
"Saya bukan Putri anda yang suka berfoya-foya dan keluar masuk di sebuah klub malam. Bahkan dengan bebasnya bermalam dengan pria manapun. Saya tahu perusahaan bukan tempat untuk bermain oleh karena itu saya datang ke sini. Saya tidak akan rela perusahaan milik Mommy saya dipimpin oleh orang yang tak bertanggung jawab. Lagipula dalam surat wasiat semua aset dan harta benda yang dimiliki almarhum milik Vanessa Leticia akan jatuh kepada putrinya yang bernama Gloria Adela Leticia yang tak lain dan tak bukan adalah saya."
Mendengar apa yang di katakan Gloria barusan membuat orang-orang dalam ruangan itu ricuh dan penuh bisik-bisik. Sedangkan diam-diam Juliando yang berada di pojokan menyunggingkan senyum licik.
Dengan penolakan yang keras ini akan membuat Gloria mengurungkan niatnya untuk memimpin perusahaan ini. Di saat itu pula dia akan bereaksi untuk mendekati Gloria dengan tujuan untuk mengambil alih perusahaan sepenuhnya.
"Selamat datang Nona, Perkenalkan saya Tuan adam pemegang saham sebesar 7% memberikan kepada anda nona." Ungkap salah satu pria tua yang sejak tadi duduk diam di kursi miliknya.
Gloria yang mendengar suara itu langsung berbalik menatap ke arah pria itu yang juga menatapnya. Sepintas Gloria bisa melihat jika pria tua itu melempar senyum kecil ke arahnya dengan menganggukkan kepalanya seakan-seakan memberi kode kepada Gloria semuanya akan baik-baik saja.
__ADS_1
Gloria yang melihat itu hanya membalas dengan anggukan kepala samar lalu melirik Juliando dengan tatapan sinis. Sedangkan Juliando yang mendapat tatapan seperti itu dari Gloria langsung tertegun di tempat.
"Apa maksud Tuan Adam? Apa Tuan Adam mau perusahaan besar ini dan kita semua berada di bawah gadis ingusan ini?" Sentak pria berperut buncit yang sedari tadi terus menolak keberadaan Gloria di perusahaan.
"Benar Tuan Adam, tidak pantas kita akan di pimpin seorang anak ingusan yang bahkan tidak memiliki kemampuan apa-apa." Sahut pria paruh baya yang lain.
Gloria yang mendengar penuturan dari pria paruh b aya itu langsung tersenyum tipis lebih tepatnya senyum sinis.
"Apa yang di katakan oleh Nona Gloria sudah benar, sudah sepantasnya kursi kepemimpinan kembali pada pemilik sah nya yaitu Nona Gloria. Selama ini kalian tidak lupa bukan jika perusahaan ini milik Almarhum Nona Vanessa? Jadi tidak ada salahnya jika Nona Gloria yang pemimpin perusahaan." Terang Tuan Adam yang berada di pihak
__ADS_1
Gloria.
"TETAP SAJA KAMI TIDAK SETUJU...! BAGAIMANA BISA ANAK INGUSAN SEPERTINYA MEMIMPIN PERUSAHAAN BESAR. AKU TIDAK AKAN SUDI BERADA DI BAWAH KEPEMIMPINAN ANAK INI..!"
"Jika begitu silahkan keluar dari perusahaan ini.."
Suara yang baru masuk ke dalam ruangan itu menoleh ke arah pintu. terlihat ada beberapa orang yang langsung membulatkan mata saat melihat pria tua yang berdiri di pintu menatap mereka tajam. Sedangkan Juliando yang melihat pria tua itu langsung melotot hingga matanya ingin keluar dari tempatnya.
Juliando sangat mengenal pria tua itu membuat Juliando berdiri terpaku di pojok ruangan. Terlihat pria itu yang menatap Juliando dengan pandangan yang sulit di artikan.
__ADS_1
"Apa kabar Tuan Juliando yang terhormat?"