
Dor
Ah.....!
Sosok pria paruh baya di belakang langsung berteriak saat peluru dari Luis menancap dan menembus perutnya.
Luis yang sudah tidak bisa membendung lagi amarahnya langsung melepaskan tembakan pada sosok yang dulu begitu di percaya.
Sosok pria paruh baya itu adalah orang yang begitu Luis percayai selama ini. Sosok kepala pelayan yang bekerja pada masa Ayah dan ibunya masih ada bahkan beliau juga merawat mereka. Namun, tak di sangka-sangka sosok itu menjadi pengkhianat utama. Luis tidak menyangka kepercayaan yang begitu besar di berikan pada sosok di depannya itu justru di kecewakan begitu dalam.
Luis menatap nanar penuh kekecewaan pada sosok pengasuh mereka itu. Jika di tanya kecewa atau tidak maka jawabannya sangat kecewa. Siapa yang tidak kecewa saat orang yang di percayanya justru menusuknya dari belakang.
"Luis....."
"Dia seorang pengkhianat!" Potong Luis yang menatap tajam Javier.
Javier yang mendengar penuturan dari Luis langsung membelalakkan mata. Pasalnya selama ini kepala pelayan itu tidak melakukan hal yang mencurigakan tapi kenapa bisa menjadi seorang pengkhianat. Javier benar-benar tidak percaya akan hal itu tapi Luis juga tidak akan berbohong dengan masalah seperti ini.
"Masih tidak ada yang mau mengaku? Apa perlu aku renggut nyawa kalian baru mau mengaku?" Teriak Luis yang murka tapi tidak ada satupun yang bergerak.
"Auranya....? Auranya berbeda dengan yang lalu. Ini lebih kental dan menakutkan Luis tidak pernah semarah ini dan berani bertindak untuk melukai seseorang nyatanya menghilangnya dia membawa pengaruh yang besar. Baguslah jika Luis sudah bisa bertindak tegas dengan begini tua Bangka itu tidak akan bisa semena-mena kepada Luis." Kata Javier dalam hati yang menatap Luis dengan kagum.
Dulu walaupun Luis terkenal kejam dalam dunia bisnis dan memiliki sikap dingin tapi sebenarnya hatinya begitu lembut. Tak pernah satu kalipun Luis membalas serangan dari pamannya dan sepupunya tapi kali ini Luis benar-benar berubah 360 derajat.
Dor
__ADS_1
Dor
Aaaa
Luis tanpa aba-aba langsung menembak orang-orang itu di kepala mereka
Hingga langsung ambruk dengan nyawa yang terbang dari badannya mereka termaksud kepala pelayan.
Javier yang melihat itu hanya bisa membelalakkan mata melihat kebengisan Luis yang tidak main-main. Bahkan kepala pelayan pun di bunuh olehnya. Javier benar-benar geleng-geleng kepala akan perubahan Luis.
"Terkadang hukum rimba pun kita harus pakai. Yang kuat maka dia yang berkuasa." Ucap Luis yang terdengar Arogant.
Glek
Orang yang dulu 20 lebih kini hanya tersisa 5 orang orang saja yang terdiri dari 2 pelayan, 1 tukang kebun, dan 2 penjaga. Sedangkan yang lainnya telah bersumpah darah dengan kening yang bolong.
"Untuk kalian aku ucapkan terima kasih telah setiap padaku. Namun, jika ke depannya kalian juga berkhianat maka nasib kalian akan sama seperti teman-teman kalian yang lain." Ujar Luis dengan nada datar dan tegas.
Hidup di hutan bersama Gloria mengajarkan Luis jika tidak selamanya kita diam akan aman. Luis bisa memahami kenapa Gloria terkadang polos dan terlihat lugu akan tetapi akan sangat beringas bila bertemu dengan orang jahat. Karna sejatinya jika mereka sudah tidak menyukai kita apapun yang kita lakukan akan tetap salah di mata mereka.
Sama seperti Luis walau pun Luis menyerahkan seluruh asetnya pada pamannya tidak ada yang menjamin jika nyawanya selamat. Karna di mata pamannya sejak awal dia adalah musuhnya.
"Javier atur mereka! Setelah itu temui aku di ruang kerjaku." Kata Luis yang melirik Javier.
"Baik Bos" balas Javier.
__ADS_1
Luis segera berbalik menuju lantai dua tempat ruang kerja miliknya ada. Sedangkan Javier mulai membagi tugas orang-orang yang datang bersamanya tadi.
Sampai di ruang kerja Luis langsung mendudukan diri di kursi kerjanya.
Huuuuh
Suara hembusan napas Luis yang menandakan dia benar-benar capek dan lelah dengan semuanya. Luis mengadakan kepalanya ke atas menatap langit-langit ruang kerja miliknya. Matanya tertutup hingga bayangan itu kembali menari-nari dalam pikirannya.
Wajahnya, senyumnya, suara tawanya semua terekam jelas di pikiran Luis. Sosok yang begitu sempurna dan yang sangat di rindukan oleh Luis.
Gloria...
Nama itu selalu keluar dari bibir seksi Luis saat dirinya mulai merasa lelah. Gloria adalah satu-satunya obat yang membuat dirinya tenang dan damai kembali.
"Gloria aku merindukanmu..... Sampai kapan masalah ini akan selesai? Sampai kapan kita akan di pisahkan oleh jarak dan waktu seperti ini? Aku sungguh merindukan Gloria." Guman Luis yang begitu merindukan sosok gadis hutan itu.
Tanpa Luis ketahui dua sosok berdiri di ambang pintu menatap Luis dengan pandangan yang berbeda-beda. Kedua sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Javier dan Luisa.
"Gloria siapa Kak?"
Luis yang sedang menutup mata langsung membuka matanya saat suara tak asing menyapa pendengarannya.
"Luisa....!?"
"Jawab Kak Gloria siapa?"
__ADS_1