
"Oh ternyata dia anak haram toh..,"
"KAU...,"
"Astaga, aku mengira dia adalah Nona muda ternyata yah hanya anak wanita yang memanjat ranjang Tuan Juliando,"
"Bukankah selama ini dia selalu memasang ekspresi kesakitan karena di perlakukan berbeda dari Nona Gloria tidak tahunya dia memang seperti itu,"
"Aku jadi menyesal karena dulu pernah membelanya mati-matian,"
"Bukan hanya kau aku juga menyesal karena merasa percaya buayaan mulut busuknya itu saya sampai memberikan dia makanan enak. Padahal Nona muda telah melarang kita untuk memboroskan makanan,"
"palagi aku, aku menyesal karena mengatakan jika dia baik nona muda jahat,"
"Dasar benalu, tidak ibu tidak anak keduanya sama saja. Sama-sama benalu di rumah tangga seseorang,"
"Aku jika jadi Nona Muda Gloria, aku akan memilih mengusir para sampaih ini keluar dari rumahku,"
__ADS_1
"Aku pun akan melakukan hal yang sama, kau tidak lihat pria yang sedang memasak itu, dia adalah kekasih Nona muda aku bahkan takut jika anak haram ini merebut Tuan itu dari Nona muda,"
Bisik-bisk para pelayan itu terdengar panas di telinga Juana dan juga Fenia. Namun sekarang bahkan hanya untuk membungkam mulut para pelayan mereka sampai tidak bisa lagi. Fenia tentu saja merasa terpukul dengan kenyataan yang memang sudah di ketahui akan tetapi ia tak menyangka jika para pelayan itu juga akan sampai menghinanya sampai di titik ini.
"Mereka sangat jahat, apa hhak mereka sehingga menghakimi aku seperti ini? Walaupun aku hanya anak tiri di rumah ini tapi tetap saja aku juga adalah Nona muda mereka,"
Fenia ingin sekali berteriak memaki bahkan mungkin juga menampar wajah-wajah orang di depannya itu. Namun lagi lagi melihat tatapan tajam dari semua pelayan yang mengarah padanya membuat Fenia takut.
Sedangkan Luis yang mendengar apa yang di bisik-bisikkan oleh parah pelayan hanya memasang wajah datarnya saja.
Luis menggeram marah saat mengingat bagaimana brengseknya pria yang menjadi ayah dari wanita yang di cintainya itu. Dulunya Luis tidak terlalu mengetahui kenapa setiap saat Luis mengahjak Gloria menikah maka gadis itu aan menolajk dengan alasan jika ia belum siap. Tapi setelah mengetahui semuanya Luis langsung mengetahui alasan yang sesungguhnya kenapa Gloria menolak terus lamarannya.
TRAUMA
Gloria trauma dengan namanya pernikahan karena pengkhianatan sang ayah pada sang ibu. Terlebih saat Luis bersama Gloria tadi malam di taman gadis itu selalu mengigau memintanya untuk tidak meninggalkannya.
"Tadinya au tidak ingin ikut campur urusan dan balas dendam Gloria tapi karena ini juga menyangkut masa depanku. Maka jangan salahkan aku juga akan maju membuat kalian menyingkir dari kehidupan Gloria selamanya," kata Luis dalam hati yang menyelesaikan masakan terkahirnya.
__ADS_1
Tanpa mereka ketahui di belakang pilar berdiri Gloria yang mendengar pertengkaran mereka sejak awal. Gadis tersenyum miring dengan seringaiannya yang sangan mengerikan.
"Ternyata obat itu telah bekerja, tidak sia-sia aku dulu mempelajarinya bersama kakek. Juana, Fenia aku akan membuat kalian merasakan openderitaan yang tiada taranya," batin Gloria yang tersenyum licik.
"Luis...!"
Gloria keluar dari persembunyiannya berlari kecil ke arah Luis dengan wajah yang berubah hangat dan ceria sama seperti Gloria yang Luis kenal di hutan beberapa bulan lalu.
Luis yang mendengar suara sang kekasih hati tentu saja merasa senang terlebih saat melihat wajah ceria Gloria. Luis yang melihatnya sampai tertegun karena sudah lama ia tidak melihat wajah ceria Gloria. Namun senyum Luis luntur saat mendengar teriakan dari Gloria.
Prang
"Aw sakit...!"
Kau.., dasar sialan..1"
Plak
__ADS_1