
"Kamu benar-benar akan pergi besok?" Luis bertanya dengan masih memeluk Gloria.
"Iya, aku harus kembali. Aku takut jika berlama-lama disini orang-orang itu nekat mencelakai Paman Antony. Sebelum itu terjadi aku harus mencegahnya aku sudah cukup kehilangan dua orang terdekatku aku tidak mau kehilangan Paman Antony lagi." Ujar Gloria dengan menatap matanya menyandarkan tubuhnya di dada bidang Luis.
Gloria menghirup bau maskulin percampuran dengan mint itu karena setelah ini mungkin mereka akan segera berpisah. Gloria dan Luis tidak tahu seberapa lama mereka akan menjalani hubungan jarak jauh. Oleh karena itu Luis meminta jika seharian ini dan sebentar malam adalah milik mereka berdua.
"Aku pasti merindukan mu." Ucap Luis dengan suara pelan nyaris seperti bisikan.
"Kamu bisa mengunjungi ku kesana, bukan?" Balas Gloria yang menatap rahang tegas Luis.
"Aku pasti mengunjungi mu, hanya saja.., aku merindukan kamu setiap malam."
Gloria yang mendengarnya hanya bisa terkekeh lucu. " Aku juga pasti merindukan kamu."
"Aku harap begitu."
"Kamu meragukan ku begitu?" Gloria langsung mendorong Luis hingga pelukan keduanya terpisah dengan Luis yang mundur beberapa langkah.
Luis yang melihat tatapan tajam dan wajah masam milik Gloria langsung gelagapan sendiri. Luis dengan cepat mendekati Gloria tapi gadis itu langsung mundur.
__ADS_1
Oh ayolah apakah di waktu yang singkat ini mereka harus bertengkar seperti ini?
Luis menarik rambut kasar lalu menatap Gloria yang sedang memasang ekspresi cemberut.
Huhhhhh
Luis menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya memasang senyum terbaiknya mendekati Gloria yang sedang membuang muka. Luis tidak pernah meragukan Gloria hanya saja Luis tidak percaya pada pria di luaran sana yang mungkin akan terus mendekati dan merayu Gloria. Pria itu takut jika suatu saat Gloria bosan dan berpaling darinya karena merasa bosan dengan hubungan mereka yang jarak jauh.
"Maafkan aku, aku hanya takut jika kamu merasa bosan denganku karena hubungan kita yang jarak jauh. Aku percaya kamu tidak akan berkhianat tapi akau tidak pada pria di luar sana. Mereka pasti akan langsung jatuh cinta padamu."
"Tetap saja kamu meragukan ku." Gerutu Gloria yang membuang muka.
Cup
"Benarkah?" Beo Gloria yang menatap ke arah Luis dengan wajah yang berseri-seri.
"Apapun untukmu." Balas Luis dengan merapikan helaian rambut Gloria yang berantakan karena tertiup angin.
Grep
__ADS_1
Gadis kecil itu dengan cepat masuk dalam pelukan Luis. Membuat Luis hampir terjungkal ke belakang jika tidak kokoh berdiri.
"Aku akan selalu mempercayai apapun yang kamu katakan sayang. Walaupun nanti semua orang meninggalkan kamu ada aku yang akan selalu berdiri di samping kamu. Aku tidak akan berpaling walau dunia membuang mu." Kata Luis yang benar-bear bodoh jika di hadapkan oleh Gloria.
Kruck..., kruck....
Wajah Gloria langsung memerah mali karena perutnya yang berdemo minta makanan. Luis yang mendengar suara bunyi perut Gloria hanya diam. Namun, melihat wajah memerah Gloria langsung membuat Luis tertawa terbahak-bahak di pantai yang luas itu.
HAHAHAHAHA
Luis lupa jika gadis itu tidak akan tahan dengan namanya lapar. Gadis itu akan mencari makanan jika sudah seperti itu. Dan terbukti di detik berikutnya gadis itu melepaskan pelukannya.
"Ayo cari makan, aku lapar." Kata Gloria yang dengan wajah malu-malu mengelus perutnya.
Cup
"Baiklah, jika yang mulia putri sudah lapar. Mari kita mencari makanan." Kata Luis yang langsung menggendong Gloria dengan model ala bridal style.
"Akkkh" Gloria memekik kaget karena Luis yang tiba-tiba menggendong dirinya. Tak mau jatuh konyol Gloria segera mengalunkan kedua tangannya di leher Luis memeluknya dengan erat agar tidak jatuh.
__ADS_1
Sedangkan Luis pria itu diam-diam menyembunyikan senyum puas di bibirnya karena Gloria yang memeluk dirinya. Luis sengaja menggendong Gloria agr gadis itu memeluk dirinya.