Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Pertarungan


__ADS_3

"Kita lihat saja siapa yang akan mati malam ini." Sahut Luis dan Javier secara bersamaan sebelum menerjang mereka satu persatu.


Bugh


Krek


Bruk


Perkelahian pun tak bisa lagi di hindari membuat kedua kubu itu alngsung bertarung dengan sengit. Javier dan Luis seperti orang yang kesetanan menghajar orang-orang itu. Begitu pula Luis yang seperti seekor singa jantan yang sedang mengamuk. Bukan hanya pukulan pria itu tak segan-segan mematahkan tangan dan kaki mereka.


Krek


AAAAAAAA


Javier yang mendengar suara teriakan langsung menoleh ke arah asal suara. Matanya membulat sempurna melihat Luis dengan mudah mematahkan tangan lawan begitu saja. Melihat itu Javier bergidik ngeri ternyata sudah banyak perubahan pada Bosnya itu termasuk sadis dalam membinasakan lawan.


Pertarungan semakin sengit dengan Luis dan Javier yang mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk melawan kumpulan orang-orang itu yang sekitar 30 orang.


Tak jauh dari mereka berdiri seorang pria yang sedang mengamati pertarungan. Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Galang yang mengikuti Javier dan Luis sejak awal. Pria itu tidak maju membantu melainkan hanya melihat aksi Luis dan Javier melawan orang-orang itu.


Namun setelah berdiam diri beberapaenit Galang melihat jika Luis dan Javier mulai terdesak. Galang turun dari mobilnya berjalan dengan aura dingin ke arah pertarungan.


Hosh hosh


Napas Luis dan Javier terdengar ngos-ngosan saat setelah hampir 20 menit pertarungan. Kedua pria itu saling merapatkan tubuh mereka menatap tajam dan datar kawanan orang di depan mereka yang sekitar 20 lagi.


"Bos sepertinya mereka bukan orang biasa." Ungkap Javier di sela-sela napasnya yang memburu.


"Kamu benar Vier, sepertinya mereka bukan para preman biasa." Timpal Luis yang membenarkan apa yang di katakan oleh Luis.


"Kenapa? Sudah menyerah?" Ejek pria kepala botak yang di duga bos dari penyerangan itu.


Luis yang mendengar itu hanya diam sambil memperhatikan pergerakan mereka begitu pula Javier yang sedang menyimpan tenaga untuk menghancurkan mulut orang yang berbicara itu.


"Sayang sekali walau kalian sudah menyerah kami akan tetap menghajar kalian hingga nyawa kalian melayang salah satu kamu….. kamu harus mati…!" Tunjuk pria botak kepada Luis.

__ADS_1


Brakkkk


"Banyak bacot." Ucap pria yang baru saja menghantam punggung pria botak dengan tendangan yang super keras.


Luis dan Javier saling pandang saat melihat dengan jelas wajah orang yang menendang pria botak itu hingga tersungkur di aspal dengan keras.


Galang…


Sosok itu adalah Galang orang yang baru menjadi sekretaris Luis pagi tadi. Orang yang hanya bisa ekspresi datar dan menatap tajam siapapun itu. Sosok itu berdiri tegak menatap tajam orang-orang yang mengepung mereka. Terlihat Galang yang menoleh ke arah samping hingga bisa melihat Luis dan Javier yang hanya bisa mematung.


"Kalian masih sanggup bertarung? Jika tidak maka minggirlah biar aku menyelesaikan semua ini." Ucap Galang datar.


"Saya masih sanggup." Balas Luis datar yang langsung menerjang musuh hingga terlentang di aspal.


Tak hanya itu Luis dengan brutal mengambil tangan pria itu lalu memutarkanya hingga terdengar retakan tulang tidak tahu apa patah atau hanya retak biasa.


Krek


Krek


Glek


"Kenapa mundur…? Kemarilah…! Bukankah kalian meminta nyawaku? Lalu bagaimana cara kalian merenggut nyawaku jika kalian jauh." Ucap Luis dengan suara berat dan mata yang tajamnya yang menatap mereka seperti malaikat maut yang datang untuk menjemput nyawa mereka.


Luis sangat tidak menyukai nada bicara Galang yang seperti merendahkannya membuat jiwa pemangsanya yang di ajarkan oleh Gloria muncul hingga mempunyai keinginan untuk memusnahkan mereka semua. Luis berjalan mendekati mereka namun, mereka justru semakin mundur.


"Kenapa mundur…? Takut? Sayang sekali aku ingin memberi kalian pelajaran."


Hiyaaaaa


Tak punya pilihan lain selain menyerang Luis secara bersama-sama. Mereka semua hampir menyerang Luis secara bersamaan. Namun, Javier dan Galang yang melihat itu tidak membiarkan mereka untuk menyerbu Luis. Kedua pria itu dengan bekerja sama menghalangi langkah sebagian orang-orang itu hingga terjadi pertarungan yang semakin sengit.


Bugh


Brak

__ADS_1


Krek


Galang menghajar orang-orang yang menjadi lawannya hingga terkapar tak berdaya. Pria itu seperti singa yang lepas dari kandangnya mengamuk menyerang siapa saja yang ada di depannya. Bahkan tak segan-segan pria itu memutar kepala lawannya hingga mati di tempat.


Glek


Javier yang tak sengaja melihat kebrutalan Galang langsung menelan ludah dengan susah paya. Matanya menatap Galang sebentar sebelum melirik Luis yang tak kalah sadisnya pria itu menghantam lawan-lawannya walau hanya dengan tangan kosong.


Di sela-sela pertarungan Galang melirik Luis yang sepertinya pria itu juga tanpa ampun menghantam dan menghajar lawannya hingga terkapar tak berdaya.


"Hanya melatihnya sedikit lagi aku rasa pria ini sudah pantas untuk Nona muda." Batin Galang yang menatap Luis dengan pandangan yang sulit di artikan.


Brak


Beberapa menit kemudian akhirnya pertarungan berakhir dan dimenangkan oleh pihak Luis. Terlihat Luis yang membanting tubuh pria botak yang tadi mengejek dirinya.


"Pergi dan sampaikan kepada Bos mu itu aku tidak akan mati sebelum berhasil mengirim dirinya ke neraka!" Kata Luis yang penuh penekanan pada setiap katanya menatap dingin pria botak yang terkapar tak berdaya di depannya itu. Namun, dapat Louis pastikan jika pria botak itu masih bisa mendengar dengan jelas apa yang dia katakan.


"Terima kasih sudah menolong kami." Ucap Javier yang mewakili Luis.


"Sama-sama.'' Balas Galang yang langsung berbalik pergi meninggalkan Javier dan Louis begitu saja.


Luis dan Javier hanya bersikap acuh menatap sinis orang-orang yang terkapar di atas aspal itu. Kedua pria itu langsung berjalan menuju mobilnya pergi meninggalkan tempat pertarungan itu meninggalkan orang-orang yang terkapar tak berdaya di atas aspal yang dingin.


Tanpa di ketahui oleh Luis dan Javier ternyata Galang tidak pergi dari tempat itu. Pria yang memiliki wajah datar itu hanya bersembunyi Louis dan Javier pergi dari tempat kejadian itu. Setelah memastikan jika Louis telah pergi, Galang langsung keluar dari persembunyiannya menghampiri orang-orang yang terkapar itu.


Galang menatap datar orang-orang yang berada di atas aspal itu. Walaupun terlihat mereka tak berdaya tetapi Galang tahu jika mereka semua masih hidup walaupun dalam keadaan sekarat.


"Kamu…..bukannya kamu sudah pergi?" Tanya pria botak yang bertanya dengan susah payah menatap takut-takut pria di depannya itu yang memiliki ekspresi datar dan tatapan yang tajam setajam silet.


"Aku akan pergi setelah mengirim kalian semua di neraka!" Sahut Galang yang menyeringai dingin.


"Apa…."


Dor

__ADS_1


Dor


Tanpa ampun Galang langsung menarik pelatuk pistolnya hingga hujaman peluru langsung melubangi jidat mereka semua membuat mereka langsung tak bernyawa. Setelah membereskan dan memastikan jika sudah tidak ada yang bernafas Galang langsung berdiri dan beranjak pergi dari tempat itu.


__ADS_2