
Rombongan Gloria bersama Luis dan juga Luisa dan Javier ikut mengantar Gloria ke bandara untuk kembali ke negaranya yaitu Jerman. Sepanjang jalan Luis tak pernah melepaskan genggamannya pada tangan Gloria. Pria itu terus mencium punggung dan telapak tangan sang kekasih tanpa memperdulikan dua pasang mata yang menatapnya jengah. Kedua pasang mata itu tak lain adalah Gading dan Toni atau nama samarannya Galang.
Kedua orang itu sampai geli dan jengah melihat apa yang di lakukan oleh Luis. Namun, keduanya tidak berani berkomentar takut jika salah bicara maka mereka juga yang akan dapat masalah. Jadi, untuk mencari aman mereka memutuskan untuk diam dan mentulikan telinga agar tidak mendengar bisikan setan di belakang sana.
"Setelah beberapa saat akhirnya mobil yang di kendarai gading itu sampai di bandara internasional. Luis segera keluar dari mobil mengelilingi dan membukakan pintu mobil untuk Gloria sang kekasih.
"Aku pergi dulu." Pamit Gloria kepada Luisa dan juga Luis.
Gloria berbalik bersiap untuk pergi mengikuti Gading dan Toni yang telah menunggunya. Baru beberapa melangkah tiba-tiba tubuh Gloria di tarik dan berakhir di pelukan seseorang. Tanpa di beri tahu Gloria tahu jika itu Luis pria yang di cintainya dan menjalin kasih masih dalam hitungan jam.
"Hati-hati di jalan, jangan lupakan aku. Sampai disana langsung kabari aku, jangan dekat dengan pria manapun." Bisik Luis di telinga Gloria.
"Hm.., aku pasti akan selalu mengabari mu. Aku janji akan hal itu." Ungkap Gloria dengan yakin.
__ADS_1
Cup
"Pergilah," bisik Luis yang secara pelan melepaskan pelukannya dari Gloria.
"Jaga dirimu baik-baik." Pesan Gloria yang berjinjit lalu mengecup kening Luis.
Luis menatap nanar Gloria yang semakin menjauh di depan sana dan masuk ke dalam pesawat. Terlihat mata Luis yang berkaca-kaca harus merelakan kepergian Gloria sang kekasih pemilik hati.
Tes
Luis hanya berharap semoga urusan Gloria bisa cepat selesai dan mereka kembali bertemu dan juga bersama. Sedangkan Luisa yang melihat kesedihan sang kakak hanya bisa menghela napas. Masalah Gloria atau pun masalah mereka juga sama-sama rumit dan bisa di katakan krisis.
"Ayo pulang, kak." Ajak Luisa yang menarik lengan sang kakak.
__ADS_1
Luis hanya diam menurut berjalan dengan tatapan kosong seperti raga tanpa jiwa. Javier yang melihat itu sampai prihatin dengan apa yang di rasakan oleh bos sekaligus sahabatnya itu. Walau selama ini hidup sang bos bisa dikatakan monoton. Akan tetapi, tidak pernah sekalipun Luis berada di dalam keadaan seperti ini.
Javier tidak tahu harus seperti apa untuk menghibur Luis karena jika dirinya yang berada di posisi LUis maka ia juga akan merasakan hal yang sama seperti apa yang di rasakan Luis saat ini. Cinta itu memang gila, saking gilanya bisa membuat seseorang hidup seakan tanpa jiwa seperti yang di alami oleh Luis sekarang.
Luis yang di tarik Luisa hanya bisa menurut berjalan k arah mobil dan masuk di jok belakang dengan tatapan yang masih sama yaitu kosong.
Sedangkan di tempat lain Gloria juga merasakan hal yang sama dengan apa yan di rasakan oleh Luis. Air matanya jatuh bersamaan dengan menghilangnya pandangan negara pria yang di cintanya dari jangkauan matanya. Siapa yang ingin berpisah dengan orang yang mereka cintai? Tentunya tidak ada.
Hanya saja, Gloria juga harus siap untuk berpisah dengan Luis karena masalahnya harus ia selesaikan. Penderitaan kakek dan ibunya harus membalaskan pada orang-orang itu. Apa yang di rasakan dulu kakek dan ibunya harus mereka bayar mahal dan berkali lipat penderitaan mereka.
Bukankah mereka merebut apa yang seharusnya milik ibunya, sesuatu yang harusnya menjadi miliknya justru di rampas oleh mereka dengan begitu keji. Sedangkan dirinya yang sebagai pewaris sah justru di telantarkan dan di buang begitu saja.
"Bersabarlah, aku akan segera menyelesaikan masalah ini. Setelah itu aku akan kembali ke sisimu." Guman Gloria yang penuh tekad akan segera mempercepat balas dendamnya kepada orang-orang itu.
__ADS_1
Lelah dengan pikirannya Gloria segera bersandar pada kursi menutup matanya untuk tidur sebentar sebelum mereka mendarat.