Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
bqb 121


__ADS_3

"Lalu bagaimana dengan balas dendammu?"


Gloria terdiam cukup lama memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk saat ini. Bohong jika ia menerima semua ini dengan ikhlas. Di dalam hatinya yang paling terdapat amarah, kebencian, dan dendam yang besar untuk orang-orang yang telah membuat hidupnya menderita seperti ini.


Namun untuk membunuh mereka terutama Juliando apa dfia mampu? Dia hanya anak yang dari kecil membutuhkan kasih saya tapi tak dia dapatkan. Apakah kalian pikir di dunia ada anak yang akan menerima kenyataan yang seorang ayah kandungnya namun justru menyayangi anak tirinya yang jelas-jelas bukan anak kandungnya.


Anak mana yang menerima kenyataan itu termaksuk Gloria yang tidak akan pernah mampu menerima. Akan tetapi, untuk membunuh Gloria juga tidak tega.


"Aku tidak tahu, aku membenci mereka, aku membenci dia tapi aku juga tidak tega membunuhnya. Apa yang harus aku lakukan?" lirih Gloria yang menatap Luis.


Luis yang mendengar ucaopan sang kekasih hanya tersenyum. Luis tahu jika hati gadis yang ada di pelukannya itu adalah gadis yang berhati lembut. Namun karena keadaan membuat wanita yang di cintainya itu harus bertahan dengan topeng keras itu.


Cup


Luis mengecup kening Gloria dengan dalam menutup matanya seakan-akan menyalurkan perasaan cintanya pada Gloria.


"Kamu tahu hukuman apa yang paling menderita untuk orang serekah seperti mereka baby?" Luis bertanya dengan mengelus kepala Gloria yang berada di atas lengannya.


"Memasukan mereka di penjara?" jawab Gloria dengan polos karena memang hanya itu yang ada di pikiraannya saat ini.


"No baby, bukan penjara tapi uang. OIrang yang memiliki sifat serakah uang adalah segalanya mereka tidak akan bisa hidup tanpa adanya uang yang banyak. Dari pada kamu menghukum mereka dengan memasukan mereka ke penjara lebih baik buat mereka kehilangan uang hingga mereka akan sangat menderita." Terang Luis yang memberi pencerahan kepada Gloria.

__ADS_1


"Aku sudah melakukannya LUis, aku sudah membuat mereka kehilangan uang dan semua harta benda yang akan menghasilkan uang."


"Kamu yakin sudah melakukannya dengan benar?"


"Sudah, aku memblokir semua kartu bank mereka semua aset yang mereka sembunyikan aku ambil kembali. Karir modeling Fenia juga sudah aku hancurkan dengan menyebar luaskan video syur miliknya."


"Kamu memang mengambil harta benda mereka tapi kamu melupakan satu hal baby," Luis dengan gemes memencet hidung Gloria.


"Apalagi si yang?"


"Kamu mengambil harta benda mereka tapi mereka masih bisa hidup tenang dan santai dengan ada di kediaman kamu baby. Jika ingin membuat mereka menyesal kamu harus membuat mereka keluar dari rumah ini. Aku bukan menghasutmu untuk mengusir mereka tapi itu adalah cara yang paling menyakitkan untuk orang yang memiliki penyakit serakah menderita. Semakin mereka miskin akan semakin menderita pula mereka,"


Gloria yang mendengarnya tertegun karena tidak pernah terpikirkan hal itu sebvelumnya pada dalam otaknya. Sekarang Gloria paham kenapa orang-orang itu seperti tidak merasakan perasaan menyesal sedikitpun karena mereka memang belum merasakan penderitaan apapun itu.


"Aku kembalikan padamu baby, aku hanya memberio saran. Aku tahu kamu tidak akan pernah bisa atau mungkin juga tidak akan tega untuk membunuh mereka. Oleh karena itu maka pikirkanlah saran dariku." Kata Luis dengan lembut.


'Apa yang dikatakan oleh Luis benar juga ada baiknya aku mengusir mereka dari rumah ini lalu aku mengirim mata-mata untuk mengawasi mereka satu persatu. Jika di pikir-pikir itu memang menyakitkan bagi orang-orang serakah seperti mereka. Hanya saja untuk mengusir mereka aku membutuhkan rencana yang matang yang dimana terlihat jika mereka yang membuat kesalahan fatal.' kata Gloria dalam hati.


Gloria terus berpikir untuk merencankan sebuah ide yang akan membuat mereka keluar dari rumahnya hingga dahinya mengerut dalam Luis yang melkihat itu hanya terkekeh lucu.


"Sudah jangan berpikir terus ayo tidur aku akan menemanimu tidur," kata Luis yang memeluk Gloria.

__ADS_1


Mereka berbaring saling berpelukan dengan bulan yang menjadi saksi cinta mereka. Gloria tertidup pulas di dalam pelukan Luis yang hanya berpura-pura tidur. Mendengar denguran halus dari Gloria membuat Luis segera membuka matanya menunduk melihat Gloria yang sedang tidur.


'Apapun yang terjadi kamu tetap Gloriaku, Gloria polos yang hatinya begitu lembut. Namun sayang karena perbuatan orang-orang tak bermoral itu membuat hatimu yang lembut harus ternodai dengan dendam. Tapi kamu jangan ragu sekarang ada aku, aku akan berusaha dengan keras untuk menyelesaikan apa yang menjadi urusanmu dengan itu kita akan bersama lebih cepat,' kata Luis dalam hati menatap pebuh cinta Gloria.


Luis bergerak dengan pelan bangun lalu menggendong Gloria dengan ala bridal style. Setelah menggendong Gloria dengan baik Luis segera memukul pelan Lion menggunakan kakinya membuat hewan berbulu lebat itu terbangun.


"Ayo naik ke atas Gloria akan membunuhku jika hewan kesayangannya tidur di luar," kata Luis dengan menatap kesal singa di depannya itu.


Luis merasa kesal karena hewan itu bahkan dengan kleluasa berada di dekat Gloria sang kekasih. Bahkan hewan berbulu itu sampai tidur satu kamar dengan Gloria.


"Jika saja amu bukan hewan kesayangan Gloria sudah aku ikat kamu disini," guman Luis yang menatap kesal Singa yang berjalan di depannya itu.


Tak


Tak


Tak


Suara langkah kaki Luis yang sedang menaiki tangga satu persatu menuju kamar Gloria yang berada di ujung. Sampai di kamar Luis dengan pelan membaringkan Gloria di atas ranjang empuk miliknya, Sedangkan Lion singa itu segera menuju kasur kecil yang berada di kamar Gloria karena memang disitu ia tiuur.


"Kamu begitu sempurna baby, tidak hanya wajahmu yang cantik tapi hatimu juga baik. Sayang sekali orang-orang itu justru membuatmu terluka seperti ini." kata Luis yang menatap wajah damai Gloria.

__ADS_1


Cup


Luis mengecup singkat dahi dan juga bibir Gloria sebelum menyelimuti gadis itu smpai dada lalu berjalan keluar dari kamar sang kekasih.


__ADS_2