Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Draft


__ADS_3

"Dad, anak si..., maksud aku Gloria kemana? Kok sudah 2 hari ini tidak terlihat?" Tanya Juana kepada sang suami.


"Aku juga tidak tahu dimana anak itu." Jawab Juliando yang terlihat acuh tak acuh.


Juliando dan Juana hanya bisa menahan kekesalan mereka karena dalang yang membuat mereka kesal sudah 2 hari ini tidak terlihat di mension. Kabar baiknya walau pun Gloria tidak ada di mension mereka tetap di kasih makan hanya saja mereka tida bisa naik di lantai 2. Karena di lantai itu telah di huni oleh seekor hewan yang berbulu lebat dan sangat menyeramkan siapa lagi jika bukan si Lion singa peliharaan Gloria.


Fenia yang mendengar apa yang mereka bahas oleh kedua orang tuanya langsung tersenyum jahat. Fenia memikirkan rencana apa yang akan di buatnya sebelum Gloria balik lagi ke mension.


"Ck paling dia sedang ngej4lang di luar." Sahut Fenia tiba-tiba membuat Juana dan Juliando melototinya.


"Diam.!" Gertak Juliando dengan menatap tajam Fenia.


"Lho kenapa dad? Aku nggak salah ngomong kok. Itu memang kenyataannya, mana ada coba nggak pulang kalau bukan mau jajajn di luar sama pri..., Auwww Mom..!" Pekik Fenia yang menatap kesal Juana yang sudah mencubit pahanya hingga merah.

__ADS_1


"Kok di cubit sih mom? Ini sakit lho mom." Gerutu Fenia yang mengelus-elus pahanya yang habis di cubit oleh sang mommy.


"Diam! Jaga bicaramu dan pelankan suaramu. Apa kamu tidak mau makan berbicara seperti itu? Kamu tidak lupa bukan jika hanya butuh satu perintah darinya kita semua tidak akan makan makanan ini lagi." Bisik Juana sambil menatap sekitar takut-takut jika ada pelayan yang mendengar apa yang di katakan oleh Fenia.


Glek


Fenia yang baru sadar engan apa yang dia katakan langsung menelan ludah dengan susah payah. Dengan gerakan cepat Fenia memutar kepalanya jangan sampai ada yang mendengar apa yang di dikatakannya jika ada yang mendengarnya mereka semua akan dalam bahaya.


"Sial, aku melupakan tentang itu syukur tidak ada yang mendengarnya." Kata Fenia dalam hati yang mengelus dada lega.


Ketiga orang itu langsung makan dengan lahap tanpa memikirkan apapun lagi. Terutama Juliando yang berperan sebagai ayah untuk Gloria pria itu terkesan cuek tanpa memikirkan apakah anaknya di luar sana sudah makan atau belum.


Setelah selesai dengan acara makan mereka masing-masing segera beranjak berdiri dan pergi begitu saja.

__ADS_1


Juana dan Juliando duduk tenang di ruang tamu dengan Juana yang memainkan ponselnya sedangkan Juliando pria paruh baya itu tengah membolak balik koran di depannya.


"Dad?" Panggil Juana tiba-tiba yang menghentikan kegiatannya.


"Hm" Juliando hanya berdehem sebagai balasan panggilan dari sang istri.


"Gloria kan lagi tidak ada otomatis kondisi perusahaan kosong pemimpin mereka? Nah gimana kalau daddy bergerak sekarang?" Bisik Juana dengan senyum liciknya.


Juliando yang mendengar bisikan JUana langsung menurunkan koran di tangannya. Dengan pelan Juliando menoleh ke arah Juana.


Bisikan Juana seperti bisikan iblis yang sangat mudah mempengaruhi manusia-manusia kotor seperti Juliando itu.


"Maksud kamu apa Juana?" Tanya Juliando pergi.

__ADS_1


"Apalagi? Temui para pemegang saham lalu bujuk mereka untuk melakukan protes dengan Gloria. Dengan seperti itu maka Gloria tidak akan jadi pemimpin perusahaan dan dad yang akan kembali menjadi pemimpin perusahaan itu." Kata Juana.


Juliando yang mendengar usulan dari Juana langsung terdiam memikirkan apa yang di katakan Juana ada benarnya.


__ADS_2