
Tok
Tok
Tok
"Masuk…"
Ceklek
"Tuan…"
Seorang pria yang sedang sibuk dan fokus pada pekerjaannya langsung menghentikan pergerakannya saat mendengar suara sang asisten. Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Luis sedangkan pria yang baru masuk tadi adalah Javier di temani seorang pria asing di sampingnya.
"Bagaimana?" Tanya Luis datar kepada Javier.
"Ini orang yang akan menjadi asisten kedua anda Bos." Ucap Javier yang menunjuk orang di sampingnya.
Luis yang menatap Javier langsung memindahkan tatapannya pada orang di samping Javier. Sosok pria berdiri di samping Javier yang berwajah datar dengan badan yang profesional. Tatapannya tajam dan menghunus siapapun termaksud Luis yang untuk sesaat tertegun. Sosok itu bukannya menurunkan tatapannya pada Luis justru sebaliknya. Sosok itu langsung menghunus menatap Luis dengan tatapan tajam dan wajah datar miliknya hingga membuat Luis bergidik ngeri.
"Dia…." Tunjuk Luis kepada pria di samping Javier yang hanya diam menatapnya tajam.
"Benar Bos, dari semua orang yang ada hanya dia yang memumpuni." Jawab Javier dengan tersenyum kaku.
Javier sedari awal juga sudah bergidik ngeri terhadap pria di sampingnya itu. Bahkan dia akan berucap hanya sepatah dua kata saja itupun jika di tanya dan dia merasa penting.
"Perkenalkan dirimu..!" Ucap Luis datar.
"Galang." Ucap pria itu yang ternyata bernama Galang.
Luis dan Javier yang mendengar satu kata yang keluar dari mulut Galang langsung saling pandang.
"Galang kamu keluar dulu ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan Javier..!" Ucap Luis yang melirik tajam Javier.
"Baik, saya permisi Bos." Galang langsung berbalik lalu pergi begitu saja tanpa membungkukkan badan atau menundukan kepala saja tidak.
Glek
__ADS_1
Javier yang melihat lirikan maut Luis langsung menelan ludah. Dirinya benar-benar serba salah sekarang istilahnya yang maju salah mundur juga salah.
"Eh…. Si bos, ada apa Bos…?" Tanya Javier yang cengengesan sendiri.
"Kamu sebenarnya cari apa? Apa yang aku suruhkan..?" Tanya Luis balik dengan setengah kesal.
"Kan bos suruh cari sekretaris yah sudah aku sudah temukan salahku dimana lagi coba?" Balas Javier yang menatap polos ke arah Luis.
"Kamu yakin dia itu cocok sekretarisku…?"
"Aku rasa…"
"Dia bukan sekretaris tapi bodyguard..!" Potong Luis menatap kesal sang sahabat.
"Yah mau gimana lagi, di luar sana yang ada hanya wanita keluaran bahan semua. Pakaian yang mereka belum selesai jahit tapi sudah di ambil dan di pakai." Gerutu Javier.
Luis yang mendengar itu langsung memijit pelipisnya. Tanpa di jelaskan pun Luis tahu apa yang di maksud dengan wanita yang memakai pakaian kurang bahan itu.
"Jadi gimana…? Mau terima dia atau aku ganti dengan salah satu orang-orang utan itu..?"
"Apa kamu mau aku gorok ha…? Kamu tahu mereka itu sangat menggelikan dan kamu ingin menjadikan salah satu di antara mereka sebagai sekretaris ku? Apa kamu sedang berencana membunuhku secara perlahan?" Kesal Luis akan ulah dari asisiten sekaligus sahabatnya itu.
"Yah terima-lah mau gimana lagi? Hanya dia yang waras kan?"
"Sudah tahu kenapa malah nanya."
"Vierrrrr…!"
"Siap bos, oke oke jangan mengamuk." Javier dengan gerakan cepat langsung menyatukan kedua tangannya lalu memohon kepada Luis untuk tidak menghukumnya.
"Cih… urus sekretaris baruku tapi ingat, jangan satukan dengan ruanganku. Biarkan dia memakai ruangan di samping itu dan pastikan dia 24 jam ada di pintu." Titah Luis yang langsung di sanggupi oleh Javier.
"Baik Bos…"
Javier berbalik berjalan keluar dari ruangan Luis. Sampai di luar Javier langsung melihat Galang yang masih berdiri tegak dengan posisi yang membelakanginya.
Tak
__ADS_1
Javier menepuk bahu Galang hingga pria yang memiliki perawakan lebih tinggi sedikit dari Javier itu menoleh ke arah orang yang menepuknya.
Glek
Javier yang tadinya berwajah santai kini langsung berganti dengan wajah menegang saat Galang menatap ke arahnya.
"Ada apa? Apa saya di tolak?" Tanya Galang dengan ekspresi datar.
"Kamu di terima, sekarang ikut saya untuk ke ruangan kamu." Ucap Javier yang langsung berjalan di depan Galang.
Javier berjalan beberapa langkah hingga menghentikan langkahnya begitu pula Galang.
Ceklek
"Ini ruanganku dan berkas di atas meja sana adalah berkas yang harus kamu pelajari. Nanti jika kamu sudah selesai bawah ke ruanganku yang berada disana." Tunjuk Javier yang menunjukan ruangan yang tidak jauh dari ruangan Galang.
"Baik." Jawab singkat Galang tanpa menundukkan kepalanya.
"Huhhhhh sepertinya Galang adalah tipe orang yang tak ingin membungkuk atau menghormat pada siapapun." Kata Javier dalam hati yang hanya bisa menghela napas.
Di sisinya sudah ada Luis yang kaku dan datar seperti triplek dan sekarang di tambah lagi Galang yang bahkan jauh lebih kaku di bandingkan Luis. Javier tidak tahu harus bersyukur atau bagaimana dengan kehadiran dua orang kaku di sekitarnya.
Galang masuk ke dalam ruangan lalu berbalik menutup pintu tanpa memperdulikan keberadaan Javier yang masih berada di depan pintu ruangannya.
Galang menatap ke seluruhan ruangan itu memastikan tidak ada kamera pengawas yang di pasang di dalam ruangan itu.
Setelah yakin tidak ada yang mencurigakan dan mengganjal. Galang merogoh saku celananya mengeluarkannya ponselnya menekan sebuah nama hingga di letakkannya di samping telinganya.
"Halo Nona…" kata Galang.
"Saya sudah berhasil masuk ke dalam perusahaan pria itu."
"Sebagai sekretaris Nona."
"Baik akan saya usahakan dengan baik."
Tut
__ADS_1
Tut
Tut