
"Mati aku! Nona Bos sepertinya sedang kesal karena waktunya aku ganggu gimana jadinya jika dia tahu kalau aku ganggu cuma karena si br3ngs3k itu datang. Mati aku benar-benar mampus aku dah," Kata Gading dalam hati.
"Itu Tuan Kenan datang menemui anda Nona,"
"DIA...,?” Gloria tidak lagi melanjutkan kata-katanya hanya bisa menghela napas lelah saja.
“Untuk apa pria pecinta wanita itu datang kesini tidak tobat dia di saat habis di tembak?” guman Gloria kesal sendiri.
“Suruh dia masuk!” kata Gloria dengan perasaan malas yang tiada tara.
“Baik Nona,” Gading langsung berbalik keluar dari ruangan Gloria.
Hahhh
Lagi lagi Gloria hanya bisa menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya dengan pelan-pelan. Sedangkan Luis yang melihat apa yang dilakukan oleh Gloria hanya bisa mengerutkan dahi. Namun karena dalam situasi yang menunggu tamu Luis tidak ingin bertanya dulu.
Tak seberapa lama pintu ruangan Gloria telah kembali di buka maka masuklah seorang pria di dalam ruangan Gloria dengan satu orang pria yang membawa satu buket bunga mawar merah yang begitu besar.
“Selamat siang Nona Gloria yang cantik,” sapa pria yang baru masuk itu yang tak lain adalah Kenan bersama Max asisten pribadinya.
Luis yang tadinya nampak santai langsung kaget saat mendengar suara seorang pria yang menyapa Gloria dengan nada yang menggoda seperti itu. Mata Luis semakin membulat saat menyadari jika pria itu membawa bunga yang begitu besar untuk Gloria.
“Pria ini…, beraninya dia ingin menggoda dan merebut wanitaku..? Tidak akan! Tidak akan aku biarkan b4jing4n kecil ini merebut kekasihku.” Batin Luis yang menatap tajam Kenan dan Max.
Rasa cemburu membakar dadanya hingga menjadi sesak dan sakit karena rasa cemburu yang melanda.
__ADS_1
“Max berikan bunga itu pada Nona Gloria,” kata Kenan yang menyuruh Max untuk memberikan buket bunga mawar itu kepada Gloria.
“Maaf Nona Gloria aku tidak menyukai anda menyukai apa jadi saya membelikan anda bunga mawar merah saja.” Ucap Kenan dengan senyum yang penuh rasa bangga.
Max yang menerima perintah dari sang Tuen segera mendekat ke arah Gloria.
“Ini Nona Gloria,” Max menyodorkan buket bunga itu pada Gloria.
Namun baru saja tangan Gloria terangkat untuk mengambil buket itu tiba-tiba saja sebuah tangan lebih dulu mengambil bunga itu dari tangan Max.
“Terima kasih bunganya Tuan,” Kata Luis dengan datar.
Yups ternyata yang mengambil buket bunga itu adalah Luis. Mana bisa pria itu akan membiarkan sang kekasihnya itu untuk menerima bunga pemberian dari pria lain.
“Enak saja mereka ingin memberikan bunga untuk kekasihku bahkan aku sendiri belum pernah memberi bunga untuknya.” Kata Luis dalam hati yang kesal karena orang-orang ini ingin mendahuluinya.
“Lalu kenapa kalau dengan harga mahal? Kenapa harus bunga mawar apalagi warna mawar merah?” tanya Luis dengan menatap tajam Kenan memberi tatapan intimidasi kepada pria yang ingin mendekati kekasihnya itu.
“Kenapa harus mawar merah? Apa anda tidak tahu arti dari bunga mawar merajh itu he? Jika tidak tahu akan aku beritahu arti dari bunga mawar merah sebagai lambang jika aku sedang mengungkapkan cintaku pada Nona Gloria. Aku menyukai Nona Gloria sejak pertemuan pertama kami.” Kata Tuan Kenan dengan arogant.
“Kau…,”
“Kau itu hanya asisten dari Nona Gloria, kau hanya pesuruh Nona Gloria jadi tidak pantas untuk mencampuri urusan Nona Gloria termaksud menghalangiku untuk mendekati Nona Gloria.” Ucap Tuan Kenan dengan lantang tak lupa senyum penuh kemenangan.
Luis yang mendengar nada arogant dari pria di depannya itu langsung menatap tajam dan dingin. Wajahnya semakin datar tanpa eksresi membuat Max yang ada di depan Luis langsung mundur seketika. Tangan Luis telah mengepal erat di bawah meja dengan rahang yang mengeras.
__ADS_1
Gloria yang melihat tangan Luis yang mengepal segera mendongak menatap wajah Luis yang saat ini sudah terlihat sangat mengerikan. Bukannya takut Gloria justru tersenyum miring.
“Aku rasa akan seru jika aku menyaksikan secara langsung drama yang menggairahkan ini. Akan tambah seru lagi jika Luis menghajar habis-habisan Tuan Kenan yang berdiri Arogant di depannya itu.
Bukan hanya Luis yang kesal tapi Gl;oria juga sangat kesal dengan sifat sok dekat Tuan Kenan yang bahkan tanpa malu mendekatinya begitu saja. Apa Tuan Kenan pikir Gloria sama dengan wanita-wanita yang menjadi wanitanya yang akan melakukan apapun demi uang.
“Kalau kamu mau kamu bisa menghajarnya, aku juga sangat tidak menyukai sifatnya yang pecinta wanita itu.” Bisik Gloria kepada Luis.
Luis yang mendengar bisikan Gloria langsung melotot menunduk kmenatap Gloria yang menganggukan kepalanya samar-samar.
BRAKKK
Di saat kondisi yang semakin menegangkan tiba-tiba pintu ruangan Gloria di buka secara kasar dari luar. Mendengar itu semuanya langsung menoleh ke arah pintu di sana muncul Gading dan Javier yang membawa bunga mawar putih di tangan Javier.
“Tuan ini bunganya,” kata Javier yang dengan cepat berjalan cepat ke arah Luis tanpa peduli dengan tatapan tajam Kenan dan Max.
“Pergilah aku akan menambah gajimu akan karena hal ini,” balas Luis yang menerima Bunga itu.
“Terima kasih Tuan, kalau begitu saya keluar diri Tuan Nona Gloria.” Javier segera berbalik keluar dari ruangan itu.
“Baby ini untukmu, aku sengaja tidak memilih warnah merah karena aku ingin kamu melihat jika cintaku suci sama seperti bunga putih ini yang melambangkan cinta yang suci dan murni.” Ungkap Luis yang tak segan mengecup punggung tangan Gloria di depan Tuan Kenan.
“KAU…,”
“Tuan saya tahu arti bunga mawar merah yang melambangkan cinta. Tidak masalah jika Tuan akan memberi bunga kepada siapapun tapi tidak dengan kekasihku Gloria Adela Leticia. Gloria hanya akan mejadi milikku milik Louis Manuel Alejandro!”
__ADS_1
Deg