
"Oh jadi Paman gondrong itu sih salah paman sendiri, siapa suruh buat onar malak-malak aku lagi. Aku aja hidup susah yang berburu tiap hari di hutan dan hasilnya mau Paman gondrong ambil ya aku ngamuk lah" Kata Gloria santai.
Pak botak yang mendengar penuturan Gloria langsung menatap tajam kepada anak buahnya. Dia sebagai pemimpin dari kelompok mereka tidak tahu menahu soal malak memalak. karena dia hanya memerintahkan anak buahnya untuk menagih setiap telapak atau tokoh penjual yang berada di pasar setiap harinya dengan bayaran 1 dolar dengan catatan anak buahnya membantu mengangkat beban para penjual di pasar bukan malah memalak orang.
"Apa benar begitu?" tanya Pak Botak yang menatap tajam si anak buahnya.
Sedangkan para preman itu hanya bisa diam dengan kepala menunduk saat pemimpin mereka menatap tajam ke arah mereka semua.
"Apa kalian semua gila Hah? Bagaimana bisa kalian memalak orang? Apa kalian akan memberi nafkah pada keluarga kalian dengan uang hasil dari pencurian itu?" Bentak Kepala botak.
Kepala botak benar-benar marah dengan apa yang dilakukan ada buahnya itu. Bagaimana bisa otot kekar itu malah di gunakan untuk memalak orang. Benar-benar gila pikir Pak Botak
"Bukan mencuri Bos, kami......"
__ADS_1
"Sama saja, yang namanya malak memalak adalah merebut milik orang lain dengan cara paksa. Apa kalian tidak malu sama otot kalian yang kekar seperti itu tapi kalian menjadi pengecut?" Teriak botak dengan marah.
"Sudah lah pak botak aku pamit dulu.hari sudah mulai malam" Kata Gloria yang Segera menaiki kembali sepedanya namun di hentikan oleh si kepala botak.
"Tunggu gadis kecil!" Cegah pak botak yang memanggil Gloria.
"Apalagi Paman ini sudah malam aku harus pulang rumahku ada di dalam hutan" Ucap Gloria dengan memendam kesal.
"Biarkan anak buah ku yang mengantar kamu pulang" kata pak botak yang langsung melototi anak buahnya sebagai tanda perintah untuk mengantar Gloria pulang.
"Kamu tenang saja gadis kecil, mereka tidak akan berani mengagumi. Jika berani maka aku akan menghancurkan keluarga mereka" Kata pak botak yang meyakini Gloria agar mau diantar pulang.
"Ya sudah cepat paman" ucap Gloria yang turun dari sepedanya.
__ADS_1
"Nona tidak perlu berjalan, Nona bisa naik sepeda kami akan berlari menyerangi jalan nona" Kata si gondrong yang mencegah Gloria turun dari sepeda.
"Hei buat penerang sekarang, cepat! "Teriak si gondrong.
Karena hari yang sudah gelap para anak buah dari pak botak segera membuat obor kecil yang berfungsi untuk menerangi jalan Gloria nantinya. Gloria mengayun sepedanya di ikuti beberapa orang di sampingnya yang memegang obor untuk menerangi jalannya.
Setelah bersepeda selama 20 menit akhirnya Gloria sudah bisa melihat rumahnya di depan sana yang langsung menghentikan laju sepedanya.
"Ada apa gadis kecil?" tanya si gondrong.
"Eh terima kasih Paman- Paman sekalian, karena sudah mau mengantar aku pulang. Rumahku sudah dekat, Paman sekalian segeralah kembali nanti Paman di serang hewan buas" Ucap Gloria yang menyuruh mereka semua untuk kembali.
"Tidak apa-apa Nona biar kami antar sampai rumah. kami banyak jika ada binatang buas kami bisa melawannya" ucap Si gondrong
__ADS_1
"Tidak apa-apa paman. Semua hewan di hutan ini telah mengenalku, karena aku tumbuh bersama mereka semua jadi tidak ada binatang buas yang menyerangku " terang Gloria dengan yakin.
"Baiklah jika memang begitu kami akan kembali. ambil ini gadis kecil, ini bisa menerangi jalanmu ke depan sana" Kata si gondrong yang langsung mengingatkan mengikat obor di tangannya dengan salah satu keranjang yang berada di depan Gloria.