
Hari-hari terus berlalu tak terasa sudah satu minggu Luis pergi meninggalkan Gloria. Hidup yang 2 bulan terakhir begitu berwarna kini kembali Suram.
Sudah satu minggu Gloria menjalani hari-harinya tanpa Louis di sampingnya. Jika dulu dia merasa damai dan terbiasa kesepian kini Gloria merasa seperti ada yang hilang setelah kepergian Louis.
Kegiatan Gloria Tak berubah yaitu pagi berburu dan sore ke pasar. Namun di setiap dia sendirian maka dia akan melamun.
"Siapa sebenarnya mereka" Guman Gloria yang mengintip orang berbaju hitam mengenakan topeng yang berada di depan rumahnya.
Saat ini Gloria berada di salah satu pohon yang rindang yang masih beberapa orang yang mengepung rumahnya. Orang-orang itu ada setelah kepergian Louis satu hari sesudahnya. Namun anehnya orang-orang itu tidak pernah masuk ke dalam rumah melainkan hanya mengetuk pintu. Jika pintu tidak terbuka maka mereka akan hanya diam setelah itu pergi.
Orang-orang itu terus datang setiap hari dan setiap malam akan tetapi mereka tidak pernah masuk ke dalam rumah lantaran Gloria mematikan semua lampu sehingga mereka beranggapan jika tidak ada orang.
Tapi kali ini Gloria cukup merasa kesal karena terus di awasi. Sehingga Gloria mengambil keputusan untuk menemui mereka. Gloria yakin mereka bukan orang jahat oleh karena itu Gloria berani menemui mereka secara langsung.
"Siapa kalian?" Tanya Gloria yang tiba-tiba muncul di belakang orang-orang itu.
Orang-orang yang berbaju hitam dan bertopeng itu langsung menoleh ke belakang saat ada suara dari belakang mereka.
"Nona muda" ucap mereka serentak yang langsung membungkukkan badan 90 derajat ke arah Gloria.
__ADS_1
"Nona muda? Siapa Nona muda kalian,?" Tanya Gloria datar yang menatap tajam mereka.
"Nona muda Kami adalah anda" jawab pria yang berada paling depan yang dapat di tebak Gloria jika pria ini adalah pemimpin mereka.
"Aku tidak mengenal kalian Bagaimana bisa kalian memanggilku dengan sebutan Nona muda?" Ucap Gloria dengan menatap mereka penuh selidik dan waspada.
"Gloria Adela Leticia itu adalah nama anda. Terdampar di tempat ini saat umur 10 tahun" ucap pria itu yang mengucapkan nama asli Gloria dengan lantang.
"Dari mana kamu tahu nama asliku?"
"Nona muda tidak perlu waspada terhadap kami. Kami adalah orang-orang nona yang di perintahkan Tuan Yudha untuk menjemput anda"
"Beliau merupakan orang kepercayaan dari Tuhan besar"
"Siapa itu Tuan besar? Apa badannya sebesar raksasa? Atau sekarang beras?" Tanya Gloria dengan memiringkan kepalanya menatap mereka dengan polos.
Uhuukkk uhukk
Sontak mereka semua langsung terbatuk-batuk saat mendengar pertanyaan sekaligus kepolosan Gloria.
__ADS_1
Pria yang menjadi pimpinan dari pria bertopeng itu langsung garuk-garuk kepala yang tidak gatal. Entah harus menjelaskannya bagaimana kepada sosok di depannya itu yang ternyata sangat lugu dan polos.
"Apa karna Nona Muda tinggal di hutan sehingga bisa sepolos dan selugu ini?" Batin pria yang menjadi pemimpin mereka itu yang menatap Gloria dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Apa benar dia yang akan menjadi Nona muda kami? Jika benar-benar sangat tidak coco. Bagaimana wajah selugu dan sepolos dia harus menjadi orang yang...." Batin mereka yang menatap gemas ke arah Gloria.
"Tuan besar maksud saya adalah Kakek kandung anda Nona Muda" kata pria itu yang hanya bisa tersenyum kaku.
"Oh gitu. Baiklah kita masuk dalam rumah" kata Gloria yang berjalan melewati mereka berjalan mendekati pintu.
"Kalian bukan orang jahat kan?" Tanya Gloria yang tiba-tiba berbalik menatap mereka satu persatu Dengan mata yang menyipit.
"Bukan Nona Muda" jawab mereka serentak.
"Baiklah ayo masuk" kata Gloria yang mempersilahkan mereka masuk.
"Eh tunggu dulu!" Teriak Gloria yang menghentikan pergerakan mereka semua.
Orang-orang bertopeng itu saling pandang dengan pandangan bingun. Padahal menginjak teras rumah Gloria saja belum tapi sudah di hentikan lagi gadis itu.
__ADS_1
"Jangan semua, rumah ku kecil jadi tidak bisa menampung kalian semua hehehe" Ucap Gloria yang cengengesan sendiri.