
Dor
"Jauhkan tangan kotor anda pada Nona muda saya!"
Gading tanpa adanya keraguan langsung menembak tangan Tuan kenan membuat pria itu langsung kesakitan.
"Apa yang kamu lakukan pada Tuan ku?" Bentak Amara yang menatap tajam Gading.
"Apa yang aku lakukan? Anda masih mempertanyakan apa yang aku lakukan? Harusnya anda bisa melihat bukan jika aku sedang melindungi Nona muda ku dari Tuan mu yang kurang ajar itu." Balas Gading yang menatap tajam Tuan Amar dan Tuan Kenan secara bersamaan.
"Tapi tidak perlu anda menembaknya juga!"
"Lalu aku harus membiarkan dia dengan seenaknya menyentuh Nona muda ku begitu?"
"Tuanku hanya ingin menyentuh wajah Nona Gloria, apa yang salah dengan hal itu?"
"Tentu saja salah! Jika wanita lain yang Tuan mu ini perlakukan seperti itu maka mereka akan merasa senang. Namun, ini Nona Muda ku jelas-jelas anda dapat melihat jika Nona muda ku tidak nyaman dan menyukai sifat brengsek Tuanmu itu."
"Kau..,"
"Bersyukur dia belum menyentuh wajahku Tuan Amar. Jika itu terjadi maka aku akan menembaknya, bukan menembak tangannya tapi langsung di kepalanya."
__ADS_1
Kali ini bukan Gading lagi yang menjawab melainkan Gloria sendiri. Gadis itu bahkan menatap tajam Tuan Kenan yang sedang menatapnya dengan tajam. Dari awal G;oria sudah tidak berminat untuk bertemu dengan pria di depannya ini. Gloria sangat tidak menyukai pria yang hobbynya main wanita terus.
Tadinya Gloria berusaha berfikir positif karena tidak semua kabar dari internet itu benar. Namun, setelah bertemu langsung Gloria justru semakin muak dan jengkel dengan pria nomor 1 di Negara kelahirannya itu.
"Lebih baik bawah Tuanmu itu segera ke rumah sakit. Jika tidak mungkin dia akan mati krena kehabisan darah." Kata Gading yang membuat Tuan Amar langsung sadar.
Tak mampu berkata-kata lagi Tuan Amar langsung membawa Tuan Kenan keluar dari ruangan itu.
"Nona tidak apa-apa?" Gading mendekat ke arah Gloria mengecek keadaan gadis itu.
"Aku tidak apa-apa hanya saja, pria itu merusak mood ku." Jawab Gloria dengan kesal.
Gading yang mendengar itu hanya menggaruk kepalanya karena memang apa yang Tuan Kenan lakukan sangat keterlaluan dan kelewatan.
"Sudahlah."
Dengan langkah lebar Gloria langsung berbalik kembali melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Gloria bahkan keluar dari restoran itu dengan memasang wajah datar dan dingin membuat pria yang melihatnya tidak berani mendekat karena wajah sangar dari Gloria.
Brak
"Pria sialan itu benar-benar ingin aku makan, sekarang mood Nona Gloria sedang tidak baik. Aku yakin aku juga pasti yang akan kena imbasnya." Kata Gading dalam hati.
__ADS_1
Gading hanya berdoa semoga mood Gloria tidak benar-benar buruk sehingga dirinya tidak akan terkena imbasnya yang keras.
"Kembali ke mension." Ucap Gloria datar.
"Baik Nona,"
Gading yang mendengar apa yang di katakan oleh Gloria hanya diam menurut. Pria itu tidak berani membantah apa yang di katakan oleh Gloria di saat seperti ini.
Ckiiittt
Setelah berkendara beberapa menit akhirnya akhirnya mobil Gading sampai di kediaman Gloria. Gloria segera turun dari mobil tak lupa gadis itu bahkan membanting pintu mobil.
"Nona..,"
"Ada apa lagi, Gading? Aku tidak ingin di ganggu."
"Tapi masalah..,"
"Semua masalah kantor kamu dan Toni yang urus, Aku hanya terima beres, jangan mengganggu ku jika tidak penting."
Gloria berbalik pergi masuk kembali ke dalam mension miliknya itu dengan wajah datar dan aura yang yang mengintimidasi.
__ADS_1
"Sial, harusnya aku menembak pria itu di kepalanya saja. Lihat, gara-gara sifatnya yang brengs3k itu aku juga kena imbasnya. Lembur lagi."
Gading masuk ke dalam mobil dengan terus menggerutu kesal karena harus lembur lagi.