
"Aku akan tetap menjadi dari Scorpio baik kamu atau para antek-antek mu menolak. Bagiku kalian bukan bagian dari kelompok milikku." Ucap sinis Gloria.
"Dasar ****** sialan.....!"
Dorr
"Aku paling tidak suka di rendahkan apalagi di katai dengan sebutan yang menunjukan itu." Sarkas Gloria.
Aula yang tadinya ricuh kini terdiam sepi dan sunyi tak ada satu pun suara lagi. Semua orang berdiri kaku dengan menatap bodoh Gloria yang yang harus saja melepaskan tembakan pada rekan mereka.
"Masih ada yang mau protes?" Tanya Gloria dengan tenang seperti tidak terjadi apapun.
"Wanita sialan kenapa kamu membunuh rekan kami?" Teriak salah satu teman pria yang baru saja Gloria tembak mati.
"Jika marah maka majulah aku ingin melihat seberapa hebat kalian hingga berani meragukan aku bahkan sampai menghinaku." Tantang Gloria yang semakin membuat amarah 20 orang itu marah.
"Wanita ku bunuh kau.....!" Teriak orang-orang itu yang langsung berlari menerjang Gloria. Sedangkan Gloria yang melihat itu hanya tersenyum tipis.
"Dasar bodoh, mereka benar-benar mencari mati." Guman Gading namun masih di dengar oleh Antony yang berdiri di sampingnya.
'Siapa yang mencari mati Gading?" Tanya Antony yang penasaran entah siapa yang Gading katai bodoh.
"Tentu orang-orang itu Tuan. Tubuh Nona Gloria memang kecil tapi nona muda bisa mengangkat beban tang berat dan lebih besar dari ukuran badannya." Terang Gading yang menatap Gloria belum melakukan apapun.
"Itu terdengar mustahil bagaimana........."
__ADS_1
krekkk
Ahhhh.......
Antony yang baru setengah jalan bicara langsung di kagetkan dengan suara tulang yang di patahkan di susul suara teriakan yang memilukan.
"Bagaimana Tuan? Apa sekarang Tuan percaya?" Tanya Gading yang tidak di tanggapi oleh pria tua di sampingnya.
Sepertinya pria itu terpaku atau syok melihat keadaan yang sedang di disaksikannya itu di depan mata secara langsung.
"Bagaimana bisa dia......Astaga..." Antony membulatkan mata melihat Gloria yang mengangkat dan membanting tubuh lawannya yang bahkan 2 kali lebih besar padanya.
"Ayo maju! Dimana mulut kalian yang berkoar-koar tadi?" Tantang Gloria yang menatap santai 9 orang di depannya itu.
Bugh
Bugh
Krekk
Srettt
Setelah 5 menit pemenangnya berdiri kokoh bahkan berkeringat pun tidak. Sosok pemenang itu tak lain adalah Gloria yang berdiri dengan cengengesan sendiri.
"Maaf mainku kasar soalnya aku hanya terbiasa melawan seekor singa atau harimau. Jadi, jika ingin bertahan aku harus mematahkan kakinya mereka atau aku di makan. Lagipula......." Jeda Gloria yang meraba pistol yang berada di pinggangnya.
__ADS_1
"Lagi pula apa Non......"
Dor
Dor
Semua orang langsung tertegun saat Gloria tanpa ampun memuntahkan semua isi peluruh pistolnya pada orang-orang yang terkapar itu. Hingga masing-masing di kening mereka lobang.
"Lagipula aku tidak akan memelihara anjing liar yang sewaktu-waktu bisa menggigit aku kapan saja." Ungkap Gloria yang menatap sinis orang-orang yang terkapar tanpa nyawa itu.
"Nona mereka termaksud anggota lama." Ucap Gading dengan pelan takut kena imbas kemarahan gadis itu.
Gading tahu jika Gloria masih mengatur amarahnya. Oleh karna itu Gading tidak akan menyinggung macan yang sedang mengamuk itu.
"Ck....... Seseorang tidak di lihat dari sejauh dan selama apa mereka mengikuti kita. Orang yang mengikuti kita sejak awal saja bisa mengkhianati kita apalagi hanya orang baru. Mereka bukan anggota murni scorpio karna tato di pergelangan mereka adalah tiruan. Lihat! tato di bawah leher mereka semua! Disana ada tato Kubu-kupu. Sedangkan anggota yang lain tidak ada yang memiliki tato seperti itu selain mereka ini." Tunjuk Gloria masih dengan nada kesal.
"Mereka penghianat?" ucap Gading dan Antony serentak menatap Gloria penuh tanda tanya.
"Cek saja sendiri." Jawab Gloria ketus yang langsung duduk di tah tanpa peduli itu kotor atau tidak.
Antony dan Gading saling melirik lalu berjalan cepat menuju mayat-mayat orang yang di katakan penghianat oleh Gloria.
Antony menggetarkan giginya saat saat menemukan tato kupu-kupu di bawah leher orang-orang itu.
"Butterfly.......!"
__ADS_1