
Waktu terus berjalan jarum jam terus berputar tak terasa hari sudah berganti malam. Gloria dengan cekatan terus memeriksa pekerjaannya dengan teliti hingga tak menyadari jika hari sudah berganti malam.
Sedangkan Luis dan javier tadi siang keluar karena ada urusan mendadak dan berjanji akan menemui Gloria pada malam hari. Namun pada jam ini Luis belum juga tiba.
Tok
Tok
Gloria yang sedang merapikan mejanya langsung melirik pintu ruangannya yang di ketuk dari luar. Tanpa berfikir itu siapa Gloria segera menyuruh orang itu masuk ke dalam ruangannya.
"Masuk," teriak Gloria dengan suara yang sedikit kencang.
Ceklek
Pintu ruangan terbuka maka muncullah seorang pria tampan dengan jaz yang rapi dan wajah yang berseri-seri. Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Luis yang baru kembali setelah pergi tadi siang dengan alasan jika ada keadaan t\=yang harus di kerjakan olehnya dan Javier.
"Kamu sudah selesaio baby?" tanya Luis dengan segera mendekati Gloria.
"Hm aku sudah selesai, baru selesai." Jawab Gloria dengan senyum manis di bibirnya.
Cup
Luis mengecup singkat kening dan bibir Gloria sebelum mengambil alih tas gadis itu untuk dia pegangkan. Tangan kanannya terulur memeluk pinggang ramping Gloria sedangkan tangannya yang satunya sedang memegang tas Gloria.
"Ayo kita pergi aku ada kejutan untukmu," bisik Luis dengan membawa Gloria keluar dari ruangannya itu.
Suasana kantor masih terlihat sedikit ramai saat melihat Nona Bos mereka lewat semuanya langsung kaget dengan kenyataan yang mereka lihat itu. Gloria selaku atasan yang mereka kenal selama ini tidak pernah berkencan denmgan siapapun bahkan dekat dengan seorang pria saja tidak pernah. Seorang pria yang dekat dengannya hanya ada Toni dan juga Gading sebagai orang terdekatnya atau orang kepercayaannya di perusahaan.
Namun apa ini? Mereka baru saja menyaksikan dimana atasan mereka yang dingin pada semua pria kini sedang turun bersama pria yang sangat tampan dan tentunya sangat terkenal. Bahkan wajah yang biasa mereka lihat hanya wajah datar dan dingin kini wajah sang Nona atasan terlihat lebih berseri-seri dan tersenyum manis saat pria di sampingnya itu mengajaknya berbicara.
"Kamu menginap di mensionku bukan?" tanya Gloria saat mereka sudah berada di lobby perusahaan.
"Aku akan menginap disana baby kamu tenang saja okey" balas Luis yang dengan gemas mencolek hidung mancung Gloria.
__ADS_1
"Berikan kunci mobilmu baby," kata Luis dengan mengadakan meminta kunci mobil Gloria.
"Bagaimana dengan Gading dan...," Gloria tidak menyelesaikan kalimatnya saat ada seseoranmg yang menyahut dari belakang.
"Saya membawa mobil Nona kami akan menuju ke kediaman anda nanti," sahut Gading dari belakang.
Gloria yang mendengar itu hanya ber-O-riah sebelum menyerahkan kunci mobilnya pada Luis.
"Silahkan masuk Ratuku,"
Luis dengan perhatian membukakan pintu mobil untuk Gloria sang kekasih hati masuk ke dalam mobilnya. Tak lupa juga memakaikan sabuk pengaman untuk sang kekasih. Setelah memastikan jika posisi duduk dan keadaan Gloria aman baru Luis menutup pintu dan berlari kecil menuju pintu kemudi.
"Kita jangan pulang dulu yah," ucap Luis dengan lembut mengambil tangan Gloria menggenggam dan mengecup telapak tangan gadis itu.
"JIka kita tidak pulang kita akan kemana sayang?" tanya Gloria yang menatap Luis dengn aneh.
"Kamu ikut saja aku akan membawamu di suatu tempat, kamu percaya saja padaku oke?" balas Luis dengan senyum manis di bibirnya.
"Baiklah aku akan ikut saja,"
"Sabar ya sebentar lagi kita sampai kok,"
Gloria yang mendengarnya hanya tersenyum tipis dengan menyandarkan kepalanya di bahu Luis yang sedang menyetir.
Ckitt
Tak seberapa lama mobil mereka berhenti di depan sebuah reatoran yang sangat mewah. Luis hanya melempar senyum turun dari mobil lalu datang ke sisi pintu Gloria membukakan pintu mobil untuk sang kekasih tercinta.
"Ayo turun!"
Luis mengulurkan tangannya lalu di sambut hangat oleh Gloria hingga Gloria keluar dari mobil. Luis menggenggam hangat tangan Gloria membawanya masuk ke dalam restoran mewah itu. Sampai di dalam mereka langsung menjadi pusat perhatian orang-orang di dalam res\toranmg itu.
"Hei lihat pasangan yang baru masuk itu," ucap seseorang dengan suara yang sedikit kencang.
__ADS_1
Mendengar itu orang-orang mulai menatap ke arah Luis dan Gloria yang sedang berjalan melewati kerumunan mereka.
"Wah mereka sangat cocok yah,"
"Iya yang satu tampan yang satu cantik benar-benar cocok sekali."
"Lihat pria itu! Ah dia begitu pengertian dan sangat romantis. Lihat bagaimana caranya menjaga wanita itu agar tidak tersandung,"
"Aku juga ingin pria seperti itu bukan pria yang tahunya hanya bercinta mulu,"
"Aku menginginkan pria seperti itu untuk suamiku. Dia benar-benar pria idaman semua banyak wanita."
"Benar-benar sempurna,"
"Cih harusnya aku yang berada di samping pria tampan itu bukan wanita dengan biasa saja seperti itu."
"Apanya yang cantik? Wajahnya biasa saja apalagi bodynya tidak ada seksinya sama sekali."
"Cih apa matamu buta? Wajah secantik itu di bilang biasa saja. Katarak mata kamu kayaknya harus ke dokter deh,"
"Kamu mau bilang kalau body kamu lebih seksi di banding dia begitu? Dia nggak seksi tapi mahal nah kamu seksi tapi murahan kan murah."
"KALIAN...,"
"Lebih baik di tutupi di banding di pamerin kan kesannya murahan belum lagi kalau barang bekas,"
Gloria yang samar-sama mendengar apa yang dikatakan oleh sekelompok orang itu tersenyum tipis. Hingga tak sadar Gloria menoleh ke arah sekumpulan orang-orang yang sedang berdebat itu. Gloria dapat melihat 3 orang gadis muda yang mungkin seumuran dengannya duduk santai dengan membalas kata-kata wanita seksi di samping meja mereka itu.
"Ternyata masih ada orang yang perduli pada orang lain tanpa harus meminta pertolongan.
"Baby ayo," Luis kembali menuntun Gloria naik di lantai atas.
Ternyata Luis mengajak Gloria naik di lantai tertinggi yaitu atap restoran itu. Sebelum membuka atap Luis menutup mata Gloria dengan menggunakan kain hitam.
__ADS_1
"Matanya di tutup dulu," bisik Luis.
"Eh...,"