Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Simpanan


__ADS_3

Ceklek


Cup


Sret


"APA YANG ANDA LAKUKAN….?" Teriak Fenia yang menatap tajam pria paruh baya di depannya itu.


Pria tua di depannya bukannya merasa marah justru terkekeh lucu melihat ekspresi marah Fenia.


Pria tua itu berjalan mendekati Fenia yang hanya bisa melototkan mata.


"Saya bisa saja menjadikan kamu tetap pemeran utama dalam film saya akan tetapi kamu harus memuaskan saya lebih dulu." Bisik pria tua itu yang menggigit sensual telinga Fenia.


Fenia yang mendapat perlakuan seperti itu tentu marah namun saat mendengar ucapan pria tua itu membuat Fenia dilema.


Fenia sadar saat ini karirnya berada di tanduk kehancuran. Jika dia menolak tawaran pria tua di depannya itu maka akan memungkinkan jika karirnya berakhir saat ini juga. Namun, jika dia menerima tawaran pria itu maka ada harapan karirnya akan bisa di angkat lagi. Hanya saja apa Fenia sanggup melayani pria yang bahkan untuk melihat wajah dan perutnya yang buncit itu sudah membuat Fenia mual dan ilfil.


Hubungan badan atau kata lain dari se*s memang adalah hal lumrah di kalangan anak muda zaman sekarang. Begitu pula Fenia yang memang bukan gadis suci wanita muda itu bahkan keluar masuk klub dan tentunya bukan satu atau dua pria yang pernah mencicipi tubuhnya. Tapi semua pria yang tidur dengannya adalah pria matang dan mudah bukan aki-aki seperti pria di depannya itu.

__ADS_1


Fenia menelan ludah melihat tatapan penuh nafsu pria tua di depannya itu. Tak hanya itu pria itu terus memojokkannya di dinding kamar itu.


Fenia menunduk melihat pria tua di depannya dari ujung kaki sampai ujung rambut. Saat pandangan Fenia sampai di perut pria tua itu Fenia langsung bergidik ngeri bahkan perut buncit pria itu sudah seakan seperti mau meledak saja.


"Bagaimana baby…. Tawaranku ini hanya akan berlaku hari ini saya baby…" Ucap pria tua itu lagi yang semakin membuat Fenia bimbang.


"Tapi kalau saya melayani Tuan karir saya akan kembali naik daun lagi kan..?" Tanya Fenia yang memastikan jika karirnya akan kembali seperti sedia kala.


Tentu saja baby…. Saya akan membantu kamu untuk terkenal Kemabali. Saya mempunyai beberapa kenalan produser film dan tentunya beberapa agensi juga. Jika kamu mau menjadi simpananku kamu akan aku bawah melayang-layang di atas puncak karirmu." Ujar pria tua itu yang berkata sungguh-sungguh dan terlihat percaya diri.


Fenia yang mendengar itu langsung mulai berpikir jika ada baiknya dia mengikuti kemauan dari pria tua di depannya itu. Toh dia juga bukan perawan untuk apa takut melakukan hubungan seperti itu. Lagi pula hanya melayani pria tua tidak akan capek atau lelah seperti melayani pria yang matang dan masih muda.


"Bagaimana baby…"


Walaupun masih tersimpan rasa tidak ikhlas dan rela Fenia menepis rasa itu. Model dan sebagai pusat perhatian adalah impian Fenia. Sedari kecil dia sudah memimpikan hal itu menjadi objek pusat perhatian semua orang yang di puja-puja dan di sanjungkan seperti sang Dewi adalah khayalan Fenia.


Walau terlihat mustahil nyatanya Fenia terobsesi untuk menjadikannya agar terlihat seperti Dewi yang selalu di puja dan di sembah.


"Pilihan yang bagus baby." Kata pria tua itu.

__ADS_1


Dengan tergesa-gesa pria tua itu langsung menyerang bibir Fenia dengan brutal dan penuh nafsu. Fenia yang menerima serang pria tua itu sebenarnya ingin menolak tapi mau bagaimana lagi mengingat jika nasib karirnya berada di tangan pria tua yang menciumnya itu. Membuat Fenia tak punya pilihan lain selain mengikuti kemauan dari pria tua itu.


Beberapa menit berlalu tubuh Fenia telah terekspos begitu saja begitu pula pria tua itu yang sudah melepas semua pakaian yang melekat pada tubuhnya.


Mata Fenia membulat melihat ukuran rudal pria itu ternyata begitu besar. Sedangkan pria tua itu tidak memperdulikan ekspresi wajah Fenia. Pria tua itu langsung menarik kaki Fenia dan membuka lebar-lebar kaki Fenia untuk mempermudahkannya masuk ke dalam goa itu.


"Aku masuk baby…. Rudalku ini akan membuatmu keenakan." Ucap pria tua itu yang langsung memasukan rudal itu ke dalam gua milik Fenia.


Jleb


Aaahk


Fenia berteriak tertahan saat merasakan di bawah sana penuh. Sedangkan pria itu dengan terburu-buru mulai memajuk mundurkan miliknya.


Hingga beberapa menit kemudian terdengar ******* panjang dari keduanya. Pria tua itu langsung ambruk di samping Fenia setelah mengucapkan terima kasih dan menjabut miliknya pria tua itu langsung tertidur di samping Fenia meninggalkan Fenia yang masih ngos-ngosan mengatur napasnya.


Fenia melirik pria itu yang sudah terlelap setelah menyelesaikan hastratnya. Fenia duduk di kepala ranjang menghembuskan napas kasar tak menyangka jika tenaga pria tua itu begitu dahsyat hingga menggempurnya hingga kelelahan.


"Sial, gara-gara berita itu karir ku sampai di ujung tanduk. Semua ini karna anak sialan itu." Umpat Fenia yang mengepalkan tangan menahan amarah mengingat apa yang Gloria lakukan.

__ADS_1


Dengan tertatih-tatih Fenia turun dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa-sisa keringat percintaannya dengan pria tua tadi.


"AAAAAAA…!"


__ADS_2