Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Obsesi?


__ADS_3

"Kakak ipar..!" Luisa yang sedang susuk santai di ruang tamu langsung memekik senang saat melihat Kakaknya datang dengan menggendong seseorang dalam gendongan Luis.


"Jangan berisik," Luis menatap tajam sang adik.


Luisa yang mendapat tatapan tajam dari sang kakak langsung membekap mulutnya dengan kedua tangannya.


"Kakak ipar tidur di kamarku kan, kak?" Tanya Luis yang mengikuti langkah Luis menaiki tangga.


"Tidak. Kakak ipar kamu akan tidur di kamar kakak." Balas Luis dengan datar.


"Tapi kak.... Baiklah." Luisa hanya bisa mendengus kesal dan menunduk kecewa karena wanita yang akan mejadi kakak iparnya itu justru akan tidur di kamar kakaknya bukan di kamarnya.


Luis hanya diam melangkah menuju kamarnya sedangkan Luisa juga menuju kamarnya. Sampai di kamar Luis dengan lembut dan penuh ke hati-hatian menidurkan Gloria yang sedang tertidur lelap di atas ranjang miliknya. Setelah memastikan jika posisi sang kekasih nyaman dan pas Luis segera beranjak bangun dari ranjang.


Terlihat pria itu memandang Gloria dengan pandanga kasih dan cinta yang begitu besar. Luis mengecup kening Gloria lalu berbalik pergi berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah ke kepergian Luis beberapa saat kemudian terlihat Gloria yang membuka mata dengan menatap ruangan sekitarnya. Namun, ada yang aneh di dalam ruangan itu semuanya sangat aneh.


Bagaimana tidak aneh di seluruh dinding terpasang potret dirinya lebih tepatnya lukisan wajahnya yang ada di dalam lukisan itu. Gloria mengerutkan dahi hingga kerutan itu muncul di dahinya. Siapa yang begitu terobsesi dengannya hingga sampai segila itu meletakkan lukisan wajahnya di dalam kamar itu.


Namun, yang terakhir Gloria ingat adalah dirinya berada di dalam mobil bersama Luis. Apa dirinya di culik? Memikirkan itu Gloria langsung melompat turun dari ranjang bersamaan dengan pintu kamar mandiyang terbuka.


Wushhhh


Tak


"Baby, kenapa menyerang ku?" Kata Luis dengan mengunci tubuh Gloria.

__ADS_1


"Luis?"


"Ini aku baby," bisik Luis yang mengecup pipi kiri Gloria karena posisinya sedang memeluk Gloria dari belakang. "Kenapa kamu menyerang ku?" Tanya Luis tanpa melepaskan pelukannya dari Gloria.


"Lepas dulu." Balas Gloria yang memberontak hingga pelukan Luis terlepas.


"Bagaimana... Aaaaa kenapa kamu tidak memakai baju." Teriak Gloria yang langsung menutup matanya dengan menggunakan kedua tangannya.


Luis yang melihat respon yang di berikan Gloria diam-diam menyunggingkan senyum sebelum ide jahil di kepalanya muncul.


"Kenapa hm? Bukankah nanti juga kamu akan melihatnya." Luis dengan jahilnya melingkarkan tangannya di pinggang ramping Gloria.


Gloria yang merasakan sentuhan di pinggangnya langsung berjalan mundur. Hingga tanpa sadar ternyata Gloria menuju ranjang membuat keduanya jatuh di atas ranjang dengan Luis yang berada di atas tubuh Gloria.


"Buka matamu baby." Bisik Luis yang terus menatap wajah cantik milik Gloria.


Tanpa di minta tangan loria terulur mengelus rahang tegas Luis membuat pria itu seketika menutup matanya menikmati elusan Gloria di rahangnya membuat Luis nyaman.


"Apakah aku tampan hm.." Tanya Luis dengan masih menutup mata.


"Kamu sangat tampan." Jawab Gloria yang belum sadar dengan apa yang di ucapannya.


Luis yang sedang menutup mata langsung membuka matanya. Pria itu menatap dalam wajah gadis yang berada di kukungannya itu.


Tak tahan Luis langsung melabuhkan bibirnya di atas bibir Gloria. Gloria yang tersadar langsung membulatkan mata saat merasakan benda kenyal yang menempel di atas bibirnya.


Ciuman yang awalnya lembut kini mulai sedikit menuntut dan liar. Luis mulai mengekpos gigi putih rapi Gloria. Napasnya mulai memburu seiring ciumannya yang mulai turun di dagu, rahang, dan berakhir di leher dan juga bahu terbuka Gloria.

__ADS_1


"Ah.., Luis.." Gloria mendesah kecil saat Luis dengan lihainya memainkan lidahnya di leher jenjangnya dan juga belakang telinganya.


"Aku mencintaimu." Bisik Luis yang masih tetap stay di leher Gloria.


Tanpa ragu Luis memberikan stempel merah di leher sang kekasih yang sangat kontras dengan warna kulit putih Gloria yang seputih susu. Tangan Gloria terulur hingga memeluk Luis dengan semakin erat dengan mempertemukan kembali kedua b*bir itu. Luis dengan penuh semangat memainkan benda kenyal itu.


Hahhhhhh


Terdengar Luis yang membuang napas dengan kasar menjauhkan wajahnya dari wajah Gloria yang menatap sayu.


"Jangan menatapku seperti itu baby, aku bisa saja memakan kamu sekarang." Bisik Luis yang membersihkan sisa-sisa saliva di bibir bengkak Gloria karena ulahnya.


Sontak Gloria yang mendengar itu langsung tersipu malu. Wanita itu hanya bisa menyembunyikan wajah merahnya di dada bidang Luis yang tak mengenakan apapun. Tanpa menyadari jika apa yang di lakukan oleh Gloria sebenarnya sangat-sangat menyiksa Luis.


Terlihat Luis yng hanya bisa mendongak ke atas, pria itu hanya bisa mengeraskan rahangnya dengan membuang napas kasar bersamaan dengan napasnya yang memburu. Terpaan napas Gloria yag berada di dadanya mampu membakar kelakian-nya hingga sulit untuk di kendali.


Walau berada i ujung tanduk sebuah hasrat Luis masih berusaha untuk menahannya. Pria itu sangat mencintai Gloria, ia tidak akan pernah menodai cinta tulus mereka dan memberi sebuah noda hitam hanya karena nafsu sesaat dan juga bisikan setan.


"Mandilah setelah itu kita akan turun makan malam." Ucap Luis yang beranjak berdiri dari atas tubuh Gloria.


Sebelum berdiri pria itu tak lupa memberi kecupan hangat penuh cinta di kening sang kekasih.


Gloria yang malu hanya menurut bangun dan berjalan menuju kamar mandi setelah Luis menunjukannya.


BRAK


"Sial, Ini membuatku gila." Umpat Luis di saat pintu kamar mandi tertutup.

__ADS_1


__ADS_2