Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Berpihak padamu?


__ADS_3

Luis dengan tenang mengerjakan dan fokus pada berkas di tangannya. Jarinya tergerak membubuhkan tanda tangan pada berkas yang di tangannya itu. Tangannya yang satu lagi terulur mengambil berkas lainnya lalu mulai membuka dan membacanya dengan teliti hingga gerakan yang sama seperti sebelumnya juga di lakukan oleh Luis.


Luis begitu berkonsentrasi meneliti berkas-berkas yang dia tanda tangani karna perusahaan miliknya belum bersih sepenuhnya dari para mata-mata Fabian yang merupakan sang paman. Namun, konsentrasi Luis terganggu saat ponselnya berdering.


Dengan gerakan malas Luis mengulurkan tangannya yang satu mencapai dan mengambil benda persegi panjang itu. Alis luis menyatu saat mendapati jika ada nomor asing yang mengirimkannya pesan. Dengan rasa penasaran yang kuat Luis membuka pesan dari nomor misterius itu. Matanya membola saat membaca pesan dari nomor asing itu.


"**Jika ingin adikmu selamat maka temui aku di gudang tua ujung kota jam 12 siang nanti."


Fabian Alejandro**


"FABIAN.....!" Luis menggebrak meja dengan mata yang memerah menahan amarah dan juga kecemasan yang tinggi mengetahui adiknya berada di tangan bedebah itu.


Ting


Luis menatap ponselnya yang ternyata menerima lagi pesan dari nomor tadi. Dengan gerakan cepat Luis menekan open pada pesannya.


"Jangan coba-coba melapor pada polisi jika tidak ingin kepala adik tercintamu ini aku lubangi dengan peluruku."


"Sial," Umpat Luis yang benar-benar kalap sekarang.

__ADS_1


"JAVIERRRR......!" Teriak Luis yang memanggil Javier.


Ceklek


"Tuan, ada apa?" Tanya Javier dengan napas yang memburu.


Javier berdiri di depan sana dengan napas yang ngos-ngosan dan Galang yang berdiri santai di depannya.


"Luisa di culik."


"APA...? DI CULIK SIAPA?"


"Tenang saja, saya ada di pihak anda." Potong Galang dengan datar.


Mendengar itu Javier dan Luis langsung menatap ke arah Galang yang hanya berekspresi datar dan tatapan dingin. Namun, kedua pria itu bukannya tenang keduanya justru semakin takut jika Galang juga adalah mata-mata dari dalang yang menculik Luisa. Tatapan Luis semakin dingin menatap tajam Galang yang hanya diam tanpa mengeluarkan suara namun matanya terus menatap ke arah Luis.


"Kenapa kamu berada di pihak ku?" Taya Luis dengan dingin menatap lurus ke arah Galang.


"Saya berada di pihak mu karena tugas, dengan kata lain saya berada di pihak mu karena perintah dari seseorang." Ungkap Galang dengan santai.

__ADS_1


"Itu artinya kamu sengaja di kirim di sisi kami?" Kali ini yang bertanya bukan Luis namun, Javier.


"Yah, saya sengaja di kirim oleh seseorang untuk menjaga dan melindungi kalian bertiga khususnya dia, tapi saya justru kecolongan." Ungkap Galang yang menunjuk Luis.


"Segera temui mereka, pastikan apapun yang mereka minta jangan turuti. Tuan luis anda harus mengulur waktu semampu anda sampai 1 atau 2 jam kemudian. Lewati jalur yang macet dengan begitu akan mengundur waktu." Terang Galang yang memberi solusi.


"Apa kamu sedang menyuruhku untuk membiarkan adikku mati degan memperlambat kesana?" Bentak Luis.


Luis merasa Galang tidak berada di pihaknya, jika Galang memang berada di pihaknya tidak mungkin pria itu memberikan jalan seperti itu. Mencari jalan macet dan mengundur waktu sama saja dengan membuat kematian adiknya semakin singkat.


"Mengertilah Tuan, yang mereka cari dan butuhkan adalah anda bukan Luisa adik anda. Mereka hanya menggunakan adik anda sebagai umpan agar anda menemui mereka dan menuruti keinginan anda. Mereka hanya mencari anda karena apa? Karena mereka menginginkan aset anda dan hanya dengan tanda tangan anda maka itu akan sah." Terang Galang panjang kali lebar membuat Javier dan Luis terdiam.


Jika di pikir-pikir apa yang di utarakan Galang ada benarnya juga. Fabian hanya menginginkan harta bendanya jadi dia akan menunggu dirinya sampai disana.


"Tapi...."


"Saya akan menjamin keselamatan adik anda Tuan. Jika pun nanti dia akan membunuh adik anda maka itu harus dengan anda agar kelak dia tidak mempunyai menghalang lagi. Bahkan jika adik anda mengalami cacat sedikit saja membuatnya malu maka saya akan menikahinya." Terus terang Galang membuat Javier dan Luis kaget.


"APA MAKSUDMU SIALAN...? KAU INGIN MEREBUTNYA DARIKU?"

__ADS_1


__ADS_2