
"Butterfly.......!" Antony menggertakan gigi menahan amarah karna lagi-lagi kelompok itu kembali mengusik mereka.
"Paman tahu tato itu?" Tanya Gloria dengan santai seperti tidak mempunyai beban.
"Nona muda anda harus benar-benar berlatih keras karna mereka akan kembali mengusik kelompok kita. Nona muda adalah satu-satunya harapan kami semua. Jika kita hanya akan diam maka kita benar-benar akan di injak-injak oleh mereka." Terang Antony yang menatap Gloria penuh harap.
"Benar Nona, kita tidak bisa diam terus kelompok itu selalu mengusik kita padahal kami selama ini tidak pernah mengusik mereka." Terang Gading yang ikut menimpali perkataan Antony.
"Benar kita harus membalas nona....!"
"Rekan kami banyak yang gugur karna ulah bejat mereka."
"Gugur?" Beo Gloria yang menatap mereka bingun penuh tanda tanya.
"Mereka sudah berulang kali menyerang anggota kita yang sedang menyamar di luar Nona." Terang Gading.
Mendengar itu Gloria langsung mengepalkan tangannya kuat-kuat. Gloria sangat tidak menyukai orang-orang yang membunuh orang tanpa ada alasan jelas.
__ADS_1
"Kalian menerima ku?" Tanya Gloria dengan menatap mereka polos.
Diam.......
Mereka semuanya diam saling melirik satu sama lain sebelum mereka semua membungkukkan badan terhadap Gloria.
"SELAMAT DATANG KETUA!" Ucap mereka dengan lantang.
Gloria yang mendengar kalimat lantang dari orang di depannya itu hanya tersenyum tipis.
"Tidak ingin yang maju untuk mengujiku?" Gloria bertanya dengan menatap mereka polos yang langsung di balas gelengan kepala dengan keras.
"Terserah anda Ketua, apa yang akan ketua maka akan kami turuti." Ucap Gading.
"Baik pertama aku menunjuk Gading untuk menjadi tangan kananku atau orang kepercayaan aku nanti." TUnjuk Gloria terhadap Gading yang hanya diam.
"Kedua...... Bagi yang memakai obat terlarang seperti Narkoba segera memisahkan diri." Ucap Gloria dengan tegas.
__ADS_1
Beberapa orang segera keluar dari barisan hingga membentuk barisan baru. Gloria menatap orang-orang yang berbaris rapi sebagai orang yang mengonsumsi narkoba. barisan orang-orang itu terlihat berjumlah sekitar 30 orang.
"Mulai besok dan seterusnya untuk anggota Scorpio di larang keras untuk memakai atau menggunakan obat terlarang itu. Mulai besok Gading akan mencari dokter untuk mengontrol kalian agar tidak mencari obat itu lagi."
"Siap ketua!"
"Kalian di larang untuk misi pembunuh orang lagi."
Kalimat Gloria yang ini rupanya langsung membuat anggota Scorpio ricuh. Jika mereka di larang untuk menjalankan misi untuk membunuh dari mana mereka akan mendapatkan penghasilan.
"Maaf Ketua bukan ingin lancang tapi...... Kita adalah organisasi pembunuh bayaran jika kita tidak menjalankan misi itu maja kita tidak akan mendapatkan penghasilan. Lalu bagaimana kita semua bisa bertahan hidup? Walau dari kami hanya sebagian yang memiliki istri tapi kami juga yang lajang memerlukan uang untuk keluarga kami." Ungkap salah satu pria yang bersuara di barisan parah anggota Scorpio.
"Kita tetap akan menjadi organisasi pembunuh bayaran akan tetapi, kita akan memilih target dan klien yang akan kita terimah. Dengan kata lain sebelum menerima tawaran dari klien kita juga akan mencari tahu target Klien. Jika target itu adalah orang baik maka cancel. Sebaliknya jika dia jahat maka terima saja. Dalam arti lain kita hanya akan membunuh orang yang tepat." Terus us terang Gloria.
"Tapi ketua jika kita akan menerapkan peraturan itu berarti kita harus siap kehilangan job. Secara meraka akan mencari organisasi lain" Kata Gading.
"Semua akan baik-baik saja justru dengan begini kita juga akan menarik oleh orang-orang. Serahkan semuanya padaku akan aku urus semuanya. Kalian hanya tunggu beres." Kata Gloria yang menyakinkan Gading bersama lainnya.
__ADS_1
Gloria sudah memikirkan hal ini matang-matang walau nantinya mungkin mereka akan menemukan halangan dalam pencapaian mereka.. Namun, Gloria ingin semua anggotanya tidak jalan arah. Walaupun apa yang di lakukannya itu tetap kejam dan salah di mata hukum.