
Gloria memandang seksama tempat restoran yang di jadikan pertemuan antara dirinya dan juga pemimpin perusahaan nomor 1 di negara jerman itu. Mata Gloria mendapati beberapa anggotanya berjaga di depa restoran itu.
Gading segera keluar dari mobil berlari kecil menuju Gloria. Dengan lembut Gading membuka pintu mobil untuk Gloria agar bisa turun dengan bebas.
"Ayo kita masuk!" ajak Gloria yang berjalan lebih dulu lalu di ikuti oleh Gading di belakang.
Ceklek
"Maaf kami terlambat," Gloria segera meminta maaf pada 2 orang di depannya itu.
"Tidak apa-apa mungkin saya yang terlalu cepat datang," balas pria yang mengenakan setelah abu-abu.
"Perkenalkan nama saya Kenan dan ini Amar asisten saya." Lanjut Kenan yang memperkenalkan diri.
"Saya Gloria dan dia Gading," balas Gloria dengan nada datar.
Sebelum berangkat Gloria sudah mencari tahu bagaimana tabiat dari seorang Kenan. Tak di sangka pria itu ternyata adalah pemain wanita yang sangat handal. Bahkan, sekarang Gloria merasa tidak nyaman dengan pandangan Kenan padanya yang seperti menyiratkan sesuatu.
Gading yang melihat jika sang nona muda tidak nyaman dengan apa yang di lakukan oleh Kenan langsung mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
"Maf Tuan Kenan, tolong jaga pandangan anda. Nona saya tidak menyukai jika ada orang yang menatapnya terus menerus. Kami disini ingin membahas kerjasama bukan untuk acara saling memandang." Sindir Gading dengan terang-terangan.
"Ah maaf Tuan Gading, Nona Gloria. Saya hanya terpesona dengan kecantikan dari Nona Gloria yang sepertinya mengalihkan dunia saya." Balas Kenan dengan senyum tipis dan juga terang-terangan menggoda Gloria.
"Jika anda ingin mencari wanita penghibur maka pergilah di rumah pelacuran atau ke sebuah Club. Disana anda pasti menemukannya dan mereka dengan senang hati melayani dan meladeni anda. Saya datang kemari untuk membahas soal kerjasama bukan untuk meladeni anda untuk terus menatap saya," sarkasme Gloria dengan ada datar dan menatap tajam Keenan.
"Maaf Nona Gloria saya benar-benar terpesona dengan kecantikan anda," jujur Keenan.
Gloria yang mendengar apa yang dikatakan oleh Keenan bukannya merasa bahagia atau senang justru sebaliknya. Gloria justru merasa jijik dan tidak menyukai Keenan.
"Gading kita kembali sepertinya kita salah tempat." Kata Gloria yang berbalik bersiap untuk pergi.
"Tunggu Nona, tolong maafkan sikap Tuan saya. Tuan saya memang suka bercanda, silahkan duduk kita akan membahas kerjasama yang akan kita lakukan ke depannya." Ucap Amar yang merupakan asisten dari Keenan.
Gloria hanya bisa menghela napas dengan menatap Gading dan menatap jengah Keenan yang terus menatapnya dengan senyum yang mencurigakan.
Jika bukan krena Gloria sangat membutuhkan dengan kerjasama antara perusahaanya dan juga perusahaan di atasnya itu. Gloria tidak akan pernah mau bila harus satu ruangan dengan pria yang pecinta wanita seperti Keenan itu. Dengan hati yang setengah ikhlas Gloria segera duduk i depan Amar dan juga Kenan.
"Ternyata lebih menarik di asli daripada berita di internet. Selain menarik dari segi wajah yang cantik, gadis ini juga begitu menarik dari segala sisi termasuk sikapnya yang sulit di tebak. Tapi aku menyukai hal itu, jangan menyalahkan aku jika aku tertarik padamu Nona Gloria. Salahkan saja dirimu yang begitu menarik di mataku hingga aku tak sanggup untuk melepasmu." kata Keenan dalam hati dengan senyum licik memikirkan rencana apa yang akan dia gunakan untuk menjerat Gloria.
__ADS_1
"Dasar pria mata keranjang, aku ingin sekali congkel matanya yang menatap Nona Muda ku dengan tatapan mesum seperti itu," gerutu Gading dalam hati yang menatap tajam Keenan.
"Bisa kita mulai Tuan Amar?" Gloria bertanya dengan nada perintah yang memerintahkan Tuan Amar untuk segera menyelesaikan semua yang perlu di bahas.
"Baiklah,"
Gloria dan Tuan Amar segera membahas apa saja yang akan mereka lakukan dengan adanya kerjasama yang mereka jalankan akan membuat mereka untuk membangun sebuah mall.
Jika Gloria dan Tuan Amar sedang serius dengan pembahasan mereka tentang proyek pembangun Mall. Maka berbeda dengan Keenan yang terus menatap ke arah Gloria sedangkan Gading dengan sengaja menghalangi pandangan Keenan.
Beberapa menit kemudian akhirnya Gloria dan Tuan Amar menyelesaikan diskusi mereka. Gloria yang sudah tidak tahan dengan kondisi dan juga Apa yang dilakukan oleh Tuan Keenan langsung berpamitan untuk segera pergi.
"Kami permisi" Ucap Gloria dengan memaksakan senyuman.
Dengan gerakan cepat Gloria langsung berdiri dari duduknya diikuti oleh Gading. langsung berbalik pergi namun tertahan dengan Tuan Kenan yang mencekal tangannya.
"Nona Gloria anda sangat cantik dan indah," bisik Tuan Keenan yang menatap lekat wajah Gloria dari dekat.
Tangan Tuan Keenan terulur untuk mengelus pipi mulus Gloria hanya saja sebelum tangan itu menyentuh kulit wajah Gloria.
__ADS_1
Dor
"Jauhkan tangan kotor anda pada Nona muda saya!"