
"Mandilah setelah itu kita akan turun makan malam." Ucap Luis yang beranjak berdiri dari atas tubuh Gloria.
Sebelum berdiri pria itu tak lupa memberi kecupan hangat penuh cinta di kening sang kekasih.
Gloria yang malu hanya menurut bangun dan berjalan menuju kamar mandi setelah Luis menunjukannya.
BRAK
"Sial, Ini membuatku gila." Umpat Luis di saat pintu kamar mandi tertutup.
Dengan langkah cepat Luis segera berjalan cepat menuju walk in close mencari pakaian untuk mendinginkan tubuhnya yang seperti terbakar. Setelah mencari beberapa saat akhirnya Luis menemukan pakaian yang di merasakannya cukup pas untuk di kenakan-nya.
Luis segera berbalik keluar dari kamarnya menuju lantai bawa untuk meminta para pelayan untuk memanaskan menu makanan untuk mereka makan berdua dengan Gloria.
Sedangkan di isi lain Gloria sedang membersihkan diri namun matanya terpaku saat matanya tak sengaja menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandi Luis. Matanya menatap tanda merah di lehernya dengan tangannya yang terangkat mengelus tanda itu.
"Dia buat tanda ini?" Guman Gloria.
Tak mau memikirkannya lagi yang hanya membuat wajahnya memerah karena malu. Gloria segera melanjutkan acara mandinya hingga beberapa menit kemudian terlihat gadis itu memunculkan kepalanya di dalam kamar mencari keberadaan Luis.
__ADS_1
"Haah syukur nggak ada dia." Guman Gloria yang mengelus dada lega karena tidak ada Luis di kamar itu.
Dengan gerakan cepat Gloria keluar dari kamar mandi. Matanya melirik baju yang berada di atas ranjang. Gloria segera mengambil baju itu lalu memakainya.
Sedangkan di tempat lain terjadi pertikaian antara anak dan ayah. Terlihat seorang pria paruh baya yang sedang menatap wanita muda di depannya dengan pandangan Nyalang.
"Apa yang kamu kerjakan di luar sana hingga pulang sampai selarut ini ha....?" Bentak Juliando yang menatap tajam Fenia.
Juana yang kebetulan lewat di ruang tamu langsung melotot saat mendengar Juliando yang sedang memarahi Fenia.
"Lho dad, kenapa justru marahin Fenia? Harusnya Dad suruh tidur donk, Fenia pasti capek." Bela Juana kepada sang putri.
Plak
"Mommy...!" Fenia memekik kaget saat melihat dengan jelas sang Daddy yang menampar sang ibu hingga tersungkur di lantai.
Tak hanya itu akibat tamparan keras dari Juliando sudut bibir Juana robek hingga berdarah. Juliando menatap Nyalang Juana dan Fenia yang hanya bisa menatapnya dengan ekspresi syok. Mereka tidak menduga jika saat ini Juliando benar-benar dalam keadaan yang marah saat ini.
"Lihat, ini semua karena kamu. Bagaimana bisa kamu tidak bisa mendidik putrimu seperti ini? Jika kamu dulu adalah seorang p3l4cur tidak bisakah kamu membuat putrimu juga tidak jadi j4l4ng di luar sana!" Teriak Juliando yang meluapkan emosinya.
__ADS_1
Deg
Hati Juana berdenyut sakit saat sang suami mengingatkannya tentang dirinya yang dulu
Bagaimana bisa suaminya itu membuka aib dirinya di hadapan sang putri. Juana menggeleng menatap tak percaya Juliando yang hanya menatap acuh padanya.
Di sisi lain, bukan hanya hari Juana yang sakit tapi Fenia juga merasakan hal yang sama. Apakah ibunya benar-benar seorang p3l4cur dan dirinya juga sekarang akan seperti itu. Hati Fenia menjerit sakit saat pria di depannya itu yang biasa menghujaninya dengan kasih sayang kini justru menghina dan menginjak-injak harga dirinya.
Pria yang dulu begitu memanjakannya dan tak pernah meninggikan suaranya kini bukan hanya membentak tapi juga sudah bisa menghinanya. Pria yang dulu begitu menyayangi sang Mommy hingga selalu terlihat mesra kini sudah mulai berubah hingga main tangan.
"Dad...,"
"Apa ha...? Apa yang aku katakan semua itu adalah kenyataannya. Kamu adalah seorang pel4cur dan anakmu ini, putrimu ini juga akan mengikuti jejakmu. Entah sudah berapa pria yang menyentuh dan memasukinya bahkan tanda menjijikan itu terus ada di tubuhnya yang kotor." Hina Juliando yang menatap Fenia dengan pandangan jijik.
"Daddy aku bisa jelaskan ini...."
"Tidak perlu, karena buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Seperti ibumu yang p3l4cur maka tidak akan jauh berbeda." Potong Juliando yang meremas rambutnya sendiri dengan kesal..
"Kalian benar-benar membuatku kesal. Andaikan dulu aku tidak tergoda padamu, mungkin semua ini masih menjadi milikku."
__ADS_1
Deg