Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
bab 109


__ADS_3

`Seorang pria turun dari pesawat dengan seorang pria muda di belakangnya. Kedua pria itu tak lain dan tak bukan adalah Luis dan juga Javier yang baru saja mendarat sempurna di bandara internasional Jerman.


"Tuan semuanya sudah selesai," kata Javier dengan tenang melapor kepada Luis.


"Yah sudah kita langsung pergi saja." Luis berjalan keluar dari bandara di ikuti oleh javier di belakang mereka.


Javier dengan sigap mencari taksi lalu naik menuju hotel sesuai dengan apa yang di rekomendasikan oleh sang supir taksi.


Setelah berkendara hampir 30 menit akhirnya taksi yang di tumpangi oleh Luis dan Javier sampai di salah satu hotel mewah. Kedua pria itu langsung turun dari mobil taksi dengan javier yang langsung membayar sedangkan Xavier hanya memandangi hotel di depannya itu.


"Mari Tuan," javier segera menuntun Luis untuk masuk ke dalam hotel.


Sampai di dalam hotel Javier dengan segera menghampiri resepsionis lalu memesan kamar hotel.


Sedangkan di tempat lain Fenia hanya bisa menggerutu kesal di dalam kamarnya. Pagi ini dia berencana akan keluar menemui sugar dadynya karena uangnya sudah habis tapi semuanya tiba-tiba memburuk. Bagaimana tidak memburuk Fenia uyang senang karena mendapatkan beberapa job pagi ini managernya kembali menghubunginya jika semua jobnya di batalkan. Tidak hanya itu beberapa video syur tentangnya yang sedang bercumbu mesra demngan pria muda atau pria tua tersebar di internet. Lebih paranya lagi wajah pria lawan mainnya di blur namun kenapa wajahnya justru di biarkan begitu saja membuat Fenia semakin marah dan malu untuk keluar dari rumah.


"Sial, sebenarnya siapa yang melakukan hal ini? Kenapa dia menghancurkan semua impianku?" Fenia berteriak nyatring dengan melempar apa saja yang ada di kamarnya itu.


Prang...

__ADS_1


"Bagaimana bisa karir dan nama baik yang sudah aku bangun bertahun-tahun hancuer berkeping-keping tak tersisa hanya karena ini? Lihat saja di saat akan menemukannya akan aku cabik-cabik dirinya sialan!" teriak Fenia yang benar-benar kesal.


Baru saja Fenia akan membanting vas di tangannya tiba-tiba wanita itu di kagetkan dengan pintu kamarnya yang di buka secara kesar dari luar.


BRAKK


"ANAK TAK BERGUNA!" Juliando masuk ke dalam kamar Fenia dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Dad-daddy...,"


"Anak sialan!"


PLAK


PLAK


"Da-daddy menamparku?" Fenia menatap Juliando dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kenapa tidak? Kamu sudah benar-benar mempermalukan aku tahu!" bentak Juliando dengan suara yang melengking hingga semua orang di rumah itu mendengarnya.

__ADS_1


"Dad ini tidak seperti yang daddy lihat, ini hanya salah paham saja bukan seperti itu. Dad Mom percaya pada Feni..,"


Belum selesai perkataan Fenia selsai dengan benar-benar tiba-tiba di hentikan sebuah tampatran lagi di piupinya.


PLAKKK


Fenia yang tidak siapakan menerima tamparan itu langsung menoleh ke samping. Kali ini sepertinya tamparan yang baru saja di berikan oleh Juliando lebih keras di bandingkan tamparan pertama tadi.


"SELAMA INI AKU MEMBERIKAN APAPUN YANG KAMU INGINKAN. BAHKAN KEINGINAN YANG DI LUAR NALAR PUN AKU BERIKAN. APA SEMUA ITU BELUM CUKUP JUGA SEHINGGA KAMU MENJADI WANITA MURAHAN JUGA HA...?" bentak Juliando yang benar-benar marah.


"Dad...,"


"Kamu benar-benar membuatku malu, kamu sudah mencoreng nama LETICIA!"


"Julian jangan membentak Fenia seperti itu dia juga Putrimu," bela Juana yang baru masuk.


"DIA PUTRIMU BUKAN PUTRIKU! DIA HANYA PUTRI TIRI HANYA TIRI! CAMKAN ITU."


"Julian...,"

__ADS_1


"DIAM! TIDAK ANAK TIDAK IBU SEMUANYA SAMA-SAMA MURAHAN DAN MENJIJIKAN."


Setelah berkata seperti itu Juliando segera keluar dari ruangan itu dengan wajah datar menahan amarah. Bagiamana tidak tadi dia sedang berjalan di luar rencananya masih berusaha untuk membujuk Gloria memberinya pekerjaan akan tetapi masi di pertenahan jalan Juliando langsung di tatapan hina dan sinis. Hingga saat di dalam bus Juliando tidak sengaja melihat salah satu video yang sedang melihat syur yang merupakan wajah Fenia sebagai putri yang dia banggakan.


__ADS_2