
Gloria menatap sendu gubuk yang menjadi tempat peristirahatannya selama ini. Gubuk yang menampungnya dan melindunginya dari panasnya terik matahari dan lebarnya hujan.
Gubuk yang menjadi saksi besarnya dia di dalam hutan itu bersama kakek angkatnya. Walau gubuk itu terlihat tua akan tetapi semuanya masih kokoh. Gubuk itu merupakan satu-satunya hal yang membuatnya aman dari segala bahaya.
Beberapa tahun hidup Di dalam gubuk itu kini Gloria hanya bisa menatap Sendu mungkin untuk terakhir kalinya dia melihat gubuk tersebut.
Gloria sudah memutuskan untuk mengikuti orang-orang yang bertopeng itu. Walaupun Gloria belum mengetahui cerita aslinya atau kisah yang sebenarnya akan tetapi alasan kematian ibunya membuat dan hanya mendidih.
Bagi Gloria sudah cukup 12 tahun dia hidup dalam pengasingan menyembunyikan identitas aslinya. Menyembunyikan Nama belakangnya. Semua Gloria lakukan dengan tujuan keluarga aslinya hidup bahagia. Gloria tidak menyangka jika pengasingan sengaja di lakukan.
"Nona muda silahkan." Gading mempersilahkan Gloria untuk mengikuti mereka.
Gloria yang masih menatap gubuk Tua itu tertegun mendengar suara Gading. Gloria menoleh ke arah Gading lalu menganggukan kepala samar.
"Lion ayo." Ucap Gloria yang mengajak Lion untuk mengikutinya.
"No...nona muda benar-benar akan membawa singa itu?" Tanya gadis dengan menatap takut ke arah singa yang berada di sisi Gloria.
"Aku akan membawanya. Dia temanku satu-satunya yang kumiliki aku tidak bisa meninggalkannya di sini." Jawab Gloria yang mengelus kepala Lion dengan lembut.
Gading yang mendengar itu hanya bisa pasrah menuruti keinginan sang Nona muda. Anggota Gading langsung berjalan di depan sedangkan Gading berjalan di belakang Gloria berjaga-jaga bila ada bahaya.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam dengan melakukan jalan kaki. Akhirnya mereka sampai di sebuah jembatan yang sudah terdapat beberapa kapal kecil yang di gunakan untuk menyeberangi lautan.
"Kita akan lewat ini dulu untuk ke ibu kota. Di ibukota nanti kita akan naik pesawat menuju Jerman." Terang Gading kepada Gloria.
Sedangkan Gloria hanya menganggukkan kepala sama lalu naik di kapal kecil itu di ikuti Lion di belakangnya.
Sedangkan di sisi lain kini Louis dan Javier sedang membangun sebuah rencana untuk membersihkan pengkhianat atau mata-mata yang bekerja di perusahaan Alejandro Group.
Perusahaan raksasa di Meksiko itu di gemparkan dengan kabar pemecatan karyawan secara besar-besaran.
__ADS_1
Louis tidak main-main dengan ucapannya pria itu benar-benar membersihkan penghianat di dalam perusahaan miliknya. Selain itu Louis juga telah memantapkan untuk bergerak membalas perbuatan dari pamannya itu.
Brukk
"Huuuh ini sangat melelahkan."
Javier yang baru masuk ke dalam ruangan Louis langsung menjatuhkan dirinya di sofa empuk yang berada dalam ruangan itu.
"Gila! Ternyata kita benar-benar kecelongan selama ini. Jika kamu tidak cepat kembali maka dapat di pastikan perusahaan ini akan jatuh di tangan tua bangka itu." Umpat Javier yang benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh paman dan sepupu dari Louis itu.
"Kamu saja yang notabennya adalah orang luar kaget. Apalagi aku yang sebagai keponakannya yang masih keluarganya sendiri tapi dengan tega berusaha untuk membunuh." Terang Luis yang menyandarkan diri di sofa.
"Sial! Setelah ini kita juga benar-benar akan melakukan pernerekutan karyawan secara besar-besaran. Tidak mungkin posisi yang di isi oleh para pengkhianat itu di biarkan kosong. Itu akan membuat kita keteteran nanti." Terang Javier yang memikirkan untuk merekrut karyawan baru untuk mengisi posisi yang kosong.
Bagaimana tidak melakukan pernerekutan karyawan secara besar-besaran. Karyawan Alejandro Group yang dipecat karena seorang penghianat atau mata-mata dari pihak musuh mencapai sekitar 35% membuat perusahaan itu benar-benar masuk ke dalam berita yang viral.
"Lakukan besok. Usahakan setelah minggu depan semuanya kembali normal seperti semula." Kata Luis yang memijit pelipisnya pusing.
Louis juga tidak menyangka jika di perusahaannya tersebar mata-mata atau penghianat yang sebegitu banyaknya. Jika saja dia tidak cepat kembali atau kembali satu bulan lagi maka dapat di pastikan perusahaan ini akan jatuh di tangan pamannya.
Secara umum Luisa sudah besar dan dewasa akan tetapi dari segi pemikiran adiknya itu masih terlalu polos dan lugu untuk masuk di dunia bisnis yang persaingannya bahkan bisa merenggut nyawa.
"Jangan ngadi-ngadi Luis! 1 Minggu itu tidak mungkin kamu tahu kita melakukan pemecatan besar-besaran tidak mungkin waktu 1 Minggu bisa terisi semua kecuali kita isi acak sembarangan saja." Protes Javier yang menatap tajam atasan sekaligus sahabatnya itu.
"Karyawan lama naikan posisi mereka di divisi masing-masing sedangkan untuk yang baru menjabat di posisi karyawan lama yang kosong."
"Tapi tetap saja 1 Minggu tidak cukup!"
"Baiklah 2 Minggu. Pastikan semuanya aman dan selesai."
Javier yang mendengar itu tidak lagi bisa protes. Javier hanya bisa menghela nafas dalam-dalam dan menganggukkan kepala lemah.
__ADS_1
Kedua pria itu duduk dengan pikiran masing-masing yang benar-benar kacau. Javier yang sedang memikirkan Bagaimana cara dalam waktu 2 Minggu semuanya telah selesai dan tertata rapi pada posisi yang kosong di perusahaan itu. Sedangkan Louis memikirkan bagaimana untuk kedepannya. Pria itu benar-benar tidak menyangka jika waktu itu telah tiba. Waktu di mana dia kan bermusuhan dan saling menyerang dengan pamannya sendiri.
Sedangkan di tempat lain Gloria bersama Gading dan anggotanya baru saja sampai di palabuhan ibukota.
"Silahkan Tuan."
Ternyata sampai di sana mereka langsung di sambut oleh anggota Gading yang lain. Gloria termasuk yang lain langsung diarahkan ke mobil yang langsung mengantar mereka ke bandara Sedangkan untuk Lion dibawa untuk di lakukan perjalanan lewat laut.
"Tidurlah Nona Muda, kita aka melakukan perjalan yang cukup jauh." Kata Gading yang memberikan selimut kecil kepada Gloria.
Gloria yang melihat itu hanya diam menerima selimut kecil pemberian Gading. Tak selang beberapa menit Gloria menutup matanya.
Gading yang melihat Nona Mudanya menutup mata hanya bisa tersenyum tipis. Gading tahu setelah Gloria masuk dalam dan mencari tahu kematian Ibu dan Kakeknya maka Gloria akan sulit untuk keluar.
"Aku berjanji akan menjaga dan melindungi kamu semampuku. Ibu mu telah menolong dan membesarkan ku sebesar ini saat ini akan aku balas budinya lewat dirimu. Aku akan menjadi orang paling depan untuk melindungi mu Nona muda." Kata Gading dalam hati dengan tekad yang kuat.
Gading memperbaiki letak selimut Gloria memastikan Nona mudanya itu tidak masuk angin nanti. Tak lupa juga memindahkan kepala sang Nona muda di bahunya yang lebar.
Bukan maksud untuk mengambil keuntungan tapi Gading hanya memberi rasa aman dan nyaman pada sang Nona mudanya. bagi Gading sangat mustahil untuk mencintai Gloria karna dari awal dia sudah menerapkan jika Gloria hanyalah Nona muda alias Tuannya di mulai dari saat mengetahui jika penolongnya mempunyai pewaris sah.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya Gloria bersama Gading dan lainnya sampai di tempat tujuan. Gading yang melihat jika mereka sudah sampai segera melirik Gloria yang masih betah tertidur.
"Nona..... Nona... Nona muda." Gading dengan lembut menepuk-nepuk bahu Gloria.
Gloria yang merasakan tepukan pada bahunya langsung mengerjabkan kedua matanya.
"Ada apa?" tanya Gloria yang menggosok matanya.
"kita sudah sampai Nona." kata Gading.
Mendengar itu Gloria langsung melihat sekeliling ternyata memang sudah sampai bahkan orang-orang sudah sibuk mengambil bawaan mereka masing-masing.
__ADS_1
Melihat itu Gloria segera merenggangkan otot-ototnya berdiri di ikuti oleh Gading dan yang lainnya.
Terlihat Gloria yang turun dari pesawat di ikuti Gading yang memegang koper milik Gloria. Lagi lagi di bandara itu mereka di jemput oleh anggota Gading yang langsung membawa mereka di tempat yang di tujuh