
"Julian jangan membentak Fenia seperti itu dia juga Putrimu," bela Juana yang baru masuk.
"DIA PUTRIMU BUKAN PUTRIKU! DIA HANYA PUTRI TIRI HANYA TIRI! CAMKAN ITU."
"Julian...,"
"DIAM! TIDAK ANAK TIDAK IBU SEMUANYA SAMA-SAMA MURAHAN DAN MENJIJIKAN."
Setelah berkata seperti itu Juliando segera keluar dari ruangan itu dengan wajah datar menahan amarah. Bagiamana tidak tadi dia sedang berjalan di luar rencananya masih berusaha untuk membujuk Gloria memberinya pekerjaan akan tetapi masi di pertenahan jalan Juliando langsung di tatapan hina dan sinis. Hingga saat di dalam bus Juliando tidak sengaja melihat salah satu video yang sedang melihat syur yang merupakan wajah Fenia sebagai putri yang dia banggakan.
Fenia dan Juana berdiri kaku dengan tubuh yang masih tidak bergerak dari tempat mereka masing-masing. Juana dan Fenia saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Mom..,"
PLAKKKK
"Mom! M..,Mom me..namparku?" Fenia menatap tak percaya pada wanita paruh baya yang melahirkannya selama ini.
Selama ini memang Juana pernah memarahinya namun itu saat masih kecil. Akan tetapi semenjak mereka pindah di rumah besar ini Juana tidak pernah lagi memarahinya apalagi sampai menamparnya.
"Kenapa tidak ha...? Selama ini mommy sudah bilang jangan seperti mommy kamu harus bisa melebihi mommy. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu menjadi ****** hanya karena alasan yang tak berguana Fenia!" bentak Juana yang menatap tajam sang Putri.
__ADS_1
Fenia yang mendengar akan hal itu tentu merasa tak terima karena bagaimana bisa sang ibu menyebutnya sebagai ****** kecil. Semua itu juga demi karirnya.
Tups semua hanya karena karir Fenia berusaha keras untuk mendapatkan semua apa yang dia iinginkan termasuk menjual dirinya lebih tepatnya menjajahkan tubuhnya secara gratis hanya karena sebuah peran atau job.
"Mommy bilan tidak penting? Tidak berguna? Mommy lupa aku melakukan itu juga demi karir aku menjelit tinggi. Mommy bilang tidak berguna jelas Mommy tahu itu mimpiku dari dulu!"
PLAKKK
"Berani sekali kamu berteriak pada orang yang melahirkan kamu ha...? Apa kamu lupa selama ini Dddy kamu memberikan apa yang kamu mau. Bahkan uang jajan saja kamu sampai ratusan juta kenapa kamu tidak menyogok mereka juga ha...? Kenapa kamu harus menggunakan tubuh kamu sebagai bayarannya?" teriak Juana yang menggila.
"Lalu mommy juga kenapa menjadi seorang pelacur bahkan menggoda suami orang?" balas Fenia yang berteriak balik pada Juana.
Deg
"Aku menjula tubuhku demi karir lalu apa yang mommy lakukan dengan menjual tubuh mommy?" sinis Fenia yang menatap remeh Juana.
"Kamu bertanya aku melakukan apa sehingga menjadi seperti itu? Apa kamu lupa bagaimana kehidupan kita sebelum seperti ini? Kamu bahkan tak di akui oleh ayahmu masih bertanya apa alasan aku melakukan itu semua? Jika aku tak melakukan itu kamu mau makan apa atau menurutmu kamu masih bisa hidup sampai sekarang di saat kita berdua hidup lontang lantung di jalanan?"
Deg
Fenia yang mendengar apa yang dikatakan oleh Juana langsung terdiam kaku. Jika di tanya apa dia masih mengingat bagaimana kehidupan masa kecilnya maka jawabannya sangat ingat. Bagaimana bisa dia melupakan kenangan yang paling menyakitkan itu di saat semua orang tidak menerima kehadirannya. Mereka di kucilkan dan di hina semua orang siapa yang akan melupakan masa lalu kelam itu.
__ADS_1
"Harusnya kamu berpikir dulu sebelum bertanya Fenia. Kamu sudah membuat mommy merasa sedih karena mengungkit masa lalu akan hal itu. Dan sekarang lihat kamu bahkan mempermalukan mommy dengan menyebarnya video kamu di internet"
Setelah berkata seperti itu Juana langsung berbalik keluar dari kamar Fenia. Amarahnya benar-benar tersulut emosi mendengar Fenia yang mengungkit kisa masa lalu kelam mereka.Sedangkan Fenia wanita muda itu hanya bisa terduduk di lantai dengan pikiran kalut. Fenia merasa bersalah karena telah membuatsang mommy sedih karena mengungkit masa lalu itu. Fenia terlalu marah hingga tak bisa mengendalikan diri hingga tak bisa menjaga mulutnya untuk berbicara seperti itu.
"Maafkan Fenia mom." Lirih Fenia.
Di tempat lain Gloria dengan serius menatap berkas di tangannya. Gadis itu dengan serius membaca dan melihat dengan teliti setiap huruf dan angka yang ada di bewrkas itu hingga di kagetkan dengan suara ketokan pintu.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!" Sahut Gloria yang tanpa menoleh ke arah pintu.
"Nona,"
"Ada apa Gading?" tanya Gloria yang ternyata yang masuk adalah Gading asisten pribadi miliknya.
"Ada yang ingin bertemu dengan Nona," jawab Gading dengan tegas.
__ADS_1
"Siapa?"