhiasan yang harga ratusan juta itu.


"Baik Nyonya." Pelayan itu dengan senang hai membungkus pesanan Juana.


Terlihat ibu-ibu yang mengikuti Juana memandang iri Juana karna bisa membeli apapun yang dia mau tanpa memperdulikan harganya berapapun itu.


"Ini nyonya, mau pakai cash atau kartu?" Tanya pelayan itu dengan ramah dan penuh senyum ramah.


"Pakai ini saja." Juana menyodorkan sebuah kartu debitnya kepada pelayan.


Pelayan itu dengan senang hati mengambil kartu itu lalu menggeseknya. Namun kening pelayan itu mengkerut saat seperti ada yang aneh.


"Maaf Nyonya saldo kartu anda tidak mencukupi." Kata pelayan yang mengkagetkan mereka semua.


"APAA?

__ADS_1


__ADS_2