
"Silahkan Nona muda." Ucap Gading yang membukakan pintu mobil untuk Gloria.
Gloria yang di perlakukan seperti itu hanya diam. Dengan perasaan yang sedikit ragu Gloria menurunkan kakinya lalu turun dari mobil. Bata Gloria terpaku menata pembangunan Mension yang berada di depannya itu. Sebuah hunian yang begitu indah dan terlihat mewah di kelilingi oleh pagar yang tinggi dan kokoh dan di sampingnya terdapat beberapa taman bunga kecil.
"Ayo kita masuk Nona muda!" Gading dengan tenang menuntun Gloria untuk masuk ke dalam mension mewah itu.
Ceklek
"Selamat datang Nona muda!"
Beberapa pelayan dan pekerja dalam mension itu segera membungkuk hormat saat Gloria masuk ke dalam mension. Sedangkan Gloria yang menerima perlakuan seperti itu hanya bisa tertegun.
Maka gadis muda itu tidak bisa membohongi Jika dia terpesona dengan keindahan dan kemilanan apa letak dan hias di dalam mension itu.
__ADS_1
"Mari Nona muda!" Salah satu pelayan langsung menuntun Gloria menuju sebuah meja yang di atas meja itu telah tersedia beberapa lauk pauk bahkan buah sekalipun. Lagi lagi Gloria hanya bisa tertegur saat melihat dirinya begitu dilayani.
Gloria menyempitkan mata saat melihat seorang pria paruh baya yang duduk di meja makan tersebut. Pria paruh baya itu hanya berwajah datar akan tetapi saat menoleh hanya pria paruh baya itu sedikit tersenyum dan menganggukkan kepala sama.
Melihat akan hal itu Gloria hanya membalas senyuman pria paruh baya itu lalu menundukkan kepala sedikit sebagai tanda penghormatan. Gloria duduk di kursi meja makan itu langsung berhadapan dengan pria paruh baya itu.
"Nona muda tempat makan Anda berada di kursi utama "ucap pria paruh baya itu yang menunjukkan kursi utama meja itu.
Sedangkan Gloria yang mendengar penuturan dari pria pariba yaitu lagi-lagi hanya bisa terteguhan. Pandangan Gloria terangkat hingga menetap pelurus pria paruh baya di depannya itu.
Pria paruh baya yang mendengar penolakan Gloria langsung mendengus kesal. Sepertinya pria paruh baya itu tidak menyukai Gloria yang menolak perkataannya. Pria paruh baya itu langsung melirik gading yang berada di belakang Gloria.
"Apa kamu belum menjelaskan semuanya?" Ucap pria paruh baya itu yang di tujukan kepada Gading.
__ADS_1
"Belum Tuan. Nona muda hanya mengetahui jika dia merupakan seorang anak muda dan alasan kematian ketua dan nyonya. Sedangkan untuk urusan yang lainnya termasuk tata krama itu belum saya jelaskan Tuan." Jawab Gading dengan kepala yang menunduk.
Gloria yang melihat tatapan tajam dari pria baru baya itu dan Gading yang sepertinya segan langsung menembus kesal. Bagi Gloria Jika dia merupakan seorang Nona muda dan yang memiliki kekuasaan penuh di mension itu. Maka mereka harus bisa menerimanya dan menuruti keinginannya tanpa harus merubah dirinya untuk menjadi ini itu.
"Jika kamu sedang berbicara maka angkat kepalamu dan tatap lawan bicaramu. Kamu boleh menundukkan kepalamu jika kamu melakukan kesalahan selebihnya Itu maka angkat kepalamu walau kamu harus menghadapi seorang raja sekalipun."
Kata-kata Gloria yang terdengar penuh akan ketegasan membuat semua orang terutama gradien dan pria paruh baya itu tertegun di tempat.
"Tata cara apa yang kalian maksud? Kalian ingin merubahku seperti apa? Menjadi boneka kalian? Atau menjadi umpan atau bahkan menjadi pion?" Katanya Gloria yang begitu memohok membuat pria taruh baya itu hanya bisa diam meratanya dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Dengarkan Aku baik-baik! Jika aku memang benar-benar adalah nona muda kalian, atasan kalian. Maka kalian harus menerima aku yang seperti ini dan jelas kalian yang harus menuruti apa yang aku katakan. Tidak ada yang bisa dan tidak ada yang boleh mengaturku untuk berubah menjadi ini dan itu selain dasar kemauan aku sendiri. Jika Paman mencariku hanya untuk menjadikan aku sebagai pion untuk paman maka aku akan kembali malam ini juga." Kata Gloria yang langsung beranjak dari duduknya.
Srek
__ADS_1
"Maafkan saya Nona muda!"