Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
bab 128


__ADS_3

“Lagian bukankah kamu yang mendorong ibu Gloria jatuh dari lantai 2? Harusnya yang dia bunuh itu adalah kamu bukan aku..!” teriak Juliando yang justru melemparkan semua kesalahannya juga pada Juana.


“Ju..,Julian K…,kau..,” Juana tak bisa berkata-kata lagi menghadapi apa yang dikatakan oleh Juliando padanya.


“Apa? Bukankah itu kenyataannya? Tak perlu mengelak lagi. Aku memang berselingkuh dengan mu dan mengkhianatinya tapi aku tidak pernah berfikir untuk membunuhnya. Bukannya kamu yang menariknya untuk naik di lantai dua? Tak hanya itu kamu juga mendorongnya hingga terjatuh bukan? Padahal aku sudah mengatakannya untuk kamu melepaskannya. Harusnya jika Gloria ingin membaas dendam maka harusnya semua itu kamu yang menerimanya bukan aku ataupun Fenia putrimu..! jadi, diam selagi aku menyayangi dan melindungi kalian. Jika kalian tidak bisa diam maka aku akan membongkar semuanya,” ancam Juliando yang memberi ancaman yang tak main-main pada kedua wanita di depannya itu.


Deg


Juana yang mendengar apa yang di katakan oleh Juliando yang bahkan keluar dari mulutnya langsung hanya bisa membeku dengan tubuh yang kaku. Juana tak menyangka jika pria yang dia cintainya bisa mengeluarkan kalimat seperti itu. Bagaimana bisa semua kesalahan di limpahkan padanya dengan begitu mudah oleh Juliando yang jelas-jelas juga dirinyamasuk dalam skenario itu.

__ADS_1


Sedangkan Fenia wanita muda itu hanya bisa tercenga mengetahui kejahatan apa yang pernah di lakukan oelh sang ibunda di masa lalu. Walau ini dia ketahui namun tak menyangka akan mendengar keberannya dari orang yang sangat dia percayai.


Tanpa mereka ketahui jika apa yang mereka bicarakan itu bisa di dengar langsung oelh Gloria dan juga Luis yang berada di dalam kamar Gloria.


Terlihat Gloria yang kini menatap tajam bayangan orang di depannya itu. Saat ini Gloria di temani oleh Luis sedang melihat dan mendengarkan rekaman CCTV yang berada di kamar yang di tempati oleh JUliando dan juga Juana.


“Tenanglah, semua akan baik-baik saja ada aku disini. Aku tidak akan membiarkanmu mereka menyakitimu bahkan seujung kuku pun. Sekarang akmu tahu bukan siapa yang harus menerima penderitaan yang besar tenang saja aku akan mengurus wanita tua itu kamu cukup menghukum tua bangka itu,” ujar Luis dengan tenang.


“Shit aku lupa jika Gloria masih melihat keberadaan pria tua menyebalkan itu,” umpat Luis dengan menggaruk lehernya yang tidak gatal itu.

__ADS_1


“Maksudku itu Ayahmu Tuan Juliando, kamu bisa fokus padanya saja untuk sisanya kamu serahkan padaku saja akan aku selesaikan untukmu,” kata Luis dengan sangat romantis.


“Hm baiklah, kamu sangat baik Luis. AKu beruntung karena bisa mendapatkan dan di cintai pria seperti mu,” ujar Gloria yang langsung memeluk Luis karena memang posisinya saat ini mereka sedang berpelukan.


Maksudnya itu Gloria duduk di atas pangkuan Luis sehingga dari awal mereka sudah saling berpelukan.


“Aku ayng lebih beruntung sayang,” balas Luis yang mengecup kening dari Gloria sang kekasih,


“Tentu saja aku akan memperlakukanmu dengan baik baby, bahkan aku akan dengan segera menyelesaikan masalah ini sampai tuntas. Dengan begitu kamu akan segera menjadi milikku dengan begitu kita akan segera bersama. Aku akan segera menikahimu alu kita pindah kesana,” kata Luis dalam hati dengan mengecup beberapa kali kepala Gloria dengan penuh akan perasaan cinta.

__ADS_1


“Bersiaplah sebentar lagi kita akan segera ke kantor kebetulan ada yang ingin aku bahas denganmu. Akan tetapi kita akan membahasnya di perusahaan nanti karena ini tentang bisnis,” kata Luis dengan serius


__ADS_2