Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Warung pinggir jalan


__ADS_3

"Ayo cari makan, aku lapar." Kata Gloria yang dengan wajah malu-malu mengelus perutnya.


Cup


"Baiklah, jika yang mulia putri sudah lapar. Mari kita mencari makanan." Kata Luis yang langsung menggendong Gloria dengan model ala bridal style.


"Akkkh" Gloria memekik kaget karena Luis yang tiba-tiba menggendong dirinya. Tak mau jatuh konyol Gloria segera mengalunkan kedua tangannya di leher Luis memeluknya dengan erat agar tidak jatuh.


Sedangkan Luis pria itu diam-diam menyembunyikan senyum puas di bibirnya karena Gloria yang memeluk dirinya. Luis sengaja menggendong Gloria agr gadis itu memeluk dirinya.


Sampai di mobil Luis segera meletakan Gloria ke jok depan samping kemudi. Tidak mungkin jika dia mendudukan Gloria di jok belakang.


Setelah memastikan jika sang kekasih nyaman dengan posisinya. Luis langsung menutup pintu lalu berlari kecil mengelilingi mobil dan masuk di jok kemudi.

__ADS_1


"Gunakan sabuk pengaman mu baby." Ucap Luis yang dengan lembut mengelus kepala dari Gloria.


Luis dengan satu tangan menggenggam tangan loria dengan satu tangan lagi yang menyetir mobil.


Hingga beberapa saat kemudian Luis mendapatkan sebuah warung makan yang sederhana. Dengan ragu melirik Gloria. Luis memutuskan untuk mencari warung makan yang lain tapi sudah lebih dulu Gloria yang meminta untuk turun makan di warung makan itu.


"Kita makan disana saja." Kata Gloria dengan menunjuk warung makan yang berada di sebrang jalan sana.


Terlihat Luis hanya diam di dalam mobil dirinya terlalu ragu untuk mengajak makan sang kekasih di warung pinggir jalan seperti itu.


"Baby tunggu aku." Tak punya pilihan Luis segera turun menyusul sang kekasih. Sampai di samping Gloria pria itu langsung menggenggam tangan wanita itu yang sepertinya masih takut menyebrang jalan.


"Jangan takut ada aku." Kata Luis yang menyakinkan Gloria jika semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


Gloria hanya diam tidak menjawab apa yang di katakan oleh Luis. Namun, bibir gadis itu terangkat ke atas hingga sebuah senyum indah mekar dari bibirnya. Luis yang melihat itu lagi-lagi hanya bisa tertegun tanpa menyadari jika Gloria sedari tadi sedang mmanggilnya.


Tak


"Eh... Ada apa baby?" Luis bertanya dengan linglung saat tersadar dari lamunannya yang begitu terpesona dengan keindahan dan kecantikan dari sang kekasih hati.


"Aku harus extra menjaganya jika tidak akan banyak lebah di luar sana yang akan mendekati bungaku. Sial, harusnya kami tidak harus berjauhan bukan? Tapi tidak mungkin aku mengikutinya." Gerutu Luis yang merutuki kebodohannya sendiri yang ingin mengikuti Gloria dimana pun wanita itu pergi.


"Ayo kita menyebrang." Luis segera menggenggam tangan Gloria dengan lebih erat lalu menuntun langkah kaki gadis itu untuk menyebrangi jalan. Sampai di warung itu Gloria langsung masuk ke dalam dan mulai memesan semua jenis makanan di dalam warung sederhana itu. Namun, walau hanya terlihat sederhana dari luar sebenarnya warung makan itu terlihat lebih bersih dari perkiraan Luis.


Luis yang melihat jika Gloria sudah duduk manis menuggu pesanan mereka berdua. Luis langsung duduk di samping Gloria sambil memainkan tangan kecil milik sang kekasih. Gloria yang mendapati perlakuan aneh dari Luis hanya diam walau saat ini mereka telah menjadi pusat perhatian para orang-orang yang sedang makan di warung itu.


Luis tahu, jika saat ini dirinya dan juga Gloria telah menjadi pusat perhatian apalagi bagi para wanita lajang. Namun, Luis lebih cemburu karena semua laki-laki di warung itu menatap ke arah kekasihnya yang hanya menampilkan wajah polos dan lugunya. Siapa yang tidak akan jatuh cinta pada wajah cantik dan manis milik Gloria yang mampu menyihir siapapun agar menatap ke arahnya. Tak terkecuali yang bahkan pria-pria yang di samping mereka ada istri dan anak justru semakin menatap Gloria seperti menatap mangsa.

__ADS_1


"Sial,"


BRAKKK


__ADS_2