
Kamu memang cantik tapi cantik hanya karena make up mu yang tebal, Kamu seksi tapi tidak hanya di mataku namun, di semua orang. Sedangkan kekasihku, ia wanita terhormat yang tidak menunjukan lekuk dan bentuk tubuhnya pada pria lain. Ketiga kamu kaya? Perlu saya ingatkan posisi anda, anda hanya numpang hidup di bawah ketiak ayahmu bukan berdiri di bawah kakimu sendiri. Dengn kata lain, kamu itu tanpa apa-apa jika tidak ada ayahmu di belakang."
"KAU..,"
"Jadi Tuan Aron, ajari sopan santun pada putrimu." Kata Luis dengan nada pedas.
Tuan Aron yang mendengar itu tentu merasa marah karena ada yang berani menghina sang Putri. Akan tetapi, untuk menyinggung Luis secara terang-terangan juga bukanlah hal wajar. Pria di depannya itu tidak lagi sama seperti orang yang di temuinya beberapa bulan lalu.
“Tuan jika begitu maka saya akan menarik kerjasama antar perusahaan saya dari perusahaan anda,” ancam Tuan Aron yang menatap tajam Luis.
Tuan Aron tidak mempunyai cara lagi untuk berbicara baik-baik dengan Luis. Dengan terpaksa Tuan Aron mengancam akan memberhentikan kerjasama mereka jika Luis sampai menolak perjodohan yang di ajukannya. Namun, sepertinya apa yang di harapkan oleh Tuan Aron tidak akan pernah terwujud.
Apa yang diharapkan oleh Tuan Aron sangat jauh berbeda dengan apa yang akan dia dapatkan. Justru pria paruh baya itu tanpa menyadari jika ia sedang menggali kuburannya sendiri.
“Baguslah jika memang begitu, dengan begini saya tak perlu sungkan lagi dengan anda Tuan Aron.”
__ADS_1
Selesai berkata seperti itu Luis langsung mengambil berkas di depannya yang berisikan kesepakatan dengan perusahaan milik Tuan Aron. Tanpa adanya keraguan dan juga adanya tanpa ba-bi-bu Luis langsung merobek berkas itu di depan wajah Tuan Aron sendiri.
“Tuan Luis itu…,”
“Kenapa? Bukankah kita sudah sepakat jika kita tidak akan melakukan kerjasama lagi. Oleh karena itu, aku merobek berkas ini. Di simpan pun yah percuma bukannya penting justru menjadi sampah.” Sarkas Luis dengan senyum miring di bibirnya.
“Tuan ini…, anda salah paham. Tadi itu saya hanya bercanda saja, saya mohon Tuan Luis tidak mengambil hati apa yang saya katakan tadi. Mengenai putri saya, saya berjanji akan mengajarinya sopan santun. Mohon Tuan Luis tidak mengambil hati apa yang di katakan putri saya yang masih kecil karena pemikirannya yang labil.” Kata Tuan Aron dengan keringat dingin yang membanjiri keningnya.
“Sayangnya saya tidak suka bercanda, apa yang anda katakan maka saya turuti. Sekarang kita bukan lagi mitra kerja jadi, silahkan keluar karena saya masih banyak urusan.” Usir Luis dengan cara halus.
“Tuan Luis, saya mohon beri saya satu kali kesempetan lagi. Saya…, saya akan mendidik putri saya.”
“Diam Melani!” bentak Tuan Aron dengan keras menatap tajam putrinya itu.
“Tuan Luis saya…,”
__ADS_1
“Silahkan keluar saya masih sangat sibuk. Jika kalian tidak mau keluar biar saya yang akan panggilkan security untuk mengusir kalian dengan paksa dan kasar.” Ancam Luis yang tak main-main.
Tak mau membuat Luis semakin marah Tuan Aron terpaksa berdiri dan langsung menarik tangan Melani yang masih ingin mendekati Luis.
Tuan Aron menarik Melani membawanya keluar dengan wajah yang penuh amarah dan kekesalan. Tuan Aron tidak menduga jika hanya karena berusaha menuruti keinginan putrinya akan berakibat fatal seperti ini. Tuan Aron benar-benar menyesal karena telah menyinggung Luis.
Harusnya dari awal Tuan Aron sadar dan tidak memaksa bahkan sampai memaksa pria itu untuk menerima perjodohan yang di ajukan olehnya. Jika Tuan Aron tahu akan berakibat fatal seperti ini ia tidak akan pernah melakukan hal gila itu.
“Bos, jika kita membatalkan kerjasama kita dengan perusahaan mereka maka jaringan kita di negara itu akan hilang.” Kata Johan dengan panik.
“Kata siapa? Siapkan semuanya besok lusa kita akan segera terbang ke jerman. Sebelum itu siapkan berkas yang akan kita berikan kepada perusahaan Leticia Group.” Ungkap Luis dengan enyum misterius di bibirnya.
“Leticia Group? Itu kan perusahaan nomor 2 di Negara Jeman?” beo Johan dengan mengingat-ingat perusahaan terbesar di Negara Jerman.
“Bos itu..,?”
__ADS_1
“Siapkan saja semuanya.” Potong Luis dengan datar.
“Baby, tunggu aku.”