
"Matanya di tutup dulu," bisik Luis.
"Eh...,"
Gloria hanya diam tak membantah ataupun menolak saat Luis menutup matanya dengan menggunakan kain hitam. Setelah memastikan jika mata sang kekasih telah di tutup akhirnya Luis segera menunduk lalu menggendong Gloria ala bridal style.
"Kok digendong?" Gloria bertanya dengan tangan yang di kalungkan di leher Luis.
"Biar kamu tidak jatuh atau tersandung baby," bisik Luis yang melanjutkan langkahnya.
Gloria dapat merasakan udara dingin yang menusuk kulitnya dapat dipastikan jika saat ini mereka berada di luar ruangan. walaupun begitu Gloria tidak panik ataupun khawatir karena Gloria percaya kepada Louis tidak akan menyakitinya.
sedangkan Louis berjalan hati-hati seakan-akan membawa sesuatu yang sangat berharga takut jika dia terjatuh akan dapat menghancurkan sesuatu itu. sampai di kursi yang sudah dia persiapkan Louis dengan hati-hati dan penuh kelembutan menurunkan Gloria mendudukannya di atas kursi itu. setelah memastikan posisi Gloria nyaman Louis segera berjalan ke belakang Gloria.
Louis menunduk mendekati telinga Gloria dan bisikan sesuatu. "Apa kamu sudah siap baby?" bisik Luis di telinga Gloria,
"Hemmm," Gloria hanya berdehem dan menganggukan kepala sebagai tanda mengiyakan.
melihat itu Louis segera mengangkat tangannya membuka dengan hati-hati penutup mata sang kekasih. hingga di detik berikutnya Louis kembali berbisik kepada Gloria.
"Bukalah matamu baby,"
mendengar bisikan Louis di telinganya dengan segera Gloria membuka pelan-pelan matanya. matanya langsung terpaku pada hidangan yang disiapkan di atas meja yang begitu terlihat lezat dan mewah. Tak hanya itu bahkan di sekitar pun dihias dengan lampu-lampu yang begitu indah sehingga suasana semakin romantis.
__ADS_1
Gloria menatap ke sekitar sehingga baru menyadari jika saat ini mereka berada di atap. Gloria bisa melihat pemandangan yang begitu indah di bawah sana gemerlap lampu pada setiap bangunan dan tiang listrik.
"Kamu menyiapkan ini semua untukku?" Gloria mendengar menatap Louis yang sedang tersenyum manis ke arahnya.
"Apapun untukmu,"
Cup
Louis menunduk melepaskan sebuah kecupan singkat di atas kening Gloria. Gloria yang menerima semua perlakuan itu hanya tersenyum manis karena merasa bahagia begitu dicintai oleh pria seperti Louis.
"Ayo makan,"
Luis memotong-motong daging di atas piring menjadi bagian-bagian kecil lalu memberikannya pada Gloria.
Gloria dengan senang hati menerima piring yang disodorkan oleh Luis sehingga pasangan itu mulai menikmati makan malam romantis mereka dengan penuh cinta.
"Kita pulang saja yah..?"
"Kok cepat?" Gloria menatap Luis yang mengajaknya untuk pulang.
"Aku mengantuk baby," kata Luis dengan menggosok matanya.
Padahal yang terjadi sebenarnya adalah Louis sengaja mengajak Gloria untuk segera pulang bukan karena dia mengantuk. akan tetapi dia sadar jika Gloria saat ini sangat lelah dan mengantuk Oleh karena itu Louis mengajaknya untuk segera pulang.
__ADS_1
"Baiklah jika seperti itu," Gloria hanya menurut apa yang dikatakan oleh Louis karena memang saat ini dia juga butuh istirahat.
Seperti saat mereka datang Luis juga memperlakukan Gloria begitu manis dengan menjaga Gadis itu agar tidak terjatuh menuruni tangga. sampai di bawah ternyata Gloria melihat lagi 3 orang gadis muda yang sedang duduk di pojok sana. Gloria tanpa kata segera menghampiri kasir di restoran itu.
"Ada yang bisa saya bantu Nona?" tanya sang kasir.
"Aku ingin membayar pesanan Tiga orang gadis yang berada di meja pojok sana," jawab Gloria yang melirik tiga orang itu.
Sang kasir langsung mengikuti arah yang ditunjuk oleh Gloria sebelum menganggukkan kepala. Gloria segera memberikan Black cardnya namun langsung di dahului oleh Luis.
"Pakai punyaku saja," kata Luis tiba-tiba.
"Eh...,"
"Sudah selagi ada aku maka gunakan saja aku agar aku bisa berguna untukmu," bisik Luis dengan mengelus kepala Gloria dengan sayang.
Kasir yang masih bisa mendengar apa yang di bisiin oleh Luis sampai memerah malu akan kelakuan pria di depannya itu yang begitu romantis.
"Ayo..," Luis kembali menggandeng tangan Gloria membawanya keluar dari restoran itu.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di kediaman Gloria. Luis segera keluar begitu pula Gloria yang keluar lalu mereka masuk ke dalam mension. Baru saja masik Gloria sudah mendengar suara yang sangat dia benci itu.
"GLORIA...!"
__ADS_1