Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Persiapan Kembali


__ADS_3

'" Sekarang katakan dimana kamu selama ini?" Tanya Javier yang penasaran dimana selama ini Tuannya itu bersembunyi.


Bukan tanpa alasan Javier bertanya seperti itu pasalnya sudah 2 bulan mereka mencarinya dengan mati-matian mencarinya tapi tidak menemukan hasil apapun dari pencarian mereka.


Huhh....


Luis yang mendengar pertanyaan itu dari Javier hanya bisa menghela napas dalam-dalam. Cepat atau lambat mereka juga akan mengetahuinya pikir Luis.


"Ceritanya panjang intinya aku mengalami kecelakaan dan jatuh di dalam jurang. Aku di tolong oleh seseorang dan aku koma selama 2 minggu lamanya"


"Koma?" Pekik Javier menatap tak percaya kepada Luis.


"Yah aku koma dan di rawat dalam rumah yang berada jauh dari keramaian. Daam kata hal lain aku hidup selama ini di dalam hutan. Aku mengingat siapa diriku baru beberapa hari yang lalu." Terus terang Luis yang berbicara kali lebar.


"Pantas saja kami mencarinya kami tidak menemukan jejaknya ternyata dia berada di tempat terpencil."kata Javier dalam hati.


Sedangkan di tempat lain Gloria menatap tajam orang-orang yang membuat singanya terluka seperti itu.


"Nona muda maafkan anak buah saya yang menyerang singa anda." Ucap Gading dengan rasa bersalah walau harus menahan sakit di kakinya akibat Gloria yang mematahkan kakinya itu.


"Cih kalian membuat singa ku terluka." Ucap Gloria yang menatap sinis anak buah Gading.


"Maaf Nona muda, tadi saya berfikir jika itu hewan buas yang ingin....."


"Mata kalian buta atau rabun? Dia memang hewan buas tapi lihat tampak polos dan wajah imutnya ini mana bisa melukai kalian dengan wajah sepolos ini" Gerutu Gloria yang masih terus menyalahkan anak buah Gading yang membuat kaki Lion terluka.


Uhuukkk uhukk


Gading bersama beberapa anak buahnya yang berada di dalam gubuk Gloria langsung tersedak dengan ludah sendiri.


Polos?


Menggemaskan?


Bagaimana bisa Gloria mengatakan jika seekor singa polos dan menggemaskan. Semua orang juga tahu jika hewan yang ada di samping Gloria adalah seekor singa bukan seekor kucing.

__ADS_1


"Apa Nona tidak bisa membedakan mana singa dan mana seekor kucing" Kata Gading dalam hati yang menatap aneh ke arah Singa yang tengah berbaring di samping Gloria.


"No.....Nona muda itu..... itu singa bukan kucing,." Ucap Gading yang mengira jika Gloria tidak bisa membedakan kucing dan singa.


"Yang bilang dia kucing siapa? Ck.....ck..." Balas Gloria pedas.


"Dam'it ternyata mulut Nona muda benar-benar pedas." Kata Gading dalam hati.


"Jadi kapan kita berangkat?" Tanya Gloria datar.


"Lebih cepat lebih baik." Jawab Gading yang menahan sakit.


"Ya sudah besok kita berangkat. Aku ingin segera bertemu dengan Tuan besar itu." Ucap Gloria dengan gamplang.


"Tapi Nona..... Tuan Gading sedang sakit." Kata salah satu anggota Gading.


Gloria yang mendengar itu segera beralih melihat Gading yang memang sesekali laki-laki itu akan meringis kesakitan saat kakinya terasa sakit dan ngilu secara bersamaan. Gloria berdiri lalu berjalan mendekat ke arah Gading yang sedang duduk di kursi rotan.


Sampai di depan Gading, Gloria segera berjongkok memegang kaki Gading yang patah.


"Nona apa yang......"


AAAAAAAA


"Jangan lebay.... Aku hanya memperbaiki dan mengembalikan posisi tulang pada umumnya." Ucap Gloria.


Setelah mengobati Gading yang patah tulang Gloria segera berdiri kembali berjalan dan duduk di sisi Lion.


"Karna kalian disini dan kebetulan persiapan makanan sudah habis. Suruh anak buah mu untuk berburu di hutan mencari Ayam hutan atau kelinci!"


"Berburu?" Beo semua orang yang membelalakkan mata.


"Ada apa dengan ekspresi kalian itu? Kalau tidak berburu kita makan apa?"


Semua orang langsung saling pandang satu sama lain sebelum mengangguk lalu memberi hormat kepada Gading dan Gloria.

__ADS_1


"Kalau begitu kami undur diri dulu."


Sekitar 5 orang segera keluar dari rumah Gloria berjalan masuk ke dalam hutan mencari buruan yang bisa di makan untuk sebentar malam.


Sedangkan di dalam rumah hanya tersisa Gading dan Gloria. Untuk anggota Gading berada di luar rumah.


"Kita akan pulang kemana?" Gloria bertanya setelah sekian lama bungkam.


"Kita akan ke Jerman Nona.... karna disana adalah negara asal Anda dan ada yang harus Nona ambil sebagai hak Nona." kata Gading datar.


Deg


mendengar jika yang mereka tujuh adalah negara Jerman membuat Gloria tertegun untuk sesaat. Jika Gloria ke Jerman itu artinya dia akan berpisah negara dengan Louis.


"Apa itu masalah serius? Sebenarnya aku tidak ingin meninggalkan negara ini. Bagaimana pun juga aku besar dan di rawat di negara ini." Terus terang Gloria.


"Ini menyangkut Diri anda Nona."


"Maksudmu?"


"Di mulai dari Anda yang di buang di pelosok ini, Kematian ibu kandung Nona, dan terakhir kematian Kakek anda dari pihak ibu. Selain itu ada sesuatu hak yang memang harus menjadi hak anda tapi di rebut secara paksa."


"Maksud mu aku sengaja di buang dan...... Kakek, Ibu......"


"Benar Nona semua itu sengaja di lakukan dan yang melakukannya adalah orang yang sama. Selain itu, orang itu juga mempunyai hubungan darah dengan anda Nona." Terang Gading.


Gloria yang mendengar itu hanya diam jujur jauh dalam lubuk hatinya ia tidak ingin membahas masalah lalu. Walau Gloria tidak mengingat dengan jelas masa kecilnya Yang terlewatkan saat umurnya di bawah 10 tahun. Namun, Gloria tidak pernah berpikir untuk mencari atau bahkan mungkin membalas dendam karena bagi Gloria itu percuma.


Sedangkan gading yang melihat kebungkaman Gloria hanya bisa menghela nafas dalam-dalam. Satu kali pandangan pun Gading sudah langsung tahu jika Nona mudanya itu bukan wanita yang haus akan dendam.


Tapi Gading tetap tidak ikhlas orang yang telah menolongnya itu mati sia-sia. Di bunuh begitu saja tanpa ada yang bertanggung jawab atas kematiannya. Andaikan Gading bisa menjalankan kelompok itu tanpa melibatkan Nona mudanya. Gading hanya akan mencari Gloria lalu membawanya pulang. Mengenai dendam akan dia selesaikan sendiri.


Tapi sayang kelompok itu tidak akan bergerak jika bukan keturunan asli yang menjalankannya.


"Nona Kakek anda di bunuh oleh Ayah kandung anda sendiri. Ibu kandung anda di bunuh oleh Ayah kandung anda dengan selingkuhan Ayah anda. Mereka berdua membunuh ibu anda untuk mendapatkan semua aset kekayaan milik mendiang Ibu anda. Namun, ternyata ibu anda telah memindahkan semua asetnya atas nama anda. Untuk mengambil semua itu Ayah kandung anda beserta selingkuhannya membuang anda lalu membuat dalih jika anda telah meninggal." Terang Gading.

__ADS_1


Gloria yang awalnya tenang tanpa emosi kini amarahnya menyeruak dengan mata yang langsung berubah tajam. Mungkin saat dirinya dibuang Gloria terima dengan ikhlas akan tetapi, setelah mengetahui alasan kematian kakek dan ibunya membuat amarah dalam diri Gloria meledak-ledak.


Dendam muncul dan bergejolak dengan besar di dalam dirinya.


__ADS_2