Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia

Gadis Hutan Kesayangan Tuan Amesia
Menang


__ADS_3

"Baiklah, silahkan pergi tapi jika suatu saat nanti aku melihat kalian lagi jangan harap nyawa kalian aku ampuni." Ancam Luis yang menatap tajam Baron.


"Terima kasih Tuan." Baron dengan susah payah berdiri tegak lalu membungkuk 3 kali.


Dengan terseok-seok Baron membantu anak buahnya berdiri berjalan menjauh dari ruangan yang di jadikan tempat makan itu. Baru beberapa langkah Baron kembali berbalik berjalan ke arah Gloria. Namun, di hentikan oleh Luis.


"Apa yang kamu lakukan?" Luis langsung mencengkram bahu Baron saat pria itu kembali berjalan ke arah Gloria.


"Saya hanya ingin minta maaf Tuan." Ringis Baron yang menahan sakit di bahunya.


Luis yang mendengar apa yang di katakan oleh Baron langsung mempertajam tatapannya. Namun, saat melihat jika Baron benar sungguh-sungguh ingin meminta maaf Luis segera menyingkir membiarkan Baron mendekati Gloria.


Baron menatap Luis dengan pandangan terima kasih. Baron melanjutkan langkahnya mendekati Gloria yang hanya berdiri kaku beberapa langkah di belakang Luis. Sampai di depan Gloria Baron dengan menahan sakit berdiri tegak lalu membungkuk tiga kali seperti di depan Luis tadi.


"Tolong maafkan saya dan anak buah saya yang telah membuat anda kurang nyaman nona." Ucap Baron dengan membungkukkan badan lama.


Setelah berkata seperti itu Baron mengangkat kepalanya menatap Gloria dengan tersenyum tipis lalu kembali berbalik keluar menuju anak buahnya yang sedang menunggu dirinya di luar warung makan itu.


"Baby.."


Gloria menoleh ke arah asal suara yag dimana Luis yang memanggil namanya.

__ADS_1


"Hm.."


"Kenapa? Kamu suka pria bertato? Aku juga bisa bikin tato kok."


"Mana ada, aku lapar." Gerutu Gloria yang membuang muka karena acara makannya berantakan gara-gara ini.


Luis yang mendengar apa yang di katakan oleh sang kekasih langsung mengedarkan pandangannya ke dalam ruangan itu yang ternyata sudah hancur lebur. Melihat kekacauan itu Luis hanya bisa garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Srettt


Luis mengambilkan kursi kayu lalu meletakkannya di sebuah depan meja yang masih utuh karena berada di pojokan ruangan.


"Ayo duduk baby." Luis dengan lembut menarik Gloria dan mendudukkannya di atas kursi itu.


Sontak hal itu membuat pemilik warung jadi gelagapan sendiri. Hingga dengan gugup sang bapak pemilik Warung keluar dari persembunyiannya sedangkan istrinya langsung masuk ke dalam untuk memasakkan pesanan Gloria.


"Maaf Tuan, mohon tunggu sebentar. Makanan pesanan Tuan dan Nona akan segera matang." Kata pria paruh baya itu dengan membungkukkan badan sebagai tanda permintaan maafnya.


"Tak apa pak, ini saya ganti seluruh kerugian bapak." Kata Luis yang meletakan sebuah uang cash di tangan pria paruh baya itu.


"Tidak usah Tuan, ini semua adalah berkat Tuan warung makan saya akan aman dan damai ke depannya. Jadi, Tuan tidak perlu merasa bersalah apalagi mengganti rugi untuk semua ini." Terang bapak pemilik warung makan dengan lapang dada.

__ADS_1


"Ambillah pak, saya ikhlas." Kata Luis dengan nada datar namun masih terdengar sopan.


Dengan tangan yang ragu pria paruh baya pemilik warung makan itu menerima uang dari Luis. Tak punya pilihan akhirnya pria paruh baya itu segera berbalik pergi dari hadapan Luis dan Gloria masuk ke dalam dapur.


Tak berselang lama pesanan milik Gloria sebelumnya di bawakan oleh pria paruh baya pemilik warung makan dengan seorang wanita paruh baya yang di yakini jika mungkin itu istrinya.


"Selamat menikmati Nona dan Tuan." Ucap wanita paruh baya itu dengan sebuah senyum manis di bibirnya.


Gloria yang sudah sedari tadi menahan lapar langsung menyantap makanan di depannya tanpa memperdulikan keadaan sekitar. Gadis itu akan lupa segalanya jika sudah di hadapkan dengan makanan. Luis yang melihat itu hanya menggigit bibirnya menahan senyum akan betapa lucunya wajah sang kekasih dengan pipi yang mengembung karena di isi dengan makanan.


"Terima kasih." Ucap Luis kepada pria paruh baya yang telah membawakan pesanan mereka.


"Sama-sama Tuan." Balas mereka berdua yang langsung pergi.


"Makanlah yang banyak." Ucap Luis dengan lembut sangat berbeda dengan nada bicaranya yang tadi.


Dengan penuh perhatian Luis melirik udah di atas mejanya. Menarik piring itu dengan pelan lalu mulai membuka kulitnya dan di letakan di atas piring Gloria.


"Terima kasih." Ucap Gloria dengan mulut yang penuh tersenyum ke arah Luis.


Luis yang melihat Gloria hanya diam dengan membalas tersenyum kecil kepada Gloria

__ADS_1


Tanpa mereka berdua sadari disana masih ada orang-orang yang sedang makan. Namun, sepertinya apa yang di lakukan Luis barusan dan sekarang menjadi objek yang di lihat oleh perempuan-perempuan disana.


Luis tentu tahu akan hal itu tapi dirinya terlalu malas untuk meladeni wanita agresif dan juga benalu seperti mereka. Luis hanya bersikap acuh dengan terus menatap wajah Gloria. Bagi Luis selagi mereka tidak mengusiknya apalagi mengusik Gloria maka ia akan diam tanpa bergerak


__ADS_2