Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Amukan Gloria


__ADS_3

Disinilah sekarang Gloria duduk di depan pria yang di duga sebagai ketua orang bertopeng di luar rumahnya. Terlihat pria itu melihat Gloria dari ujung kaki sampai ujung rambut membuat Gloria kesal.


Tuk


Aah


"Jangan melihat ku seperti itu jika tidak ingin aku colok mata kau dan ku gantikan mata ikan" ancam Gloria yang melototi pria itu.


"Itu..... Dari mana Nona muda mendapatkan baru untuk melemparku?" Tanya pria itu dengan wajah bodoh.


Pasalnya di sekitar mereka tidak ada batu bagaimana bisa Gloria tiba-tiba melempar kepalanya dengan batu.


"Dimana saja"


"Astaga ternyata Nona muda juga menyebalkan" kata pria itu dalam hati yang mengelus dada.


"Kenapa? Apa dada Tuan sakit atau tertusuk?"


"Tidak apa-apa Nona"


"Perkenalkan saya Gading......"


"Tidak kenal" potong Gloria santai yang memakan kacang.


"Astaga aku belum selesai tapi sudah di potong saja.... Eh itu lagi Nona dapat darimana kacang" kata Gading dalam hati yang bertanya-tanya darimana asalnya itu kacang.


"Saya urusan dari......."


BRAKK


Kalimat Gading langsung terputus saat tiba-tiba pintu di dobrak oleh anak buahnya dari luar.


"Ada apa?" Tanya Gading pada anak buahnya yang terlihat panik.


"Itu Tuan di luar ada singa yang mengamuk menyerang kami" lapor pria itu.

__ADS_1


Grrrrr


Gloria yang sedang enak-enaknya makan kacang langsung berhenti saat melihat Auman singa yang sangat dia kenali.


Dor


"Lion....!" Teriak Gloria yang melihat Lion tumbang saat orang-orang itu menembak kakinya.


"Kalian...! Beraninya menyakiti temanku!" Teriak Gloria yang langsung menyerang mereka semua.


Bugh


Bugh


Krek


Hanya butuh 5 menit 15 orang itu langsung tumbang dengan wajah yang babak belur.


"Cih dasar lemah" ejek Gloria dengan napas yang masih memburu.


"Mereka anak buah kamu kan?" Tanya Gloria yang menatap tajam Gading.


"Benar Nona mereka anak....."


Bugh


"Bagus maka terima akibat dari perbuatan anak buah mu itu" teriak Gloria yang langsung menyerang Gading dengan membabi buta


Bugh


Brukk


Krekkk


AAAAAAA

__ADS_1


Gading berteriak nyaring saat merasakan kakinya di patahkan oleh Gloria.


"Begini baru adil" ucap Gloria santai menepuk-nepuk tangannya setelah membuat kaki Gading patah.


"Shhh ini sangat sakit" Guman Gading yang meringis sakit.


"Tuan..."


"Apa yang kalian lakukan? Kenapa menyerang singa itu?" Sentak Gading pada anak buahnya dengan suara tertahan.


"Singa itu muncul tiba-tiba dan menyerang kami Tuan. Kami tidak tahu kalau Singa itu milik Nona Muda" jawab salah satu anak buah Gading.


"Kamu tidak apa-apa Lion?" Ucap Gloria yang mengelus lembut bulu Lion.


Grrr


Lion hanya mengaum kecil menjilati tangan Gloria. Gloria yang melihat kaki Lion berdarah segera menggendong tubuh singa yang super besar itu. Gloria dengan enteng mengangkat tubuh besar Lion membawanya masuk dalam rumah


Sedangkan Gading dan anak buahnya hanya bisa melongo melihat Gloria yang mengangkat tubuh besar singa itu.


"Tuan apa dia manusia setidaknya apa benar dia perempuan? Bagaimana bisa singa sebesar itu seperti mengangkat daun untuknya?" Ucap anak buah Gading yang sedang memegang Gading.


"Mana ku tahu! Aku juga bingun dia wanita apa pria bagaimana aku di banting dengan tidak elit seperti tadi" Guman Gading yang masih di dengar oleh anak buahnya.


Pffftt


Anak buah Gading langsung menutup rapat-rapat mulut mereka masing-masing. Sebenarnya mereka ingin sekali tertawa karna selama ini dalam kelompok mereka tidak ada yang berani menghadapi Gading apalagi sampai membanting dan membuat kaki Gading seperti itu. Namun gadis itu? Gadis yang mereka yakini sebagai Nona Muda mereka malah dengan santainya membanting bahkan mematahkan kaki dari sang Tuan.


Sedangkan di tempat lain seorang pria turun dari mobil masuk ke dalam gedung pencakar langit. Sosok itu memasuki sebuah lift yang khusus untuk CEO dan wakilnya. Tak ada yang menghentikannya karna mereka tahu siapa sosok itu.


Ting


Sosok itu berjalan keluar dari lift menuju ruangannya dengan langkah lebar. dirinya tidak sabar memberi kejutan pada gadis kecilnya. Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Louis Manuel Alejandro CEO perusahaan Alejandro Company.


Ceklek

__ADS_1


"JAVIER..!"


__ADS_2