
"Kalian benar-benar membuatku kesal. Andaikan dulu aku tidak tergoda padamu, mungkin semua ini masih menjadi milikku."
Deg
Juana yang mendengar apa yang di katakan oleh Juliando langsung tertegun. Apa sekarang pria paruh baya itu juga menyalahkannya karena hadir dalam hidupnya dulu. Kenapa semua sekarang seperti ini, dulu mereka hidup penuh kasih sayang juga cinta yang besar. Mereka hidup harmonis degan Juliando yang memperlakukan mereka ibaratkan ratu dan putri tapi kenapa sekarang pria paruh baya itu juga mulai berubah.
"Sekarang dad, menyalahkan aku begitu?" Juana menatap nanar pria di depannya yang menatapnya dengan pandangan datar dan juga kesal.
"Kenapa tidak? Semua berawal dari kamu yang mendekatiku hingga aku seperti ini."
"Itu bukan sepenuhnya salahku, kamu juga tergoda dad....!" teriak Juana dengan air mata yang jatuh dari kelopak matanya.
"Bagaimana aku tidak tergoda bahkan kamu tanpa malu bertelanjang di depanku. Kamu lupa apa yang kamu lakukan di masa lalu?" sinis Juliando yang menatap Juana dengan sinis.
Harusnya dari awal dia tidak perlu melakukan perselingkuhan itu. Dengan begitu dia tidak akan kehilangan semua yang di milikinya. Harta, kekuasaan, dan tahta akan berada di bawah kendalinya. Namun, sekarang berantakan dan dia kehilangan segalanya di waktu yang singkat hanya karena kesalahannya yang berselingkuh.
__ADS_1
Juliando hanya bisa meratapi kesalahannya yang di perbuatannya di masa lalu. Kesalahannya yang di masa lalu menghancurkan semuanya termaksud kehilangan semuanya.
Juana hanya bisa menunduk dengan air mata yang terus mengalir dari kedua sudut matanya. Juana tidak menyangka jika suatu saat suaminya sendiri yang akan menghinanya sedemikian rupa. Lebih parahnya lagi, semua di bongkar di depan putri dan juga para pekerja yang berada di mension itu.
"Harusnya kamu didik putrimu ini agar tidak menjadi wanita j4l4ng sepertimu. Jika nanti Gloria sampai mengusir kalian aku tidak akan membela kalian karena kalian sendiri yang mencari perkara."
Setelah berkata seperti itu Juliando segera berbalik pergi begitu saja tanpa memperdulikan Juana dan juga Fenia yang masih terdiam kaku di lantai.
"Mom..,"
Fenia hanya bisa diam dan melihat melihat punggung sang mommy dengan nanar. Tangan wanita muda itu terkepal kuat mengingat bagaimana mengingat sang daddy yang menghina ibunya seperti itu.
"Tua bangka sialan, berani sekali dia menghina mommy ku? Semua ini salah anak sialan itu, harusnya dia tidak hadir di tengah-tengah kami. Dengan begitu daddy tetap akan menjadi daddy yang menyayangiku dan juga mencintai mommy." Batin Fenia yang hanya bisa menggertakan gigi menahan amarah.
Fenia menyalahkan semua kejadian dan juga kesialan yang dirinya alami adalah kesalahan Gloria. Kebenciannya pada gadis itu semakin meningkat hingga ia membenci wanita itu hingga ke akar-akarnya.
__ADS_1
"Jika bukan karena dia, kami semua tidak akan jatuh miskin dan di kendalikan seperti ini. Andaikan dia tidak ada, aku tidak akan mungkin terjebak di situasi yang memaksaku menjadi simpanan pria tua untuk menyelamatkan karirku." Guman Fenia yang menatap benci potret Gloria dan juga ibunya di dinding.
Sedangkan di tempat lain orang yang menjadi objek kesalahan Fenia kini duduk dengan wajah penuh kebahagiaan karena Luis begitu memanjakan dirinya. Bagaimana tidak, pria itu bahkan membuat makan malam romantis di belakang mension padahal waktu mereka singkat namun Luis masih bisa memberikan itu semua.
"Kamu suka?" Bisik Luis dari belakang memeluk dari belakang Gloria.
"Hm ini cantik."
"Maaf aku hanya bisa memberikan kamu ini, waktu kita terlalu sedikit aku hanya ingin menghabiskan waktuku sedikit berharga denganmu. Walaupun hanya kenangan ini namun, bagiku sangat berarti." Ungkap Luis dengan mengecup ubun-ubun Gloria.
"Tak apa, aku mengerti." Balas Gloria yang tersenyum manis dengan kejutan yang di berikan luis padanya.
"Baiklah mari kita duduk dan makan." Luis segera beerjalan ke kursi depan Gloria. Menarik kursi baru duduk dengan melempar senyum manis ke arah sang kekasih.
Kedua insan itu mulai makan dengan dalam diam dan juga wajah penuh senyum kebahagiaan. Walaupun besok nmerekaakan kebali di pisahkan oleh jarak dan waktu.
__ADS_1