
"Ya Tuhan! Kenapa aku harus terjebak di antara dua pria kulkas ini."
Javier hanya bisa berdiri di antara dua beruang kutub yang bahkan bisa membuatnya dingin.
Ting
"Akhirnya." Guman Javier dalam hati.
Javier mengelus dada lega karna akhirnya dirinya bisa bebas dari kedua orang itu. Javier berjalan di belakang Javier sedangkan Galang pria itu berjalan agak di belakang sana.
Galang berjalan agak ketinggalan dari Javier dan Luis. Entah apa yang dia lakukan hingga berjalan lambat namun, dapat Javier lirik jika pria berwajah datar itu sedang memainkan ponselnya. Melihat itu Javier hanya mengangkat bahu acuh menurutnya itu tidak penting.
Javier membukakan pintu mobil untuk Luis hingga Luis masuk ke dalam mobil di jok belakang. Setelah memastikan sang Bos sudah masuk sepenuhnya Javier langsung menutup pintu mobil lalu masuk ke dalam mobil bagian depan jok kemudi.
Javier menghidupkan mobil lalu pergi dari area perusahaan itu menuju ke apartemen miliknya untuk menjemput Luisa adik sang Bos yang berada di apartemen miliknya.
Tanpa keduanya sadari Galang mengikuti mereka dari belakang dengan jarak yang cukup jauh hingga membuat Javier dan Luis tidak sadar jika mereka sedang di ikuti.
Di pertengahan jalan Javier mulai menyadari jika sepertinya ada yang tidak beres. Beberapa mobil dan motor mengikuti mobil mereka. Namun, Javier dan Luis tidak tahu sejak kapan mereka di ikuti karna sedari tadi aman-aman saja.
"Bos kita di ikuti…!" Ucap Javier dengan tenang melirik sang Bos.
__ADS_1
"Aku tahu, tua bangka itu ternyata tidak ada tobatnya mencari masalah denganku. Bahkan perusahaan nya sudah berada di tanduk kehancuran masih juga berani mengusikku." Balas Luis yang dengan santai menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
"Kalau sudah serakah mereka akan buta Bos. Segala cara akan mereka lakukan agar bisa menyingkirkan bos dan tentunya memiliki apa yang selama ini Bos miliki." Ungkap Javier yang menambah kecepatan laju mobilnya.
"Ya..! Apa yang kamu katakan memang benar. Keserakahan membutakan segalanya membuat manusia sering kali lupa diri." Ungkap Luis yang membenarkan ucapan Javier.
Aksi kejar-kejaran pun mulai terjadi antara mobil Javier dengan beberapa mobil dan pengendara motor di belakangnya membuat Javier exra hati-hati menentukan jalan mana yang harus mereka lalui.
Beberapa menit berlalu acara kejar-kejaran pun belum usai justru semakin memanas hingga Javier tak punya pilihan lain.
Ckit…..
"Sepertinya kita tak punya pilihan lain selain mengladeni mereka Bos." Ucap Javer yang melirik Luis lewat kaca spion.
"Aku tahu! Sepertinya kita akan berolahraga malam sedikit malam ini." Kata Luis yang menyeringai dingin.
"Sepertinya memang harus seperti itu." Balas Javier yang tersenyum miring.
Javier dan Luis langsung membuka pintu mobil, kedua pria itu turun dari mobil dengan aura intimidasi yang kuat. Tatapan Luis begitu tajam setajam laser menatap penuh permusuhan kepada barisan orang di depannya sana.
Luis berjalan ke arah mereka dengan memasukan tangannya satu ke saku celana. Membuat Luis terlihat semakin gagah dan tampan secara bersamaan.
__ADS_1
"Kamu…..?"
"Kenapa kaget? Apa saya hantu?" Tanya Luis dengan senyum miring yang tercetak sempurna di bibirnya.
"Bos bukankah dia pria yang kita jatuhkan di jurang beberapa bulan yang lalu?" Bisik salah satu orang-orang itu.
Luis yang memiliki pendengaran tajam langsung menatap tajam pria yang berbisik itu. Lalu menatap tajam pria yang dia yakini sebagai bos dari orang-orang itu. Sekarang Luis yakin jika orang-orang ini adalah orang yang sama yang membuatnya kecelakaan beberapa bulan lalu. Untuk dalangnya Luis sudah sangat yakin jika pasti Pamannya sendiri.
"Kamu… bagaimana bisa kamu masih hidup?" Tanya pria botak yang menatap tajam ke arah Luis.
HAHAHAHA
Bukannya menjawab Luis justru tertawa terbahak-bahak membuat semua orang bergidik ngeri termaksud Javier yang bahkan sampai tersentak kaget karna ulah dari sang Bos.
"Kalian pikir aku akan mati dengan mudah? Tentu saja tidak. Aku tidak akan mati begitu saja membiarkan musuhku hidup bahagi dan tentram. Bukankah itu sedikit tidak adil?" Ucap Luis yang tersenyum dingin dengan wajah datar miliknya.
"Berhubung kalian sendiri yang datang, aku bersyukur karna aku tak perlu susah-susah mencari kalian untuk balas dendam. Karna malam ini aku akan membalaskan dendam ku beberapa bulan lalu."
"Cih…. Kalian hanya berdua sedangkan kami banyak. Malam ini kamu dan juga dia akan mati di tangan kami semua." Balas sang pria botak yang dengan nada sombongnya berkacak pinggang di depan Luis dan Javier.
Luis dan Javier saling melirik satu sama lain sebelum menyunggingkan senyum miring di bibir masing-masing.
__ADS_1
"Kita lihat saja siapa yang akan mati malam ini." Sahut Luis dan Javier secara bersamaan sebelum menerjang mereka satu persatu.