Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Draft


__ADS_3

aSinar mentari pagi membangunkan sosok yang tertidur berbantalkan lengan kokoh sang kekasih. Dengan mata yang sedikit demi sedikit mata itu terbuka secara pelan-pelan hingga terbuka sempurna memperlihatkan manik mata hitam yang begitu indah.


Sosok itu tak lain adalah Gloria yang baru terbangun dari tidurnya. Pemandangan pertama yang di lihatnya adalah wajah tampan nan tegas milik sang kekasih yag siapa lagi jika bukan Luis.


"Selamat pagi sayang."


Cup


Luis menyambut Gloria dengan senyuman manis dan juga kecupan manis di kening sang kekasih.


"Hoammm pagi" balas Gloria dengan suara serak ciri khas orang baru bangun tidur.


"Ayo bangun, anggota kamu pasti sudah menunggu di bawa." Kata Luis dengan merapikan rambut Gloria yang berantakan.


"Ini masih pagi, kenapa mereka bisa datang sepagi ini?" Guman Gloria dengan kembali menutup matanya.


"Ini sudah jam 8 sayang." bisik Luis di telinga Gloria.

__ADS_1


"APA..!"


Gloria yang tadi menutup mata langsung membuka matanya lebar-lebar saat mendengar bisikan Luis jika sudah jam 8. DEngan gerakan cepat gadis itu bangun dan menatap keluar jendela sebelum matanya membulat sempurna melihat matahari yang sudah tinggi.


"Kenapa secepat itu?" Gloria bertanya dengan tampang bodoh membuat Luis hampir tertawa karena merasa lucu dengan ekspresi Gloria.


"Dari pada kamu hanya diam terus, mending kamu mandi saja sana." Kata Luis dengan senyum manis di wajah tampannya.


Gloria tidak lagi menolak selain menuruti apa kata Luis padanya. Dengan gerakan malas Gloria segera masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Luis yang menahan tawa agar tidak pecah.


Di dalam kamar mandi Gloria mandi dengan mulut yang komat kamit entah apa yang dia bicarakan. Beberapa saat kemudian terlihat Gloria yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja.


Luis yang masih berada di dalam kamar mandi itu langsung menyemburkan air yang baru saja ia minum tadi. Matanya melotot melihat Gloria yang berada di depannya itu. Sedangkan Gloria gadis itu hanya bisa berdiri kaku dengan mata yang membulat sempurna karena Luis berada di kamar itu.


Gloria tidak waspada kemarin pria itu keluar saat dirinya sedang mandi. Gloria tidak menduga jika Luis akan ada di dalam kamar itu.


"Ma...af sayang aku pikir tadi kamu tidak akan keluar dulu. Ini baju yang akan kamu kenakan, aku keluar dulu." Luis segera meletakan sebuah kotak persegi di atas ranjang lalu segera berbalik keluar dengan cepat.

__ADS_1


Gloria yang melihat itu tidak sempat mengucapkan terima kasih karena Luis sudah keburu keluar. Gloria tak punya waktu untuk memikirkan itu semua segera mengambil kotak itu dan membukanya yang berisi pakaian miliknya.


Tanpa bertanya lagi Gloria langsung memakai pakaian itu hingga beberapa menit kemudian terlihat Gloria yang keluar dari kamar Luis dengan pakaian yang rapi. Gadis itu berjalan dengan santai namun terlihat anggun ke lantai bawah.


Tak


Tak


Tak


Suara langkah kaki itu membuat atensi orang-orang dalam ruangan itu langsung menuju ke arah asal suara. Semua langsung terpana dengan kecantikan seorang Gloria yang begitu alami dan juga memukau. Luis hanya bisa melongo menatap Gloria dengan pandangan penuh pesona dan juga cinta.


"Berhenti menatapku seperti itu nanti bola mata kalian keluar dri tempatnya." Kata Gloria datar.


"Kamu cantik sayang." Ucap Luis tanpa sadar.


EHEMMMMMM

__ADS_1


"Jaga pandanganmu jika tidak ingin matamu di congkel!"


__ADS_2