Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Balas dendam


__ADS_3

"Kamu berani menyodongkan senjata ke arah Daddy kamu sendiri?" Ucap Juliando yang menatap dalam Gloria.


"Secara Biologis anda memang Daddy saya Namun secara kenyataan anda adalah musuh saya." Balas Gloria datar.


"A….apa maksud kamu..? Bagaimana bisa kamu memusuhi Daddy kamu sendiri…?"


"Bisa! Tentu saja bisa, karena anda yang membunuh Mommy saya…!" Ucap Gloria datar.


Deg


Juliando ya g mendengar ucapan Gloria langsung membulatkan mata. Kedua matanya menatap Gloria yang menatap tajam tanpa tatapan kerinduan yang Juliando harapkan.


"Kenapa…? Kaget..? Karna aku mengetahui bagaimana kebusukan kalian semua." Sarkas Gloria yang menatap sinis ketiga orang di depannya itu yang terdiam mematung.


Juliando yang tak tahu harus berbuat apa lagi hanya bisa diam dengan menurunkan tangannya. Sedangkan Gloria yang melihat keterdiaman Juliando hanya tersenyum sinis menarik kembali pistolnya.


"Jadi kamu sudah tahu semuanya?" Tanya Juliando menatap datar Gloria.


"Yah semuanya, cerita dari awal Anda mendekati mommy saya sampai petaka itu ada. Anda menyelingkuhi Mommy saya dengan ****** tua itu."


"Berhenti menyebutku ****** sialan…!" Teriak Juana yang tak terima di katakan ****** oleh sang anak tiri.


"Apa perlu aku sebarkan ke media semua bukti bagaimana dulunya anda melayani pelanggan anda atau bahkan sampai sekarang!"


"GLORIA….!"

__ADS_1


Plak….


"Dasar anak tahu malu…! Apa kamu tidak di ajarkan oleh tata Krama ha…? Dia lebih tua darimu…!" Bentak Juliando yang menatap tajam Gloria.


Juana dan Fenia yang menyaksikan Juliando menampar Gloria langsung saling melirik satu sama lain lalu tersenyum licik.


Sedangkan Gloria yang merasakan perih pada wajahnya hanya diam. Namun, percayalah matanya memerah bersamaan dengan tangannya yang mengepal sempurna.


"Beraninya tangan kotor anda menyentuhku..!"


"Itu ajaran untukmu yang harus menghormati dan mengikuti kemauan dari Mommy baru kamu jika kamu ingin tinggal di mension ini..!" Bentak Juliando yang tanpa perasaan terus membentak putri kandungnya sendiri hanya karna ingin membela istrinya.


Dor


Aaaa


"Apa yang kamu lakukan pada Daddy…?" Fenia berdiri menatap tajam Gloria yang sekarang menjadi adik tirinya.


"Bersyukur aku tidak meledakan kepalanya!" Tekan Gloria yang menatap Juliando penuh dengan niat membunuh.


Glek


Fenia yang berdiri di dekat Gloria langsung memundurkan badannya dengan refleks. Aura intimidasi Gloria saat ini benar-benar menakutkan.


"Dasar anak durhaka… apa kamu lupa dia adalah Daddy kamu." Ucap Juana dengan geram kepada sang anak tiri.

__ADS_1


"Sudah aku katakan, secara biologis dia daddyku tapi secara nyata dia musuhku."


"Aku bisa melaporkan kamu ke polisi…."


"Lakukan saja dan akan aku seret kian semua dengan kejahatan yang kalian lakukan beberapa puluh tahun lalu."


Deg


Juliando dan Juana yang mendengar itu jelas tertegun. Tubuh keduanya langsung menegang sedangkan Fenia yang tidak tahu apa-apa kejadian itu hanya bisa menatap penuh tanda tanya pada Juana dan Juliando yang berwajah cacat.


"Dan apa tadi kata anda…? Aku harus menghormati dan mengikuti kemauan nenek sihir ini untuk tinggal di mension ini..? Apa otak anda telah tertinggal atau karna terbiasa hidup enak anda sampai lupa dimana asal anda Tuan Juliando Nell..?" Sarkas Gloria yang tersenyum sinis.


Juliando yang mendengar Gloria menyebutkan nama aslinya sangat terkejut begitu pula dengan Juana. Bagaimana bisa anak itu mengetahui identitas asli Juliando yang bahkan orang di luar sana mungkin hanya tinggal beberapa orang yang mengenalnya dengan identitas asli.


"Perlu saya ingatkan kembali Tuan Juliando… Mension ini beserta isinya semua Millik Mommy ku bukan milik anda. Jadi, tentu..! Mension ini milikku karna sebelum meninggal Mommy ku telah membuat surat wasiat yang tertulis semua aset miliknya akan jatuh pada diriku semuanya selaku putrinya bukan anda suaminya." Tegas Gloria yang tersenyum penuh kemenangan.


"Cih aku benar-benar muak melihat wajah jelek mereka berdua. Aku ingin sekali meledakan kepala mereka hingga hancur berkeping-keping tapi… kematian terlalu mudah untuk manusia-manusia hina ini." Umpat Gloria dalam hati.


Tangan Gloria sudah gatal sedari tadi untuk menembak kepala kedua orang di depannya itu. Namun, Gloria tahu kematian untuk orang-orang seperti Juana dan Juliando terlalu mudah dan ringan sebagai bentuk hukuman untuk kejahatan yang telah mereka lakukan di masa lalu.


"Jika kamu sudah mengetahui semua itu kenapa kamu tidak melaporkan kamu ke kantor polisi?" Tanya Jualiando yang menahan sakit di lengannya yang telah di tembak oleh Gloria.


Juliando yakin jika Gloria tidak akan tega melaporkan dirinya yang sebenarnya adalah ayahnya ke polisi.


"Lapor polisi? Lalu kalian masuk penjara begitu…? Penjara adalah hukuman yang terlalu ringan untuk manusia kotor dan bejat seperti kalian."

__ADS_1


"Lalu kamu mau apa..?"


"Tentu saja balas dendam!"


__ADS_2