Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
BAB 111


__ADS_3

"Nona,"


"Ada apa Gading?" tanya Gloria yang ternyata yang masuk adalah Gading asisten pribadi miliknya.


"Ada yang ingin bertemu dengan Nona," jawab Gading dengan tegas.


"Siapa?"


"Itu Tuan Luis dengan asistennya Tuan Javier."


Tak


Pulpen yang di pegang oleh Gloria langsung jatuh dari tangan gadis itu saat mendengar nama itu di sebutkan oleh Gading. Gloria mendongak menatap Gading yang sedang menunggu jawabannya.


"Apa aku tidak salah dengar? Aku mendengar kamu mengatakan bahwa yang datang menemuiku adalah Louis dan asistennya Javier. Apakah pendengaranku tidak salah?" tanya Gloria kepada Gading.


"Pendengaran Anda memang tidak salah nona, yang datang menemui Nona benar-benar Tuan Louis dan asistennya Tuan Javier." kata Gading dengan yakin.


Gloria yang mendengar apa yang dikatakan oleh gadis langsung mengerutkan dahi. untuk apa Louis datang ke negara ini apalagi menemuinya? Padahal mereka berpisah Baru beberapa hari ini. tak ingin terus menebak akhirnya Gloria memberi instruksi kepada Gading untuk menyuruh mereka masuk.


"bahwa mereka masuk!" perintah Gloria kepada Gading.


" baik nona"


Gading segera berbalik keluar dari ruangan Gloria menuju keluar. hingga beberapa saat kemudian Gading kembali masuk dengan beberapa orang di belakangnya yaitu Louis dan Javier. Gloria yang melihat Louis benar-benar tidak menyangka jika pria itu benar-benar ada di depannya saat ini.

__ADS_1


"Baby," Luis tanpa peduli keberadaan Javier dan Gading langsung berjalan dan memeluk Gloria dengan erat melep[askan kerinduannya terhadap wanita yang dia cintai itu.


"Aku merindukanmu, sangat sangat merindukan kamu baby." Bisik Luis di telinga Gloria tak lupa memberi kecupan hangat di pipi Gloria.


Gding dan Javier yang melihat situasi atasan mereka masing-masing hanya bisa saling membuang muka dengan wajah datar.


"Tuan Javier lebih baik kita keluar dari ruangan ini jika tidak kita akan menjadi obat nyamuk untuk dua ortang itu," bisik Gading pada Javier.


"Saya sangat setuju dengan saran anda ini Tuan Gading. Daripada kita berada disini lebih kita keluar saja," balas Javier.


Gading dan Javier saling melirik satu sama lain sebelum keduanya dengan gerakan poelan segera berjalan menuju pintu ruangan Gloria untuk keluar.


"Aku merindukanmu baby."


Cup


Dengan sekali dorongan Gloria berhasil melepaskan ciuman Luis.


"Baby kok di lepas?" kesal Luis karena ciumannya di lepaskan oleh sang kekasih.


"Malu tahu itu Gading sama Javier lihat," kata Gloria yang menatap tajam Luis.


"Mana? Mana asisten kamu sama Javier?"


"Itu...," Gloria mengerutkan dahinya saat tak menemukan siapapun di dalam ruangan itu selain mereka berdua.

__ADS_1


"Kok nggak ada tadikan mereka ada disitu,"


"Mereka sudah keluar baby, mereka tahu jika atasannya sedang melepas rindu." bisik Luis dengan senyum aneh di bibirnya.


"Atasannya siapa?"


"Tentu saja aku dan kamu baby,"


"Tidak aku tidak...,"


"Jadi kamu tidak merindukan aku begitu?" Luis menatap Gloria seperti anak ayam yang kehilangan induknya.


"Aish jangan memasang wajah seperti itu,"


"Kenapa? Apa aku terlihat tampan?"


"Apanya yang tampan kamu bertambah jelek, sangat jelek."


Deg


Luis yang mendengar itu langsung berwajah pucat saat mendengar Gloria mengatakan jika dia jelek. Jika orang lain yang mengatakannya maka Luis tidak akan peduli. Namun kali ini berbeda karena Gloria yang mengatakannya maka dapat di pastikan Luis mengalami ketakutan.


"Tidak ini tidak boleh terjadi, aku harus merawat wajahku agar terlihat tampan dan berwajah cerah. Jika aku jelek maka Gloria akan mencari pria lain lebih parahnya pria lain yang akan mengejar Gloria. Tidak! Ini tidak boleh terjadi Gloria hanya milikku saja," Luis meremas tangannya dengan keringat dingin yang membasahi tangannya.


Selama ini Luis tidak pernah setakut ini bahkan jika harus menerima pembunuh bayaran dari Pamannya yang bisa saja membunuhnya. Namun, Luis tidak pernah merasa akan takut tapi memikirkan Gloria yang akan di rebut pria lain membuat Luis bertambah takut.

__ADS_1


Sedangkan Gloria yang melihat wajah pucat dari Luis hanya bisa mengernyitkan alisnya saat melihat jika Luis sepertinya tidak baik-baik saja. Baru saja Gloria akan membuka mulutnya bertanya kepada Luis tiba-tiba saja di kejutkan dengan teriakan keras dari Luis.


"TIDAK...! TIDAK BOLEH...!"


__ADS_2