Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
bab 115


__ADS_3

Gloria dengan serius membaca dan meneliti setiap angka yang tercetak di atas berkas itu agar ia tidak melakukan salah langkah. Di samping Gloria terlihat Luis yang melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukan oleh Gloria yaitu membaca berkas di tangannya dengan teliti.


"Babby ini sudah benar tidak ada kesalahan apapun aku sudah mengeceknya dengan benar," kata Luis yang menyerahkan sebuah berkas pada Gloria.


Gloria tidak bersuara hanya tersenyum menganggukan kepala mengambil berkas itu lalu membubuhkan tanda tangannya di atas berkas itu. Luis yang melihat itu sampai kaget dan tertegun melihat Gloria yang menanda tangani berkas yang ia baca tanpa Gloria membacanya lagi.


"Baby kamu kenapa langsung menanda tanganinya?" tanya Luis dengan wajah yang syok.


"Emang kenapa kan sudah kamu baca untuk apa aku baca lagi?" jawab Gloria dengan tenang.


"Tapi kamu tidak curiga kalau misal aku...,"


"Kamu tidak akan pernah mengkhianatiku aku tau akan itu," potong Gloria dengan senyum manis di bibirnya.


"Baiklah terima kasih kepercayaannya," bisik Luis yang mengecup pelipis Gloria.


Kedua pria yang baru niat masuk itu kembali menutup pintu saat melihat jika kedua orang itu justru tidak terlihat sedang bekerja tapi sedang bermesraan.


"Lihat Tuanmu itu selalu mengganggu Nona Bos ku, jika seperti ini kapan selesainya coba?" kesal Gading yang menatap Javier dengan kesal.

__ADS_1


"Tuan jika ingin menyalahkan maka masuklah dan salahkan Tuan Luis jangan menatap saya seperti itu. Saya tidak ada hubungannya dengan ini, saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang dilakukan oleh Tuan Luis." Kata Javier yang membela diri karena tidak ingin disalahkan dengan sepenuhnya salahnya.


"Cih tidak masuk akal kalau kami tidak tahu apapun, kamu kan asisten pribadinya masa tidak tahu." Kata Gading lagi yang masih menyalahkan Javier.


"Tuan Gading aku tidak mengetahui apapun bahkan Tuan Lui tidak mengatakan apapun sebelumnya sebelum ini. Tuan Luis merencanakan semuanya sendiri saya benar-benar tidak tahu apapun."


"Sampai kapan kalian akan berdebat disini ha...? Kekasihku di dalam kelaparan dan kalian hanya bisa berdebat disini. Apa kalian sudah bosan hidup he?" sarkas Luios yang menyahut dari belakang.


Deg


Gading dan Javier yang mendengar suara menyeramkan itu langsung menoleh kebelakang. Kaget? Tentu saja bahkan wajah mereka langsung memucat saat melihat sosok siapa yang berada di belakang mereka itu.


"Cepat masuk bawah makanannya!" sentak Luis yang menatap mereka dengan taja.


"Baik Tuan,"


Gading dan Javier langsung bergegas masuk ke dalam ruangan itu. Di dalam ternyata Gloria masih sibuk dengan berkas di tangannya tanpa memperdulikan keberdaan mereka berdua.


"Nona ini makanannya," ucap Gading yang mengagetkan Gloria yang sedang fokus.

__ADS_1


"Oh Gading, simpan saja disana." Gloria menunjuk meja sofa dengan pulpoen di tangannya.


"Kalian juga sudajh memesan makanan bukan?" tanya Gloria kepada Gading dan Javier.


"Sudah Nona kami akan makan di luar bersama," kata Gading demngan memasang senyuman akan tetapi sebenarnya itu adalah senyum paksa yang di paksakan oleh Gading.


"Baiklah makanlah yang banyak," kata Gloria.


"Baik kami keluar dulu Nona, Tuan. Permisi," Gading langsung menyeret Javier membawanya keluar dari ruangan itu.


"Hey kenapa kamu menarikku?" kesal Javier karena di seret oleh Gading.


"Lalu bagaimana? Kamu ingin menjadi obat nyamuk di dalam? Aku tidak yakin di saat kamu keluar kamu akan bernyawa." kata Gading yang meninggalkan javier.


"Huuhhh aku jadi merindukan Luisa," guman Javier yang menggumankan nama kekasihnya itu.


Sedangkan di dalam ruangan Luis dengan tenang membuka satu persatu bungkusan makanan di atas meja itu. Setelah membukannya Luis berjalan mendekati Gloria yang masih sibuk dengan pekerjaannya itu.


"Baby makan dulu, kamu bisa lanjut setelah makan." kata Luis dengan lembut mengambil berkas di tangan Gloria

__ADS_1


Gloria juga yang di tarik Luis juga tidak terlihat menolak justru Gloria hanya mengikuti apa yang di inginkan Luis.


__ADS_2