Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Paket


__ADS_3

"Nyonya ada paket."


Juana yang sedang mencat kukunya itu langsung mengalihkan atensinya saat salah satu pelayan itu datang padanya.


"Ada apa?" Tanya Juana yang menatap pelayan itu dengan tajam karena mengganggu aktivitasnya.


"Di luar ada paket untuk Tuan Juliando dan juga nyonya." Ucap Pelayan itu lagi.


"Paket?" Dahi wanita paru bayah itu mengkerut dengan garis halus yang menyatu.


"Benar, Nyonya."


"Pergilah ambil."


"Tapi kata pengantar, yang harus menerima paket itu harus Nyonya Juana atau Juliando sendiri."


"Aish ya sudah ayo."


Juana segera berdiri dan berjalan cepat menuju pintu itu untuk mengambil paket istimewa itu. Sampai disana mata Juana berbinar saat melihat pita itu yang di bungkus dengan rapi dan di tambah juga dengan hiasan pita yang sangat cantik.


"Ini paket untukku?" Tanya Juana yang sudah tidak sabar untuk membuka isi dari kotak itu.

__ADS_1


"Nyonya Juana?" Tanya kurir itu yang memastikan jika orang yang di depannya itu adalah orang yang tepat.


"Ya saya, Juana." Jawab Juana dengan cepat.


"Oke ini paketnya Nyonya." Kurir dengan segera memberikan kotak di tangannya pada Juana yang dengan senang hati menerima paket itu tanpa menyadari jika ada yang aneh dengan paket itu.


Juana segera masuk ke dalam mension kembali dengan memeluk kotak paket itu. Juana yakin jika isi di dalam kotak ini pasti barang mahal. Karena jika tidak maka tidak akan mungkin kurir itu mencari dirinya sendiri untuk menerima paket itu.


Sampai di ruang tamu Juana langsung meletakkan kotak itu di atas meja lalu mencari gunting untuk membuka kotak itu.


"Panggil Suamiku sana!" Perintah Juan kepada pelayan itu.


Sosok itu merogoh sakunya mengeluarkan ponselnya dan mulai menghubungi orang yang memberinya perintah untuk mengirim paket ke mension Leticia.


"Ketua, semua sudah di laksanakan." Lapor orang itu.


"Sudah ketua, nyonya Juana sendiri yang menerima paket itu."


"Sepertinya Nyonya Juana terllihat senang, ketua."


"Baik ketua." Sambungan telepon terputus, sosok itu segera pergi begitu daja . Mengendarai motornya lalu meleset pergi dari sana dengan sangat kencang.

__ADS_1


"Siapa ketua?" Tanya Gading yang cukup penasaran dengan siapa Gloria menelpon.


"Salah satu anggota yang aku suruh untuk memberi sedikit hadiah pada mereka." Jawab Gloria dengan memasang senyum miring di bibirnya.


Gading yang mendengarnya langsung tersenyum dingin, karena tahu hadiah seperti apa yang di maksud oleh Gloria. Sedangkan Toni, pria itu hanya mendengus kesal melihat dan mendengar apa yang di bicarakan oleh kedua manusia beda gender di depannya itu.


Keduanya sangat cocok bila menghadapi musuh, tak pernah main-main dan balasan mereka juga yang tak tanggung-tanggung membuat satu rumah itu geger karena ulah mereka semua.


"Entah apa lagi yang di rencanakan oleh ketua? Namun, aku tahu itu bukan hal yang menyenangkan. Entah apa yang akan terjadi pada kedua orang itu." Kata Toni dalam hati yang justru mendoakan orang yang menerima paket dari sang ketua tidak membuat orang itu gila.


Juana dengan gerakan cepat mengambil gunting dan mulai memotong pita kotak itu dengan tidak sabar. Setelah pita di potong Juana langsung membuka tudung kotak itu. Namun, matanya melotot hingga hampir keluar dari tempatnya saat melihat apa yang berada di dalam kotak itu. Sedetik kemudian Juana langsung berteriak histeris.


"AAAAAAAA...,! JULIAN...!" Juana sampai terjungkal kebelakang dan jatuh duduk di lantai dengan wajah syok dan pucat.


Di sisi lain Juliando yang mendengar teriakan histeris dari istrinya langsung bergegas berlari menuju ruang tamu. Sampai di sana Juliando langsung dihadapkan dengan situasi di mana ia melihat Juana terduduk di lantai dengan wajah pucatnya dan mata menutup Mata menatap ke arah kotak yang berada di atas meja.


"Ada apa sih, mom?" Juliando bertanya kepada Juana dengan melangkahkan kakinya mendekati kotak yang berada di atas meja itu.


Juana yang ditanya hanya diam dengan tetapan yang terus menatap ke arah kotak itu. Juliando yang kesal lantaran diabaikan dan tidak dijawab pertanyaannya langsung mengambil kotak itu dan melihat apa isinya.


"ASTAGA, APA ITU?"

__ADS_1


__ADS_2